Sabtu, 27 Januari 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku. (Mazmur 59:10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, 4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!" 5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. (Matius 27:3-5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Selama kita masih hidup sesungguhnya tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada jalan yang benar. Seberapa jauhpun kita telah tersesat begitu kita menyadarinya sebenarnya kita masih memiliki kesempatan untuk berbalik ke arah yang tepat. Oleh sebab itu sejauh apapun Anda telah menyimpang dari jalan Tuhan, jangan pernah berkata "sudah terlanjur" dan kemudian tetap hidup di jalan yang salah tersebut. Jika Tuhan masih menyadarkan Anda akan kesalahan Anda, hal ini menunjukkan bahwa Dia masih memberi Anda kesempatan untuk kembali kepada jalan-Nya yang benar.

 

Sayang bukan itulah yang dilakukan oleh Yudas. Di dalam Matius 27 dicatat bahwa ia menyadari dirinya telah berdosa dengan menyerahkan Yesus ke tangan para pemuka agama Yahudi. Ia menyesali perbuatannya. Namun sebaliknya dari berbalik memohon pengampunan Tuhan ia meneruskan perbuatannya yang keliru itu dengan mengakhiri hidupnya sendiri. Seharusnya tidak ada kata terlambat bagi dirinya untuk kembali kepada Tuhan, tetapi ia membuang kesempatan itu. Oleh sebab itu selama Tuhan masih membuka jalan kepada Anda untuk kembali kepada-Nya jangan sia-siakan kesempatan tersebut.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Hari ini apakah Roh Kudus menyadarkan Anda tentang jalan yang salah yang telah Anda tempuh? Apakah yang harus Anda lakukan untuk menanggapi-Nya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur kalau Engkau masih mau menegur diriku ketika aku melakukan kesalahan dan berbuat dosa. Aku juga bersyukur karena melalui Roh Kudus, Engkau menyadarkan diriku akan kesalahan dan pelanggaran yang aku lakukan terhadap perintah-perintah-Mu. Berikan kepadaku kekuatan dan keteguhan hati untuk berhenti dari melakukan hal yang salah. Anugerahi diriku keberanian untuk bersedia kembali kepada jalan yang benar, yaitu jalan yang sesuai dengan kehendak-Mu.

 

Aku juga berterima kasih karena Engkau telah mengantar diriku memasuki hari ini. Aku percaya bahwa setiap hari Engkau selalu menyediakan kebaikan dan kesempatan yang baru kepadaku. Ajar diriku untuk bersikap peka dan mampu melihat kemungkinan-kemungkinan baru yang Engkau bukakan bagi diriku dan tidak menyia-nyiakan anugerah-Mu itu. Namun oleh pertolongan-Mu akan mampu mengisinya secara bertanggung jawab dengan seluruh kemampuan yang Engkau berikan kepadaku. Tuhan, aku mempercayakan hari ini ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang Pemurah aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 27

Mazmur 27

Keluaran 3-4

 


  

Sabtu, 27 Januari 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN! (Mazmur 31:25)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? (Mazmur 27:1)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah benteng hidupku. Menghadapi segala keadaan aku tidak perlu merasa takut karena sesungguhnya aku berada di dalam perlindungan-Mu. Walaupun orang berusaha mencelakakan diriku namun aku percaya Engkau tidak akan membiarkan aku menghadapinya seorang diri. Engkau selalu besertaku. Itu sebabnya aku berani menghadapi setiap masalah dan kesulitan yang menghadang, karena Engkulah penyelamatku yang menerangi hidupku.

 

Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan untuk kebaikan-kebaikan-Mu yang selalu aku rasakan dan alami di dalam hidupku. Terima kasih Engkau telah membimbing diriku sampai kepada siang ini. Tolonglah aku agar perilaku dan perbuatanku di sepanjang hari ini dapat menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku. Engkau telah memberkati aku, itu sebabnya jadikan diriku sebagai saluran berkat bagi orang yang lain. Di dalam nama Yesus, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 27 Januari 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66-8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir." 11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" 12 Lalu firman-Nya: "Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini." (Keluaran 3:10-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Jika Tuhan yang menyuruhnya beranilah untuk melakukannya walaupun itu di luar kemampuan Anda. Kalau Anda hanya melakukan hal-hal yang sesuai atau di bawah kemampuan Anda, maka kemampuan Anda tidak akan berkembang. Itu sebabnya kalau Allah menyuruh Anda untuk melakukan hal yang di luar kemampuan diri Anda, taatilah perintah-Nya. Jangan membatasi diri dengan keterbatasan Anda, dan oleh karenanya Anda menolak perintah-Nya. Anggaplah perintah-Nya itu sebagai kesempatan yang Ia berikan untuk memperbesar kapasitas Anda.

 

Hal itulah yang dialami Musa. Seperti yang dicatat di dalam Keluaran 3, Allah menyuruh dirinya untuk menemui Firaun dan meminta agar raja Mesir itu membebaskan orang Israel. Semula Musa menolak perintah Tuhan tersebut dengan alasan karena terbatasnya kemampuan dirinya untuk berbicara. Hanya sesudah Allah mendesak dan mengingatkan Musa bahwa Ia akan menyertai dirinya barulah Musa berani menerima tugas tersebut. Sebagai akibat, dari seorang yang seharusnya sampai akhir hayatnya hidup sebagai gembala domba milik ayah mertuanya Musa berubah menjadi seorang pemimpin bangsa.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagimana seharusnya Anda menyikapi perintah Tuhan yang Anda pandang berada di luar kemampuan Anda untuk melakukannya? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampuni aku jikalau aku pernah tidak menaati firman-Mu ataupun menolak tugas yang Engkau berikan kepadaku karena merasa tidak mampu untuk melakukannya. Hari ini melalui firman-Mu Engkau menyadarkan diriku bahwa jika Engkau menyuruh aku melakukan kehendak-Mu, maka Engkau juga akan melengkapi serta menyertai diriku agar mampu untuk mengerjakannya. Tuhan, penuhi hatiku dengan keyakinan bahwa Engkau setia kepada janji-Mu dan berikan kepadaku keberanian untuk menaati firman-Mu.

 

Aku juga berterima kasih karena Engkau telah menuntun diriku sampai dengan saat ini. Engkau senantiasa menyertai diriku dan tidak pernah meninggalkan aku. Aku menyerahkan hari esok ke dalam tangan-Mu. Sama seperti Engkau telah menolong aku pada hari ini aku juga percaya bahwa esok Engkau juga akan tetap menolong diriku. Di dalam lindungan-Mu aku merasakan damai sejahtera. Di dalam nama Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.