Jumat, 21 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. (Mazmur 65:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (1Korintus 13:4-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kasih seharusnya menjadi suatu ciri khas yang nampak dalam kehidupan setiap orang percaya. Melalui kasih yang senantiasa bertumbuh di dalam diri kita, orang-orang di sekitar kita dapat melihat sifat Kristus. Oleh karena itu, kasih harus diungkapkan di dalam sikap dan perbuatan kita, bukan sekadar perasaan dan perkataan kita. Kasih tersebut bersifat tidak mementingkan diri sendiri melainkan mengutamakan orang lain.

 

Pentingnya memiliki kasih inilah yang dikemukakan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus sebagaimana yang dicatat di dalam 1Korintus 13. Jemaat Korintus dianugerahkan Tuhan dengan berbagai karunia Roh yang luar biasa namun mereka kehilangan hal yang sangat penting di dalam kehidupan mereka, yaitu kasih. Rasul Paulus juga menjelaskan berbagai wujud dari kasih yang perlu dimiliki oleh setiap pengikut Kristus di dalam relasi mereka dengan sesamanya. Semua wujud dari kasih berfokus kepada orang lain bukan kepada diri sendiri. Hanya dengan demikian kasih tersebut bukan sekadar omong kosong belaka tetapi nyata di dalam kehidupan para pengikut Kristus.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda sudah mewujudkan kasih dalam sikap dan tindakan Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah terlebih dahulu mengasihi diriku, dan dari pada-Mu aku dapat belajar bagaimana caranya supaya aku memiliki kasih yang tulus. Aku menyadari begitu pentingnya kasih dalam kehidupanku sebagai seorang pengikut Kristus. Oleh karena itu, tolonglah aku ya Tuhan supaya aku dapat mewujudkan kasih tersebut secara nyata di dalam sikap dan tindakanku. Sehingga dimanapun aku berada, orang-orang di sekitarku dapat merasakan kasih yang nyata dalam hidupku dan nama-Mu dimuliakan atas kehidupanku. Aku bersyukur ya Tuhan untuk kasih-Mu yang tidak pernah habis-habisnya dalam hidupku, biarlah kasih-Mu terus-menerus mengalir seperti sungai yang senantiasa menyegarkan jiwaku.

 

Tuhan Yesus, bawalah diriku untuk semakin dekat kepada-Mu supaya hidupku membuahkan kasih seperti yang Engkau kehendaki. Roh Kudus, tolonglah aku untuk membagikan kasih yang aku miliki kepada orang-orang yang akan aku temui hari ini dalam sebuah tindakan nyata. Aku berdoa, melalui tindakan kasih yang aku lakukan, nama Tuhanlah yang dimuliakan. Aku menyerahkan kehidupanku sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Sumber Kasih, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Korintus 13

Amsal 22

Ayub 22-24


  

Jumat, 21 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba! Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar (Mazmur 80:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu. (Amsal 22:6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku bersyukur karena Engkau bersedia membimbing aku dalam jalan-jalan kebenaran-Mu. Aku menyadari bahwa tidak mungkin aku dapat hidup benar dengan mengandalkan kekuatanku sendiri. Oleh karena itu, berikanlah kepadaku hati yang lembut supaya aku senantiasa mau diajar untuk hidup benar sesuai dengan kehendak-Mu. Tuntunlah dan bimbinglah aku untuk hidup sebagaimana seharusnya aku hidup sebagai pengikut-Mu. Didiklah aku agar memiliki kedisiplinan rohani yang benar, sehingga aku terus hidup dalam kebenaran firman-Mu sampai pada masa akhir hidupku.

 

Tuhan Yesus, bawalah aku masuk dalam pengalaman-pengalaman rohani yang baru bersama dengan Engkau. Mampukan aku untuk tetap setia mengikuti jalan-jalan-Mu, seperti Engkau setia terhadap setiap janji-janji-Mu dan selalu menyertai aku baik di saat senang maupun susah. Tuhan, kesetiaan-Mu membuatku semakin menyadari bahwa Engkau adalah Allah yang hidup dan yang dapat kuandalkan. Aku menyerahkan seluruh kehidupanku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu yang penuh kasih. Aku percaya tidak ada yang mustahil bagi orang yang mengandalkan-Mu. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, aku membawa doa permohonanku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 21 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

21 Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik! 22 Sebab sengsara dan miskin aku, dan hatiku terluka dalam diriku. (Mazmur 109:21, 22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Tetapi Ia tidak pernah berubah - siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. 14 Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya. (Ayub 23:13, 14)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apapun yang kita alami tidak akan lepas dari kendali Tuhan. Dia adalah pribadi yang berdaulat atas seluruh alam semesta termasuk diri kita. Di dalam kedaulatan-Nya, Tuhan sanggup melaksanakan apapun yang Dia kehendaki atas diri kita termasuk memelihara hidup kita. Oleh karena itu, kita tidak perlu kuatir akan masa depan kita dan akan apa yang kita hadapi di depan kita karena kita percaya bahwa Dialah yang memegang kendali atas hidup kita. Hal yang perlu kita lakukan adalah percaya dan memasrahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya.

 

Sikap penyerahan diri kepada kehendak Tuhan inilah yang ditunjukkan oleh Ayub sebagaimana yang tercatat di dalam Ayub 23. Saat itu Ayub sedang dalam keadaan putus asa untuk mendapatkan jawaban Tuhan tentang penderitaan yang dia alami. Di tengah pergumulannya, Ayub menyadari bahwa Tuhanlah memegang kendali atas hidupnya. Tuhan berdaulat untuk mengatur hidupnya sesuai dengan apa yang dikehendaki-Nya. Meskipun Ayub tidak memahami sepenuhnya apa yang sedang terjadi atas dirinya, ia percaya bahwa tidak ada seorangpun yang mampu menggagalkan apa yang sudah Tuhan rancangkan atas hidupnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seringkali Anda kuatirkan di dalam hidup Anda? Apakah yang akan Anda lakukan untuk mengatasi kekuatiran Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku bersyukur karena Engkau berdaulat atas hidupku. Tidak ada satu hal apapun yang terjadi di dalam hidupku tanpa sepengetahuan-Mu. Ampunilah diriku jika aku seringkali kuatir dan meragukan kesanggupan-Mu dalam memelihara hidupku. Ajarlah aku untuk selalu bersyukur dengan apapun yang terjadi di dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau memegang kendali atas hidupku dan Engkau tidak pernah merancangkan hal yang buruk, sebaliknya rancangan-Mu adalah rancangan yang memberikan hari esok yang penuh harapan. Di dalam penyertaan-Mu aku sanggup menghadapi setiap persoalan dan kesulitan yang menghadang karena di dalam-Mu aku lebih dari pada pemenang.

 

Aku juga bersyukur ya Tuhan atas pemeliharaan-Mu di sepanjang hari ini. Apapun yang aku alami tidak terlepas dari kendali-Mu atas hidupku. Aku menyerahkan seluruh kehidupanku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Sertailah dan lindungilah aku di dalam naungan Roh-Mu. Sebab hanya Engkaulah satu-satunya Allah yang aku andalkan. Aku percaya bahwa Engkau senantiasa memberikan yang terbaik bagi hidupku. Aku tidak akan takut dan kuatir akan apapun juga, karena Engkau turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.