Selasa, 25 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 5 Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. 6 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. (Mazmur 67:4-6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." (Lukas 2:8-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kehadiran Kristus di dunia merupakan wujud dari anugerah yang besar dari Allah bagi seluruh umat manusia. Apabila pada umumnya manusia membeda-bedakan orang berdasarkan tingkat sosial mereka, tidak demikian halnya dengan Allah. Jika kebanyakan manusia memperlakukan orang yang kaya secara istimewa, dan mengabaikan orang yang miskin serta sederhana, tidak demikian halnya dengan Allah. Kasih-Nya tidak terbatas, dan tidak tergantung kepada derajat sosial manusia. Itu sebabnya Ia menerima semua orang, dan melalui Kristus Ia menyediakan anugerah-Nya bagi mereka.

 

Besarnya anugerah Allah di dalam Kristus bagi semua orang ini antara lain dicatat di dalam Lukas 2. Di situ ditulis bahwa Ia yang mahamulia sengaja memilih untuk lahir di tempat yang sederhana, yaitu kandang tempat palungan berada. Bila Ia lahir di istana maka hanya para bangsawan yang dapat berjumpa dengan diri-Nya. Bila Ia lahir di hotel yang mewah maka hanya orang kaya yang dapat bertemu dengan Dia. Namun karena Kristus lahir di kandang maka para gembala yang sederhana dapat menjumpai diri-Nya. Singkat kata, melalui Kristus Allah menunjukkan anugerah-Nya yang besar dan yang menyelamatkan bagi seluruh umat manusia, tanpa memandang latar belakang mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila Allah di dalam Kristus bersedia menerima semua orang, lalu apakah yang menghalangi orang untuk mengalami anugerah-Nya? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa surgawi, hari ini di saat orang mengingat dan merayakan kelahiran Yesus Kristus di dunia, aku mengucap syukur kepada-Mu. Sebab di dalam Kristus Engkau telah menunjukkan kasih-Mu bagi semua orang. Di dalam kasih-Mu yang besar Engkau menerima diriku untuk berjumpa dengan kasih-Mu. Aku yang tidak layak karena keberdosaanku, Engkau layakkan dengan augerah-Mu untuk berjumpa dengan Kristus di dalam iman. Perjumpaan di dalam iman yang menghapuskan dosa-dosaku, membuka pintu pengampunan dan pemulihan bagi hidupku. Sungguh besar anugerah-Mu bagi diriku.

 

Tuhan, aku memohon pengampunan-Mu atas kecongkakan hatiku yang telah menghalangi diriku untuk senantiasa berjumpa dengan diri-Mu. Aku memohon agar Engkau menolong diriku untuk senantiasa menyadari betapa besarnya kasih-Mu bagi diriku, manusia yang sesungguhnya tidak pantas untuk dikasihi ini. Sebab di dalam kasih-Mu yang mulia itu aku menerima masa depan yang baru, serta berjalan di dalam kehidupan yang baru, indah, penuh dengan makna dan tidak sia-sia. Tuhan, aku memohon agar hari ini, di saat aku mengingat dan mensyukuri kehadiran-Mu di dunia, Engkau membaharui imanku kepada-Mu. Tuntunlah hidupku agar semua yang kukerjakan hari ini berkenan kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 2

Amsal 26

Ayub 32-33


  

Selasa, 25 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; (Mazmur 59:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Jika engkau melihat orang yang menganggap dirinya bijak, harapan bagi orang bebal lebih banyak dari pada bagi orang itu. 13 Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!" 14 Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya. (Amsal 26:12-14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau yang mahamulia dengan rendah hati telah datang di dunia, hadir dan lahir di dalam diri Yesus Kristus, Juruselamatku. Tolonglah diriku untuk senantiasa hidup di dalam kerendahan hati seperti diri-Mu, dan tidak menganggap diriku bijak sehingga merasa tidak memerlukan diri-Mu. Tuhan, tolonglah diriku untuk tidak hidup bermalas-malasan, namun mengisi kehidupan baru yang Engkau berikan kepadaku secara bertanggung jawab, yaitu dengan hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Oleh pertolongan Roh-Mu mampukanlah diriku untuk hidup di dalam kehidupan yang penuh dengan makna dan tidak sia-sia.

 

Pada hari ini, yaitu di hari umat-Mu merayakan kelahiran-Mu, aku berdoa untuk orang-orang yang belum mengalami anugerah keselamatan yang dari pada-Mu. Pakailah diriku untuk menjadi saksi yang memberitakan kasih-Mu kepada mereka yang belum mengenalnya, baik melalui perkataan, perbuatan dan tingkah lakuku sehari-hari. Aku berdoa agar pada hari ini banyak orang yang menerima anugerah-Mu, sehingga masa lalu mereka yang kelam dihapuskan, dan mereka berjalan menyongsong masa depan baru yang Engkau sediakan bagi semua orang yang percaya kepada-Mu. Ya Yuhan, penuhilah hati umat-Mu dengan sukacita-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 25 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! 2 Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. 3 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. (Mazmur 96:1-3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

14 Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. 15 Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam, bila orang nyenyak tidur, bila berbaring di atas tempat tidur, 16 maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran 17 untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang, 18 untuk menahan nyawanya dari pada liang kubur, dan hidupnya dari pada maut oleh lembing. (Ayub 33:14-18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah mengungkapkan firman-Nya dengan berbagai cara, dan semuanya itu dengan satu tujuan yang sama yaitu untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya. Ada berbagai cara yang dilakukan orang untuk mengungkapkan isi hatinya. Ia dapat mengutarakannya melalui lagu yang ia nyanyikan, lukisan yang ia guratkan, mimik wajah dan berbagai cara lainnya. Melalui semua itu orang menyatakan niatan dan pikiran yang ada di dalam hatinya. Demikian juga dengan Tuhan. Ia mengungkapkan isi hati-Nya melalui firman-Nya dengan berbagai cara. Sedangkan karena hati Tuhan semata-mata berisikan kebaikan, itu sebabnya firman yang Ia sampaikan juga hanya dengan satu tujuan yaitu demi kebaikan bagi umat-Nya.

 

Bahwasanya Allah mengungkapkan isi hatinya dengan berbagai cara, hal itu ditulis di dalam Ayub 33. Di situ diutarakan bahwa Allah menyampaikan firman-Nya melalui mimpi, penglihatan, termasuk teguran dan tindakan yang mengejutkan manusia. Semuanya itu Ia lakukan untuk untuk menahan nyawa manusia dari liang kubur, dan menjaga hidupnya dari maut. Artinya hal itu adalah demi kebaikan manusia. Demikian pula dengan tindakan-Nya dalam menghadirkan Yesus, Sang Firman yang hidup, di dunia. Yesus datang untuk mengungkapkan isi hati Allah dan untuk mendatangkan keselamatan bagi umat manusia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda menyambut Yesus Kristus, Sang Firman yang hidup, di dalam hidup Anda? Untuk itu, apakah yang Anda lakukan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau, Sang Firman yang hidup, telah rela hadir dan lahir di dunia sehingga aku dapat mengalami keselamatan yang dari pada-Mu. Melalui Kristus Engkau telah menahan nyawaku dari liang kebinasan, dan hidupku dari maut yaitu perpisahan dengan diri-Mu untuk selama-lamanya. Dengan anugerah-Mu yang mulia Engkau telah memperdamaikan diriku dengan diri-Mu, dan memenuhi hatiku dengan damai sejahtera. Sehingga dengan demikian aku dapat hidup di dalam sukacita yang sejati, sebab Engkau telah menghapus kegelapan dari hidupku dan menerbitkan terang pengharapan bagi jiwaku.

 

Dengan merendahkan hati di hadapan-Mu, di dalam iman aku menyambut kehadiran-Mu di dalam hidupku. Tuhan, luruskanlah hatiku agar aku hidup sesuai dengan firman-Mu. Oleh pertolongan Roh Kudus-Mu bawalah diriku berbalik dari jalan hidup yang jahat dan berjalan di dalam kehidupan yang memuliakan nama-Mu. Di dalam penuh pengharapan kepada-Mu aku menaruhkan hidupku ke dalam genggaman tangan-Mu. Aku percaya bahwa Engkau akan menjaga dan memelihara diriku seperti biji mata-Mu sendiri. Ya Tuhan, tuntunlah hidupku kepada hari depan yang telah Engkau rencanakan bagi diriku. Di bawah naungan anugerah-Mu aku berlindung. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Firman Allah yang hidup, aku bersyukur dan berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.