Kamis, 27 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! (Mazmur 115:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. 2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar. 3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." 4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." (Lukas 4:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup yang berpegang pada firman Allah merupakan kunci untuk menang atas pencobaan. Kemenangan atas pencobaan tidak didapat dari metode atau kiat-kiat yang ditawarkan oleh dunia ini, dan juga tidak ditentukan dari kehebatan diri kita sendiri. Tetapi gunakanlah firman Allah sebagai senjata untuk melawan godaan Iblis. Sebab godaan Iblis selalu bertujuan untuk mengelabui kita sehingga kita mengambil keputusan yang salah, yaitu keputusan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Hanya dengan berpegang kepada firman-Nya kita dapat menang atas setiap pencobaan.

 

Di dalam Lukas 4 diceritakan bagaimana Yesus dapat menang atas pencobaan yang dilakukan Iblis kepada-Nya. Iblis mencobai Yesus ketika Ia dalam keadaan lapar setelah berpuasa selama empat puluh hari. Iblis berusaha mengelabui Yesus dengan menyuruh Yesus untuk mengubah batu menjadi roti agar dapat dimakan. Namun Yesus meresponi godaan Iblis tersebut dengan mengutip firman Allah yang tertulis di dalam Ulangan 8:3. Hal ini menunjukkan bagaimana Yesus berpegang kepada firman Allah untuk melawan pencobaan Iblis.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pernahkan Anda dikelabui si Iblis sehingga Anda tidak melakukan kehendak Tuhan? Mengapa hal tersebut dapat terjadi?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, hanya dengan berpegang pada firman-Mu saja, aku memperoleh kemenangan atas setiap cobaan dan masalah dalam hidupku. Kebenaran yang berasal dari firman-Mulah yang menolong aku keluar dari setiap kesulitan. Hidup berjalan dalam kehendak-Mu akan meluputkan diriku dari setiap godaan dan pencobaan serta mengalami kemenangan. Ampunilah diriku yang acapkali mengikuti dorongan keinginanku yang tak selaras dengan kehendak-Mu yang pada akhirnya malah menjerumuskanku semakin menjauh dari jalan-jalan-Mu. Baharuilah hatiku dengan Roh Kudus dan firman-Mu agar aku dapat senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu, dan berpegang teguh pada kebenaraan firman-Mu.

 

Mengawali hari ini aku datang ke hadapan-Mu. Aku bersyukur atas kasih setia-Mu dalam hidupku yang tak pernah berkesudahan dan selalu baru setiap pagi. Dalam hikmat-Mu yang tak terbatas, tolonglah diriku untuk dapat membedakan mana yang merupakan kehendak-Mu dan mana yang berasal dari tipu daya Iblis sehingga aku dapat membuat pilihan yang benar. Hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu dan menjadi saksi-Mu. Sehingga hidup yang kujalani sepanjang hari ini menjadi bermakna. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Penuntun Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 4

Amsal 28

Ayub 36-37


  

Kamis, 27 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

20 Pujilah TUHAN, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya. 21 Pujilah TUHAN, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya. 22 Pujilah TUHAN, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! (Mazmur 103:20-22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda. (Amsal 28:1)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau tempat perlindunganku yang teguh untuk selama-lamanya. Bagaikan batu karang yang tetap tegak berdiri walau diterjang gelombang badai yang dahsyat demikianlah Engkau menjadi batu karang perlindunganku. Dalam perlindungan-Mu aku merasa aman dan damai sehingga tidak ada yang perlu aku takutkan dan kuatirkan. Walaupun diriku berada dalam lembah kekelaman sekalipun, aku tetap percaya Engkau senantiasa besertaku. Kepada-Mu aku mempercayakan hidupku dan masa depanku.

 

Dengan penuh rasa syukur kembali aku menghadap takhta kasih karunia-Mu karena Engkau setia menyertai diriku. Tuhan, di dalam penyertaan-Mu aku tidak pernah kekurangan karena Engkau dapat kuandalkan. Aku memohon pertolongan-Mu dalam menunaikan semua tugas dan tanggung jawabku sebagaimana semestinya dan berkatilah diriku dengan keberhasilan. Dengan demikian hidupku dapat membawa dampak yang positif bagi sesamaku dan memuliakan nama-Mu. Lindungilah aku dari segala melapetaka dan luputkanlah diriku dari segala niat jahat orang lain. Di dalam nama Yesus Kristus, Pelindung hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 27 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku, janganlah bersembunyi terhadap permohonanku! 3 Perhatikanlah aku dan jawablah aku! (Mazmur 55:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

23 Siapakah akan menentukan jalan bagi-Nya, dan siapa berani berkata: Engkau telah berbuat curang? 24 Ingatlah, bahwa engkau harus menjunjung tinggi perbuatan-Nya, yang selalu dinyanyikan oleh manusia. 25 Semua orang melihatnya, manusia memandangnya dari jauh. 26 Sesungguhnya, Allah itu besar, tidak tercapai oleh pengetahuan kita, jumlah tahun-Nya tidak dapat diselidiki. (Ayub 36:23-26)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Keterbatasan kita di dalam memahami Tuhan seharusnya tidak boleh mengurangi kepercayaan kita kepada-Nya. Sebagai manusia, kita cenderung memikirkan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Terlebih lagi ketika kita mengalami penderitaan atau kesulitan yang menurut kita tidak sepatutnya kita dapatkan. Di saat seperti ini, kita perlu menyadari keterbatasan diri kita di dalam memahami Tuhan serta menyerahkan diri kita sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan. Hanya dengan demikian, kita tidak akan meragukan rencana Tuhan di dalam hidup kita, yaitu rencana yang terbaik bagi hidup kita.

 

Sebagaimana dicatat di dalam Ayub 36, Ayub meragukan keadilan Tuhan atas dirinya karena penderitaan yang dialaminya. Ayub merasa tidak berbuat suatu kesalahan yang mengakibatkan dirinya pantas mengalami penderitaan yang begitu berat. Di situ Elihu berusaha menyadarkan Ayub bahwa sama seperti manusia yang lainnya, Ayub adalah pribadi yang terbatas untuk memahami Tuhan. Oleh karena itu, Elihu mengajukan pertanyaan retorik, yaitu bagaimana mungkin sebagai pribadi yang terbatas, manusia dapat menentukan jalan bagi Tuhan dan dapat berkata Tuhan telah berbuat curang. Allah itu terlalu besar untuk dapat dipahami dengan pengetahuan manusia yang terbatas.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang membuat Anda seringkali meragukan rencana Tuhan dalam hidup Anda? Apakah yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, berikan aku kerendahan hati untuk menyadari keterbatasan diriku bahwa sesungguhnya manusia tidak akan pernah dapat memahami Engkau yang mahabesar dan mahamulia. Walaupun demikian janganlah hal itu mempengaruhi kadar kepercayaanku kepada-Mu. Tolonglah aku untuk tetap mempercayai-Mu meskipun sulit bagiku untuk memahami rencana-Mu. Aku percaya rencana-Mu senantiasa adalah yang terbaik dan sempurna bagi hidupku. Tuntunlah diriku untuk selalu berserah dan taat kepada kehendak-Mu serta meneguhkan hati dalam mengikuti perintah-perintah-Mu.

 

Apapun yang kualami hari ini aku tetap percaya Engkaulah yang memegang kendali atasnya. Dalam ketidakterbatasan kasih dan kuasa-Mu Engkau campur tangan untuk mendatangkan kebaikan bagiku indah pada waktunya. Oleh karena itu aku mempersembahkan semua yang telah kukerjakan hari ini ke dalam tangan-Mu, dan sempurnakanlah ya Tuhan sehingga membuahkan hasil yang maksimal dan memuliakan nama-Mu. Sebagaimana Engkau telah menyertai diriku di hari-hari yang telah lewat, Engkau juga akan melanjutkan penyertaaan-Mu bagiku di hari-hari mendatang. Aku menyerahkan masa depanku kepada-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Khalik langit dan bumi, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.