Senin, 24 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! (Mazmur 57:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." (Lukas 1:30-33)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesempatan untuk terlibat di dalam rencana Allah merupakan suatu anugerah yang mulia dan yang tidak patut untuk disia-siakan. Anugerah, atau kasih karunia, merupakan kebaikan Tuhan yang kita alami bukan karena kita ini atau itu, dan bukan karena kita berbuat begini atau begitu. Artinya anugerah tersebut kita alami bukan karena kebaikan ataupun perbuatan baik yang kita kerjakan, namun semata-mata karena kebaikan Tuhan. Oleh sebab itu apabila Tuhan melibatkan kita di dalam rencana-Nya, itu merupakan suatu anugerah sebab sesungguhnya kita tidak pantas untuk mengalaminya. Anugerah yang harus disambut dengan sikap rendah hati dan tanggung jawab, agar tidak sia-sia.

 

Anugerah yang mulia itulah yang dialami oleh Maria. Sebagaimana yang dicatat di dalam Lukas 1, malaikat berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah." Wujud dari kasih karunia atau anugerah tersebut adalah panggilan Tuhan bagi dirinya untuk terlibat di dalam rencana-Nya, yaitu untuk menghadirkan Yesus di dunia. Artinya, apabila Tuhan melibatkan Maria ke dalam rencana-Nya, yaitu untuk menjadi perempuan yang melahirkan Sang Juruselamat, itu adalah karena anugerah-Nya. Anugerah yang disambut oleh Maria dengan kerendahan hati dan penyerahan diri, sehingga tidaklah menjadi sia-sia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah wujud dari anugerah yang Allah berikan kepada diri Anda? Bagaimana Anda telah menanggapinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang baik, aku bersyukur karena dengan anugerah-Mu Engkau telah memanggil diriku untuk terlibat di dalam rencana-Mu, khususnya rencana keselamatan yang Engkau genapi di dalam diri Yesus Kristus. Tanpa anugerah-Mu itu aku akan berjalan di dalam kegelapan dan kebinasaan. Namun karena anugerah-Mu aku dapat mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Oleh anugerah-Mu itu pula Engkau memanggil diriku untuk hidup di dalam kehidupan yang penuh makna dan tidak sia-sia, hidup menjadi berkat bagi sesamaku, memuliakan nama-Mu dan tidak mendukakan hati-Mu.

 

Dengan mengingat kehadiran-Mu di dunia di dalam Yesus Kristus dua ribu tahun yang lampau aku bersyukur kepada-Mu. Sebab oleh anugerah-Mu itulah aku mengalami keselamatan dari kebinasaan dan diselamatkan untuk hidup di dalam persekutuan yang indah dengan diri-Mu. Di dalam rasa syukurku kepada-Mu aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Bimbinglah diriku di setiap langkah kehidupan yang akan kuambil agar diriku senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. Pakailah diriku sebagai alat-Mu untuk menyalurkan kasih-Mu kepada orang-orang yang ada di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Memohon Rahmat Tuhan

 

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, berilah kami damai-Mu

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 1

Amsal 25

Ayub 29-31

 

 

 


  

Senin, 24 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

7 Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! 8 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! 9 Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan (Mazmur 96:7-9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Jangan berlagak di hadapan raja, atau berdiri di tempat para pembesar. 7 Karena lebih baik orang berkata kepadamu: "Naiklah ke mari," dari pada engkau direndahkan di hadapan orang mulia. 28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya. (Amsal 25:6-7a, 28)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, sebagaimana Engkau adalah pribadi yang rendah hati, ajarlah diriku untuk juga hidup di dalam kerendahan hati. Di dalam kerendahan hati Engkau yang mahamulia telah rela hadir di dunia sebagai seorang manusia. Di dalam kerendahan hati Engkau telah rela menderita sengsara dan mati di dalam kehinaan di kayu salib bagi diriku manusia yang berdosa. Penuhilah diriku senantiasa dengan Roh-Mu agar aku dapat hidup mengendalikan diri, bukan dengan kekuatanku sendiri, namun oleh pertolongan Roh-Mu yang Kudus itu. Sehingga dengan demikian aku dapat hidup memuliakan nama-Mu dan mengisi hidup ini dengan kehidupan yang bertanggung jawab sebagaimana seharusnya.

 

Pada siang hari ini dengan iman dan pengharapan kepada-Mu aku memohon tuntunan dan penyertaan-Mu di dalam hidupku di sepanjang hari ini. Aku menyadari betapa diriku sangat memerlukan hikmat-Mu di dalam membuat keputusan-keputusan yang harus kuambil di dalam hidupku. Penyertaan-Mu memampukan diriku untuk melewati setiap tahap di dalam kehidupanku di dalam damai sejahtera, bukan berdasarkan kemampuanku yang terbatas namun oleh pertolongan hikmat dan kuasa-Mu yang tidak terbatas. Kepada-Mu aku berharap dan di dalam nama-Mu, yaitu nama Yesus Kristus, Tuhanku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 24 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. (Mazmur 25:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 "Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku, 3 ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap; 4 seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku; 5 ketika Yang Mahakuasa masih beserta aku, dan anak-anakku ada di sekelilingku; 6 ketika langkah-langkahku bermandikan dadih, dan gunung batu mengalirkan sungai minyak di dekatku." (Ayub 29:2-6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Anugerah yang terbesar dalam hidup manusia adalah kesediaan Tuhan untuk bergaul karib dengan dirinya. Sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk yang terbatas sedangkan Allah adalah pribadi yang mahamulia. Dari sisi itu saja sebenarnya tidak layak bagi manusia untuk berada dekat dengan Tuhan. Oleh sebab itu apabila Allah yang mahakudus rela bergaul karib dengan manusia yang hina, itu merupakan wujud dari anugerah-Nya yang terbesar. Anugerah yang disertai dengan berkat secara jasmani dan rohani, yaitu kebahagiaan yang sejati.

 

Anugerah yang sangat besar itulah yang dialami oleh Ayub. Sebagaimana yang ditulis di dalam Ayub 29, dicatat di situ Ayub mengingat tentang bagaimana Allah yang mahakuasa telah bergaul karib dengan dirinya. Ia juga mengingat kebaikan-kebaikan Allah yang dia alami oleh karena Tuhan menyertai dirinya. Ia berkata: "Di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap." Ingatan kepada anugerah Allah ini memungkinkan Ayub bertahan di dalam iman dan pengharapan ketika ia melewati masa yang sangat sukar di dalam hidupnya. Anugerah itulah yang kita alami di dalam Yesus, Sang Immanuel, yang artinya adalah Allah beserta dengan kita. Anugerah tersebut membawa kebahagiaan sejati dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda memelihara hubungan yang karib dengan Tuhan tersebut? Untuk itu, apakah yang telah Anda lakukan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, aku berterima kasih untuk anugerah-Mu yang terbesar di dalam hidupku, yaitu dapat mengenal Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupku. Sebab di dalam dan melalui diri-Nya Engkau menerima diriku yang terbatas ini, sehingga aku dapat memiliki relasi yang karib dengan diri-Mu yang mahamulia. Aku, manusia berdosa yang penuh dengan noda, Engkau perdamaikan dengan diri-Mu yang mahakudus dan tanpa cacat atau noda. Di dalam relasi yang dipulihkan tersebut Engkau melimpahkan semua kebaikan-Mu yang mulia, baik untuk kehidupanku di masa kini maupun di masa yang akan datang. Bapa yang baik, sungguh besar anugerah-Mu bagi diriku.

 

Aku bersyukur untuk kebaikan-Mu yang telah kualami di sepanjang hari ini. Tidak pernah berkesudahan kasih setia-Mu kepada umat-Mu. Tidak pernah Engkau mengingkari ataupun melupakan janji-janji-Mu yang mulia bagi anak-anak-Mu. Engkau senantiasa menggenapinya tepat pada waktu-Mu. Sementara umat-Mu merayakan ataupun menyiapkan hati untuk mengingat kelahiran Yesus Kristus di dunia pada dua ribu tahun yang lampau, penuhilah hati umat-Mu dengan sukacita dan damai sejahtera-Mu. Kepada Sang Raja Damai yang telah memperdamaikan diriku dengan Allah Bapa itu aku menyerahkan hidupku. Dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.