Sabtu, 4 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. (Mazmur 33:22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu, 4 sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita. (2Tesalonika 1:3, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman yang sejati tidak akan goyah oleh karena kesukaran, justru sebaliknya akan semakin bertambah kokoh di tengah tantangan. Itulah yang membedakan antara iman yang sejati dengan yang semu. Orang yang hidup di dalam iman yang semu ketika mengalami masa yang sukar maka imannya akan menjadi kedodoran. Sebaliknya di dalam segala keadaan, termasuk ketika ia harus menghadapi masa yang sulit, iman dari orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan akan tetap kokoh dan tak tergoyahkan.

 

Bahwasanya iman yang sejati tidaklah tergantung kepada keadaan itulah yang dikemukakan oleh rasul Paulus di dalam 2Tesalonika 1. Di situ ia berkata bahwa walaupun jemaat di Tesalonika menghadapi penganiayaan dan penderitaan namun iman mereka semakin bertambah dan kasih mereka seorang akan yang lain semakin kuat. Berarti tantangan dan kesulitan yang mereka hadapi tidak mengakibatkan iman mereka menjadi surut, sebaliknya semakin bertambah teguh. Sikap iman yang sejati itulah yang mengakibatkan Paulus mengucap syukur kepada Allah dan memuji ketabahan iman jemaat Tesalonika kepada jemaat-jemaat lainnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut pendapat Anda, apakah yang perlu Anda lakukan agar di tengah-tengah masa yang sukar iman Anda kepada Tuhan tetap teguh dan tak tergoyahkan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, aku bersyukur untuk penyertaan dan pembelaan-Mu bagi hidupku di dalam setiap keadaan. Di saat aku menghadapi masa yang tidak mudah pun tak pernah Engkau meninggalkan diriku. Engkau selalu menolong aku tepat pada waktunya, tanpa pernah terlambat dan juga tak pernah tergesa-gesa. Engkau mengatur segala perkara di dalam kedaulatan-Mu. Oleh sebab itu, ya Tuhan, tolonglah diriku untuk semakin bertumbuh di dalam iman dan semakin bertambah kokoh di dalam pengharapan kepada-Mu. Bawalah aku semakin dekat kepada-Mu, sebab di dalam pengenalan akan Engkau melalui firman-Mu dan pengalaman berjalan bersama dengan diri-Mu imanku akan bertambah semakin teguh.

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk satu pekan yang hampir aku lalui. Di setiap saat Engkau selalu bekerja dengan berbagai cara untuk mendatangkan kebaikan bagi diriku. Dengan kasih setia-Mu yang tidak pernah berkesudahan Engkau menjaga diriku, menuntun hidupku dan menyertai aku di setiap waktu. Aku memohon supaya semua hal itu kembali Engkau kerjakan di dalam hidupku di sepanjang hari ini. Supaya dengan demikian aku dapat mengakhiri pekan ini di dalam sukacita, kemenangan dan hidup sebagai kesaksian bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Ke dalam tangan-Mu yang penuh dengan anugerah, ya Tuhan Yesus, aku menyerahkan doa dan permohonanku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Tesalonika 1

Mazmur 34

Yesaya 21-22

 


  

Sabtu, 4 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku. 3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. (Mazmur 26:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! 10 Takutlah akan Tuhan, hai orang-orang yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! 16 Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong. (Mazmur 34:9-10, 16)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena kebaikan-Mu bukan hanya dapat diceritakan tetapi terlebih lagi dapat aku alami di dalam hidupku hari demi hari. Tak pernah Engkau membiarkan diriku di dalam keadaan kekurangan, dan tak pernah Engkau mengabaikan seruan permohonan pertolongan yang aku naikkan kepada-Mu. Engkau selalu mendengarnya dan mengulurkan tangan-Mu untuk menolong diriku. Engkau menguatkan diriku di saat aku lemah dan menyelamatkan diriku dari semua tantangan dan kesulitan yang aku hadapi di dalam hidupku.

 

Aku sangat menyadari bahwa semua yang aku alami di dalam hidupku ini berada di dalam rancangan-Mu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Semua yang Engkau rancangkan selalu baik dan mendatangkan kebaikan bagi umat-Mu. Aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu, tuntunlah diriku dan bentuklah hidupku sesuai dengan kehendak dan rancangan-Mu. Tuhan, aku percaya orang yang berharap kepada-Mu akan melihat hari esok yang indah dan akan tiba di masa depan yang penuh dengan pengharapan dengan sukacita. Kepada-Mu ya Bapa dan di dalam iman serta pengharapan melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku menyerahkan doa ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 4 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-kepadaku. (Mazmur 119:135)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Ucapan ilahi terhadap "lembah penglihatan". Ada apa gerangan, maka semua pendudukmu naik ke sotoh-sotoh rumah, 2 hai kota yang bersorak riuh dan ribut gembira, hai negeri yang beria-ria? Orang-orangmu yang mati terbunuh bukanlah terbunuh oleh pedang, dan bukanlah gugur dalam peperangan. 3 Semua panglimamu sama-sama melarikan diri, mereka tertawan tanpa tembakan panah; semua orang-orang kuatmu sama-sama tertawan, biarpun mereka sudah lari jauh-jauh. 4 Sebab itu aku berkata: "Buanglah mukamu terhadap aku, biarkanlah aku menangis dalam kepahitan; janganlah mendesak aku, supaya aku terhibur mengenai kebinasaan puteri bangsaku." (Yesaya 22:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Seorang pemimpin yang efektif adalah pribadi yang mampu memahami masa depan dan dapat menghayati keadaan dari orang-orang yang ia pimpin. Acapkali orang karena merasa dirinya sangat penting maka ia hanya mampu melihat kepada dirinya sendiri dan memuja keberhasilan yang telah ia capai. Alhasil, ia tidak lagi dapat memandang jauh ke depan ataupun memperhatikan keadaan dari orang-orang yang ia pimpin. Hal ini akan mendatangkan akibat yang fatal sebab seorang pemimpin seharusnya mampu memandang jauh ke depan dan memahami keadaan dari orang-orang yang ia pimpin.

 

Pentingnya kemampuan seorang pemimpin untuk memahami masa depan dan menghayati keadaan dari orang-orang yang ia pimpin tersebut terlihat di dalam diri Yesaya seperti yang dicatat di dalam Yesaya 22. Sebagai seorang nabi yang melayani kehidupan rohani dari umat Tuhan Yesaya sanggup melihat apa yang akan terjadi atas umat yang ia layani, yaitu keruntuhan bangsa Yehuda karena mereka meninggalkan Tuhan. Bukan itu saja, ia juga mampu menghayati penderitaan mereka. Oleh sebab itu seperti yang ia katakan ia akan menangis dalam kepahitan. Singkat kata, sebagai seorang pemimpin atau pelayan rohani ia menunjukkan pentingnya kemampuan untuk memahami masa depan dan menghayati keadaan dari orang-orang yang ia pimpin.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, apakah yang diperlukan agar Anda dapat memahami apa yang akan terjadi di masa depan serta bersikap prihatin terhadap penderitaan dari orang-orang yang ada di sekitar Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, bukalah mata hatiku. Singkirkan segala noda yang menutup hati nuraniku. Dan bawalah aku untuk semakin dekat kepada-Mu. Supaya dengan demikian aku dapat melihat dengan mata-Mu dan merasa dengan hatiku. Aku dapat melihat hari esok sebagaimana yang Engkau rencanakan dan menyongsongnya dengan iman kepada-Mu. Demikian juga aku dapat melihat keadaan di sekitarku dengan kasih sebagaimana Engkau mengasihi umat manusia dengan kasih yang tidak terbatas itu. Tuhan, jadikanlah aku kepanjangan tangan-Mu yang menyembuhkan dan memulihkan dunia sekitarku.

 

Di hari terakhir di dalam pekan ini, dan menjelang aku menyelesaikan hari yang Engkau telah berikan kepadaku pada hari ini kembali aku mengangkat pujian syukurku kepada-Mu. Sebab Engkau baik dan kebaikan-Mu tetap untuk selama-lamanya. Aku berterima kasih untuk semua hal yang telah aku lalui sepanjang minggu ini, tangan-Mu tidak pernah meninggalkan diriku. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan, berkatilah itu dengan keberhasilan. Aku juga mempercayakan masa depanku ke dalam tangan kasih setia-Mu. Di dalam kemurahan-Mu aku berlindung. Kepada-Mu ya Allah Bapa dan melalui Yesus Kristus, Putra-Mu dan Tuhanku yang hidup aku bersyukur dan berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.