Rabu, 26 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku! 4 Jangan condongkan hatiku kepada yang jahat, untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang fasik bersama-sama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan; dan jangan aku mengecap sedap-sedapan mereka. (Mazmur 141:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit 22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." 23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli. (Lukas 3:21-23)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Penerimaan Allah memungkinkan kita untuk hidup berkemenangan atas semua tantangan kehidupan yang menghadang. Memang salah satu kebutuhan terbesar dalam hidup manusia adalah penerimaan diri. Selama orang belum dapat menerima dirinya sendiri maka ia akan berupaya dengan segala cara agar dapat diterima oleh lingkungannya. Bahkan tak jarang ia mengorbankan kebenaran serta hidup berkompromi terhadap kemelencengan hanya demi dapat diterima oleh lingkungannya. Namun tidak demikian halnya dengan orang yang memahami bahwa Allah menerima dirinya. Karena Allah menerima dirinya maka yang bersangkutan akan dapat menerima dirinya sendiri, dan tidak berputus asa karena tantangan yang sebesar apapun yang ia alami di dalam hidupnya.

 

Kehidupan Yesus merupakan contoh dari pentingnya penerimaan Allah ini. Di dalam Lukas 3 dicatat, Yesus mengawali pelayanan-Nya dengan memberikan diri-Nya untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Di saat itu terdengar suara Allah Bapa yang berkata: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Penerimaan Allah Bapa ini meneguhkan pengenalan Kristus tentang identitas diri-Nya yang sebenarnya. Sehingga ketika Iblis mencobai diri-Nya di padang gurun, yaitu dengan maksud untuk membuat Ia meragukan identitas diri-Nya, Yesus dapat mengatasi pencobaan tersebut. Singkat kata, penerimaan Allah atas diri kita memungkinkan kita untuk hidup berkemenangan atas tantangan yang menghadang diri kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda meyakini bahwa Allah di dalam kasih-Nya telah menerima Anda sebagai anak-Nya? Apakah bukti dari keyakinan Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa surgawi, aku bersyukur kepada-Mu sebab Engkau menerima diriku sebagai anak-Mu. Engkau berjanji untuk menerima semua orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan sebagai anak-anak-Mu. Oleh anugerah-Mu itu aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhanku. Oleh karena itu Engkau menerima diriku sebagai anak-Mu bukan karena aku layak untuk itu, namun hanya karena anugerah-Mu yang mulia bagi hidupku. Penerimaan-Mu itu telah mengangkat harkat diriku. Sebab sebagai anak-Mu aku memiliki hari depan yang terjamin secara pasti, yaitu bahwa diriku adalah ahli waris dari kerajaan-Mu. Jaminan yang memampukan diriku untuk menghadapi semua tantangan dengan berkemenangan.

 

Mengawali hari ini aku memohon sertailah diriku di dalam mengemban semua tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan kepadaku. Sebagaimana yang dialami oleh seorang anak yang berjalan dengan bapanya, demikianlah di dalam penyertaan-Mu aku merasakan damai sejahtera dan sukacita yang penuh. Penyertaan-Mu itu juga memampukan diriku untuk berkarya secara maksimal dengan melampaui keterbatasan diriku. Berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Tuntunlah aku dengan hikmat-Mu agar aku mampu mengambil keputusan dengan benar dan berdampak positif bagi sesamaku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Jalan kepada kehidupan, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 3

Amsal 27

Ayub 34-35


  

Rabu, 26 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. (Mazmur 66:16)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi. 6 Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. 17 Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Amsal 27:5-6, 17)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku percaya akan kedaulatan-Mu di dalam mengatur jalan hidupku. Dengan kuasa-Mu yang tidak terbatas Engkau turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi diri-Mu. Oleh sebab itu berikanlah kepadaku kerendahan hati untuk bersedia menerima teguran dari orang-orang bermaksud menjaga jiwaku dari melangkah ke jalan yang salah. Di dalam kerendahan hati itu mampukan diriku untuk menerima pembentukan-Mu melalui orang-orang yang ada di sekitarku. Tolonglah diriku agar senantiasa menyadari bahwa di balik setiap peristiwa yang kualami sesungguhnya tangan-Mu sedang mengasah hidupku agar menjadi seperti kehendak-Mu.

 

Di siang hari ini kembali aku menghadap takhta anugerah-Mu dengan membawa ucapan syukurku kepada-Mu. Aku bersyukur atas kebaikan-Mu yang tidak berkesudahan di dalam menyertai diriku, termasuk di saat aku harus menghadapi masa yang tidak mudah. Tidak sekalipun Engkau membiarkanku ataupun meninggalkanku. Kasih setia-Mu selalu menopang hidupku. Tuhan, pakailah diriku menjadi saluran kebaikan-Mu bagi orang-orang di sekitarku agar mereka yang belum percaya kepada-Mu dapat belajar mengenal-Mu. Dengan demikian hidupku dapat menjadi saksi yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang membentuk hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 26 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah lambat datang! (Mazmur 70:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Oleh sebab itu, kamu orang-orang yang berakal budi, dengarkanlah aku: Jauhlah dari pada Allah untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk berbuat curang. 11 Malah Ia mengganjar manusia sesuai perbuatannya, dan membuat setiap orang mengalami sesuai kelakuannya. 12 Sungguh, Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan. (Ayub 34:10-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kita dapat mengandalkan Allah di dalam segala keadaan, sebab Dia adalah pribadi yang dapat dipercaya. Merupakan suatu kenyataan bahwa tidak banyak orang yang benar-benar dapat kita andalkan, sebab tidak banyak orang sungguh-sungguh dapat dipercaya. Tak dapat dipungkiri bahwa pada umumnya hati manusia dipenuhi dengan kecurangan. Itu sebabnya bila kita secara gegabah mengandalkan manusia, yaitu tanpa memeriksa sejauh mana ketulusan hati yang bersangkutan, kita pasti akan dikecewakan. Tetapi tidak demikian halnya dengan Tuhan. Ia adalah pribadi yang hati-Nya tulus sehingga dapat diandalkan. Dengan demikian orang yang berharap kepada-Nya tidak akan pernah dikecewakan-Nya.

 

Bahwasanya Allah adalah pribadi yang dapat dipercaya, itulah yang antara lain dikemukakan di dalam Ayub 34. Di situ dicatat perkataan Elihu, salah seorang sahabat Ayub, yaitu bahwa "Allah tidak berlaku curang, Yang Mahakuasa tidak membengkokkan keadilan." Artinya Tuhan berhati tulus dan tidak pernah Ia bermaksud yang jahat terhadap siapapun juga. Oleh sebab itu di masa yang sesukar apapun juga, sama seperti yang dialami oleh Ayub, kita tetap dapat mengandalkan Tuhan. Keyakinan bahwa Tuhan adalah pribadi yang dapat diandalkan ini memungkinkan diri kita untuk melewati semua keadaan tanpa merasa kecewa kepada-Nya. Bahkan kita dapat menghadapi semua tantangan dengan sikap hati yang berkemenangan, karena yakin bahwa iman kita kepada-Nya tidak akan sia-sia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pernahkah Anda merasa ragu terhadap ketulusan hati Tuhan? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi rasa ragu tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan di segala keadaan. Karena hati-Mu tulus, dan tiada kecurangan, itu sebabnya Engkau selalu dapat dipercaya. Di dalam ketidakterbatasan dari kasih dan kuasa-Mu Engkau sanggup mengatur segala perkara dan menjadikannya sesuai dengan rencana-Mu. Sungguh besar dan ajaib segala perbuatan-Mu serta adil dan benar segala jalan-Mu. Ampunilah diriku yang acapkali meragukan kebaikan-Mu, yaitu ketika hidupku tidak berjalan seperti yang kuharapkan. Padahal jalanku bukanlah jalan-Mu, dan rancanganku tidak selalu sama dengan rancangan-Mu. Tuhan, teguhkanlah imanku kepada-Mu.

 

Aku bersyukur atas penyertaan dan pertolongan-Mu yang kualami di sepanjang hari ini. Di dalam setiap tantangan dan kesulitan Engkau tidak pernah meninggalkan dan membiarkan diriku untuk menghadapinya seorang diri. Engkau berkenan menyertai diriku sehingga aku mampu melewati masa yang tidak mudah tersebut dengan hati yang berkemenangan. Tuhan, sebagaimana Engkau telah menunjukkan kebaikan-Mu di hari-hari yang lampau aku percaya bahwa Engkau akan tetap memelihara hidupku di setiap waktu. Di dalam iman kepada-Mu aku menyerahkan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.