Jumat, 3 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Biarlah bergirang dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu selalu berkata: "Allah itu besar!" (Mazmur 70:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1Tesalonika 5:16-18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup sebagai umat Tuhan adalah hidup bergantung kepada Dia dan tidak tergantung kepada keadaan di sekitar kita. Pada umumnya hidup orang sangatlah terpengaruh oleh keadaan yang terjadi di sekitar dirinya. Apabila semuanya berjalan lancar ia akan merasa bergembira. Sebaliknya bila keadaan berlangsung dengan sukar ia akan hidup di dalam keputusasaan. Tetapi tidak demikian halnya bagi pengikut Kristus. Hidup yang bersangkutan adalah bergantung kepada Tuhan yang kasih dan kuasa-Nya tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Sehingga kalaupun keadaan di sekitarnya tidak seperti yang ia harapkan sukacita di dalam dirinya tidak akan pernah menjadi berkurang.

 

Bahwasanya kehidupan pengikut Kristus tidaklah tergantung oleh keadaan sekitarnya itulah yang dikemukakan oleh rasul Paulus di dalam 1Tesalonika 5. Di situ ia menyebut bahwa umat Tuhan haruslah hidup di dalam sukacita, doa, dan bersyukur. Ia berkata bahwa ketiga hal tersebut haruslah berlangsung "senantiasa," "tetap," dan "dalam segala hal." Artinya tidak terpengaruh oleh keadaan. Apapun yang terjadi mereka harus "senantiasa bersukacita," "tetap berdoa," dan "mengucap syukur dalam segala hal." Singkat kata, sebaliknya dari terpengaruh oleh keadaan sekitar seorang pengikut Kristus haruslah hidup bergantung kepada Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kepada siapa hidup Anda bergantung? Mengapa Anda menjawab demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku mengaku bahwa sebaliknya dari hidup dalam bersukacita, tak jarang aku merasa berputus asa ketika menghadapi keadaan yang tidak aku harapkan. Acapkali aku juga lebih mengandalkan kemampuan diriku sendiri dibandingkan berdoa di dalam penyerahan diri kepada-Mu. Demikian pula sebaliknya dari hidup bersyukur, aku masih suka mengeluh ketika diriku mengalami hal-hal yang tidak aku sukai. Sehingga dengan demikian sebaliknya dari hidup bergantung kepada-Mu, hidupku masih lebih bergantung kepada keadaan di sekitarku. Tuhan, tambahkan dan teguhkanlah imanku kepada-Mu.

 

Pagi hari ini aku kembali berterima kasih kepada-Mu untuk hari yang baru yang telah Engkau berikan kepadaku. Hari yang baru yang juga adalah kesempatan yang baru bagi diriku untuk mengalami segala kebaikan-Mu, memuliakan nama-Mu, dan menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Oleh sebab itu tolonglah aku, ya Tuhan, agar hatiku senantiasa dipenuhi dengan sukacita dan mulutku selalu mengucap syukur kepada-Mu. Tuntunlah diriku dan sertailah hidupku. Mampukan aku untuk mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku sebagaimana harusnya dan berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan. Di dalam nama Tuhan Yesus, Juruselamatku yang hidup aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Tesalonika 5

Mazmur 33

Yesaya 19-20

 


  

Jumat, 3 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! 2 Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. (Mazmur 130:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, 19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan. (Mazmur 33:18, 19)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku percaya bahwa di dalam situasi apapun juga dan di manapun aku berada sesungguhnya mata-Mu selalu tertuju kepadaku. Di saat aku mengalami persoalan dan harus menghadapi tantangan Engkau tetap menyertai diriku. Kalaupun orang melupakan dan meninggalkan diriku, Engkau dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan itu akan tetap bersama denganku untuk selama-lamanya. Aku tidak perlu merasa takut sebab Engkaulah yang melepaskan aku dari maut dan memelihara hidupku.

 

Terima kasih Tuhan karena Engkau telah menyertai diriku sampai kepada saat ini dan tidak akan pernah meninggalkan hidupku sampai selama-lamanya. Aku bersyukur karena Engkau telah ikut campur tangan di dalam setiap hal yang aku kerjakan dan menolong diriku agar mampu mengatasi setiap kesulitan yang aku hadapi. Ya Tuhan, ajarlah diriku agar selalu hidup takut kepada-Mu dan berikanlah kepada diriku hikmat untuk membuat keputusan-keputusan yang benar. Supaya dengan demikian aku dapat hidup untuk memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala Hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 3 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku! (Mazmur 71:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Maka orang akan terkejut dan malu karena Etiopia, pokok pengharapan mereka, dan karena Mesir, kebanggaan mereka. 6 Dan penduduk tanah pesisir ini akan berkata pada waktu itu: Lihat, beginilah nasib orang-orang yang kami harapkan, kepada siapa kami melarikan diri minta pertolongan supaya diselamatkan dari raja Asyur. Bagaimana mungkin kami terluput? (Yesaya 20:5, 6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pengharapan kepada siapapun atau apapun, selain kepada Tuhan, akan berakhir dengan kekecewaan. Tuhan adalah pribadi yang kasih, kuasa dan kesetiaan-Nya tidak terbatas. Itu sebabnya bukan saja Ia sanggup melakukan segala perkara, juga janji-janji-Nya dapatlah diandalkan. Tetapi tidak demikian halnya dengan apapun dan siapapun yang selain Tuhan, seperti manusia, harta, maupun kedudukan. Semua itu bersifat terbatas dan mudah berubah-ubah sehingga bila kita mengandalkannya maka kita akan mengalami kekecewaan.

 

Bahwasanya bila orang mengandalkan apapun juga yang selain Tuhan akan mengalami kekecewaan itulah yang dinubuatkan di dalam Yesaya 20. Di situ melalui nabi Yesaya Allah menyampaikan firman-Nya tentang Mesir dan Etiopia yang diandalkan oleh umat-Nya sebagai pelindung mereka. Ia berkata bahwa Mesir dan Etiopia yang dibanggakan itu akan ditaklukkan oleh Asyur sehingga umat-Nya yang mengandalkan mereka pun tidak akan luput dari penjajahan Asyur. Dengan kata lain, karena umat-Nya bukan berharap kepada Tuhan maka sebagai akibat mereka akan mengalami kekecewaan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah ada yang Anda jadikan pengharapan dan kebanggaan selain Tuhan? Bagaimana seharusnya sikap Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku mengakui bahwa tak jarang aku lebih berharap kepada manusia dibandingkan kepada diri-Mu. Aku juga lebih banyak memuji-muji manusia, termasuk memuji diriku sendiri, dibandingkan membanggakan nama-Mu. Padahal sesungguhnya kemampuan manusia adalah terbatas dan kesetiaannya tidak dapat diandalkan. Sedangkan Engkau adalah pribadi yang kasih setia dan kuasanya tetap untuk selama-lamanya. Tuhan, ampunilah aku atas sikapku yang keliru dan tolonglah diriku agar dapat senantiasa hidup di dalam pengharapan kepada-Mu.

 

Aku berterima kasih di tengah segala kekurangan dan keterbatasan diriku ini Engkau masih bersedia menyertai dan menuntun hidupku di sepanjang hari ini. Sungguh besar anugerah-Mu bagi diriku. Engkau telah berbuat baik bagi diriku padahal sesungguhnya aku tidak layak untuk mengalaminya. Engkau telah memberkati hidupku walaupun sesungguhnya aku tidak pantas untuk menerimanya. Sungguh besar kemurahan-Mu bagi diriku. Dan ke dalam kasih setia-Mu itulah aku mempercayakan hari esokku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat yang hidup dan Sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.