Kamis, 2 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan! (Mazmur 86:16)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. 14 Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. (1Tesalonika 4:13, 14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman kepada Yesus Kristus memungkinkan kita untuk tetap hidup dengan penuh pengharapan di dalam segala keadaan. Di saat orang tidak berdaya untuk menghindari hal-hal yang tidak ia harapkan bisa jadi yang bersangkutan akan berdukacita bahkan merasa berputus asa. Tetapi apabila yang bersangkutan mempercayai bahwa sesungguhnya di balik semua itu Tuhan memiliki rencana yang indah dan bekerja untuk hari depan yang indah maka rasa putus asa tersebut akan berubah menjadi hidup dengan penuh pengharapan. Kalaupun ia berduka, ia akan berduka di dalam pengharapan.

 

Peranan iman kepada Kristus yang sanggup menghapuskan dukacita tanpa pengharapan tersebutlah yang dikemukakan rasul Paulus di dalam 1Tesalonika 4. Di situ Paulus menjelaskan ketika kita harus berpisah dengan orang yang kita kasihi karena yang bersangkutan meninggal dunia, sejauh orang tersebut adalah juga seorang pengikut Kristus, maka kita tidak perlu berdukacita seperti orang yang tanpa pengharapan. Sebab kita tahu bahwa pribadi yang meninggal dunia tersebut akan dikumpulkan Allah bersama-sama Yesus. Sehingga sebaliknya hidup di dalam keputusasaan kita tetap hidup di dalam pengharapan, yaitu satu hari nanti kita akan bertemu kembali dengan yang bersangkutan di dalam kehidupan yang lebih baik.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa ketika harus mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan diri kita tetap dapat hidup dalam penuh pengharapan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, aku bersukacita karena kuasa kasih dan kebangkitan-Mu memungkinkan diriku untuk mengalami kemenangan atas keputusasaan. Apa yang tak sanggup aku lakukan Engkau mampu untuk mengerjakannya. Apabila aku tak sanggup untuk mengubah masa lampauku, Engkau mampu untuk menghapuskannya dan membuka lembaran yang baru bagi hidupku. Apabila aku tidak sanggup untuk menjangkau hari esokku, Engkau mampu untuk mengaturnya menjadi indah dan menjaminnya dengan kepastian. Engkau menghapuskan dosaku, mengampuni diriku dan menjamin hidup yang kekal bagi orang yang percaya kepada-Mu. Sungguh aku bersyukur untuk anugerah-Mu yang sangat besar itu.

 

Memulai kegiatan di hari yang akan kujalani di tengah minggu ini kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Lebih dari semua hal, aku memohon bimbingan dan penyertaan-Mu atas hidupku di sepanjang hari ini. Limpahilah hatiku dengan damai dan sukacita-Mu, dan berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan. Dengan demikian orang-orang yang ada di sekitarku dan berada di lingkunganku dapat melihat betapa besar kebaikan-Mu dan betapa limpah kemurahan-Mu, sehingga mereka pun akan datang untuk menyembah-Mu. Di dalam nama-Mu, yaitu di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Tesalonika 4

Mazmur 32

Yesaya 17-18

 


  

Kamis, 2 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bernazarlah dan bayarlah nazarmu itu kepada TUHAN, Allahmu! Biarlah semua orang yang di sekeliling-Nya menyampaikan persembahan kepada Dia yang ditakuti. (Mazmur 76:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! 2 Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! (Mazmur 32:1, 2)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus yang baik, aku berterima kasih kepada-Mu untuk berkat terbesar yang dapat kuterima di dalam hidupku dan yang telah Engkau limpahkan bagi diriku, yaitu pengampunan atas semua dosa dan pelanggaranku. Engkau tidak memperhitungkan lagi segala kesalahanku, namun menjadikan hidupku sebagai manusia yang baru. Kasih-Mu yang besar dan rahmat-Mu yang berlimpah-limpah itulah yang menyanggupkan diriku untuk memandang hari esok dengan penuh pengharapan. Karena aku yakin Engkau yang telah memulai perkara yang baik di dalam hidupku, Engkau pulalah yang akan membuatnya menjadi sempurna pada waktunya.

 

Tuhan, aku memohon penyertaan-Mu bagi hidupku di setiap jalan yang harus aku tempuh dan tuntunlah diriku di jalan-jalan-Mu. Tunjukkanlah kepadaku arah yang harus kuambil dan sanggupkan aku untuk membuat keputusan yang tepat, berkenan di hati-Mu dan memuliakan nama-Mu. Tolonglah diriku di dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku serta berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan. Penuhilah hatiku dengan ucapan syukur kepada-Mu dan berkatilah diriku dengan damai sejahtera-Mu. Di dalam nama-Mu, yaitu Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 2 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya TUHAN, dan aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; 5 sebab kasih-Mu besar mengatasi langit, dan setia-Mu sampai ke awan-awan. (Mazmur 108:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Sebab engkau telah melupakan Allah yang menyelamatkan engkau, dan tidak mengingat gunung batu kekuatanmu. Sebab itu sekalipun engkau membuat taman yang permai dan menanaminya dengan cangkokan luar negeri, 11 sekalipun pada hari menanamnya engkau membuatnya tumbuh subur, dan pada pagi mencangkokkannya engkau membuatnya berbunga, namun panen akan segera lenyap pada hari kesakitan dan hari penderitaan yang sangat payah. (Yesaya 17:10, 11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila disertai Tuhan akan mendatangkan keberhasilan, maka mengabaikan Tuhan merupakan jalan untuk mengalami kegagalan. Apapun yang diusahakan oleh manusia, apabila ia mengabaikan Tuhan sehingga Allah tidak memberkatinya, maka hasil yang ia capai bersifat tidak abadi atau malahan akan berakhir di dalam kegagalan. Tetapi tidak demikian halnya apabila orang hidup bergantung kepada Tuhan. Allah akan memberkati yang bersangkutan, menyelamatkan, dan melindunginya dari yang jahat. Sehingga sebaliknya bukan kegagalan yang ia alami melainkan keberhasilan.

 

Bahwasanya sikap mengabaikan Tuhan merupakan pangkal dari kegagalan itulah yang dinubuatkan di dalam Yesaya 17. Di situ melalui nabi Yesaya Tuhan menubuatkan tentang keruntuhan Israel yang bersekutu dengan Damsyik. Persekutuan yang menyebabkan mereka melupakan Allah yang menyelamatkan dan yang adalah gunung batu perlindungan umat-Nya. Sebagai akibat, keberhasilan dari usaha yang mereka lakukan akan seperti tanaman yang subur dan berbunga namun lenyap sebelum panen. Dengan kata lain, keberhasilan yang mereka raih tidak bersifat abadi dan akan berakhir di dalam kegagalan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, apakah yang acapkali membuat orang mengabaikan Tuhan? Apakah yang perlu Anda lakukan agar tidak melakukan hal yang sama?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allah Bapa yang baik, ampunilah diriku apabila tak jarang aku lebih mengharapkan pertolongan manusia dibandingkan hidup bersandar kepada-Mu. Tak jarang pula aku lebih mengandalkan kemampuan diriku dibandingkan hidup bergantung kepada-Mu. Ampunilah kecongkakan dan kelemahan imanku ini. Aku merendahkan diriku di hadapan-Mu dengan menyadari bahwa sesungguhnya betapa terbatas diriku ini di hadapan-Mu dan mengakui bahwa tidak ada yang lain yang dapat diandalkan di dunia ini melebihi diri-Mu. Tidak akan pernah Engkau mengecewakan orang yang berharap kepada-Mu.

 

Aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah menuntun dan membimbing hidupku di sepanjang hari ini. Engkau membuka jalan-jalan yang selama ini tertutup bagi diriku, dan tidak pernah membiarkan diriku berjalan seorang diri menyusuri waktu yang Engkau berikan kepadaku. Engkau telah membuka kesempatan-kesempatan yang baru bagi hidupku, menolongku untuk mengambil langkah-langkah yang aku perlu kerjakan dan menjadikan setiap langkah kakiku sebagai langkah kemenangan. Aku menyerahkan masa depan yang terbentang di hadapanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Anak Allah yang hidup aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.