Jumat, 26 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

7 Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. 8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu. (Mazmur 17: 7, 8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. (Matius 26:15, 16)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesempatan yang berharga apabila disia-siakan tidak akan mendatangkan manfaat apapun bagi orang yang memperolehnya. Tidak semua orang memperoleh kesempatan yang berharga, seperti misalnya kesempatan untuk belajar di sekolah yang baik, diterima bekerja di perusahaan yang berkembang, atau melayani Tuhan di lembaga pelayanan yang sehat. Apabila kesempatan tersebut diisi dengan bertanggung jawab maka yang bersangkutan akan menikmati hasilnya. Namun sebaliknya apabila kesempatan tersebut disia-siakan maka orang tersebut tidak akan mendapatkan manfaat apapun darinya.

 

Itulah yang terjadi dalam kehidupan Yudas Iskariot. Selama hampir tiga setengah tahun ia dibimbing dan dilatih secara langsung oleh Tuhan Yesus. Ini merupakan kesempatan luar biasa yang tidak semua orang memperolehnya. Namun sayang bukannya Yudas menggunakan kesempatan istimewa itu untuk mendatangkan kemajuan bagi hidupnya malahan ia menyia-nyiakannya. Sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 25, oleh sebab cintanya kepada harta justru ia mencari kesempatan untuk mengkhianati gurunya. Sebagai akibat, kesempatan untuk menjadi murid Kristus tidak berguna bagi dirinya, dan hidupnya berakhir di dalam kesia-siaan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana selama ini Anda telah menggunakan setiap kesempatan berharga yang Anda peroleh dari Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk setiap kesempatan berharga yang telah Engkau bukakan bagi diriku. Di dalam kemurahan-Mu Engkau membentangkan jalan untuk meraih hari depan yang indah dan mulia bagi hidupku. Ampunilah aku kalau selama ini acapkali aku menyia-nyiakan kesempatan yang telah Engkau berikan kepadaku. Tuhan, tolonglah aku untuk hidup dengan bijaksana dan mampukan diriku untuk hidup secara bertanggung jawab atas semua kepercayaan yang Engkau berikan kepadaku. Agar dengan demikian hidupku tidak sia-sia namun menyenangkan hati-Mu.

 

Aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah aku dengan hikmat-Mu sehingga aku dapat membedakan antara hal yang berkenan dengan yang tidak berkenan kepada-Mu. Anugerahi diriku dengan hati yang taat sehingga aku mengikuti tuntunan Roh Kudus dan firman-Mu dengan setia. Mampukan diriku untuk mengatasi setiap bujukan yang hendak membawa hidupku keluar dari jalan-jalan-Mu. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus aku berdoa dan memohon berkat. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 26

Mazmur 26

Keluaran 1-2

 


  

Jumat, 26 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu. (Mazmur 26:1)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau pembela orang yang hidup di dalam ketulusan. Ketika banyak orang berusaha untuk memperdaya diriku, Engkau di dalam keadilan-Mu melindungi diriku. Ketika orang berupaya menggoyahkan imanku Engkau menolong diriku dengan mengingatkanku tentang kasih dan kuasa-Mu. Tuhan, aku tidak ragu terhadap kesetiaan-Mu. Apapun yang Engkau janjikan pasti akan Engkau genapi dengan sempurna tepat pada waktunya.

 

Oleh sebab itu aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Di dalam lindungan-Mu aku bernaung dan kepada kemurahan-Mu aku berharap. Tuhan tetapkanlah langkah-langkah kakiku di jalan-Mu dan topanglah hidupku dengan tangan-Mu yang perkasa. Pakailah diriku menjadi saluran berkat-Mu bagi orang-orang di sekitarku sehingga hidupku memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Allah yang adil dan perkasa, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 26 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku. 2 Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku. 3 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya! (Mazmur 131:1-3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

15 Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: 16 "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup." 17 Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup. 20 Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda. 21 Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga. (Keluaran 1:15-17, 20-21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bagaimana kita mengisi hidup kita merupakan pilihan yang harus kita ambil. Tindakan apa yang kita lakukan di dalam hidup kita ini sesungguhnya tidak ditentukan oleh orang lain namun oleh pilihan diri kita sendiri. Apakah kita akan berbuat baik atau jahat, bersikap jujur atau berbohong, bekerja dengan rajin atau bermalas-malasan, semuanya itu ditentukan oleh pilihan kita. Bahkan kalaupun orang memaksa kita untuk melakukan hal jahat, tetap merupakan pilihan kita untuk menaati paksaan tersebut ataupun tidak. Tentu pilihan yang benar akan mendatangkan hal yang baik bagi diri kita.

 

Situasi seperti itulah yang dialami oleh bidan-bidan yang bernama Sifra dan Pua. Seperti yang dicatat di dalam Keluaran 1, raja Mesir mengharuskan mereka agar membunuh setiap anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan Ibrani. Namun karena mereka memiliki hati yang takut akan Allah maka mereka memilih untuk tidak melakukan perintah raja Mesir tersebut. Sebaliknya mereka membiarkan bayi-bayi itu tetap hidup. Sebagai akibat, Allah berbuat baik terhadap kedua bidan itu dan memberkati mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Ketika orang menekan Anda untuk melakukan hal yang jahat, apakah yang akan Anda lakukan? Mengapa?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, teguhkanlah imanku terhadap firman-Mu. Sehingga ketika aku diperhadapkan kepada pilihan antara melakukan kehendak manusia dengan melakukan perintah-Mu, aku akan memilih untuk menaati perkataan-Mu. Sanggupkanlah diriku untuk membuat pilihan-pilihan yang benar sesuai dengan tuntunan firman-Mu. Penuhi hatiku dengan rasa takut kepada-Mu sehingga aku mengutamakan kehendak-Mu lebih dari bujukan ataupun ancaman manusia yang bermaksud membawa diriku menyimpang dari jalan-jalan-Mu. Tuhan, tolonglah diriku dengan anugerah-Mu.

 

Ya, Sang Penuntun yang membawaku kepada kehidupan, aku berterima kasih untuk hari ini. Engkau telah menolong diriku untuk hidup di dalam kehidupan yang berguna dan mulia dengan membuka kesempatan-kesempatan yang berharga bagiku. Aku berterima kasih untuk penyertaan-Mu di dalam setiap langkah yang aku tempuh pada hari ini. Engkau menutup pintu yang salah dan membuka pintu untuk jalan yang benar. Engkau menyertai diriku dengan kebaikan dan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan. Kepada-Mu ya Tuhan Yesus, Sang Penolong dan Penuntun hidupku aku bersyukur dan berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.