Sabtu, 22 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! (Mazmur 34:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun. (1Korintus 14:4, 5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sikap mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri mencerminkan kehidupan pengikut Kristus yang sejati. Ketika kita mendahulukan kepentingan orang lain, kita akan menjadi lebih fokus untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka. Dengan demikian kehadiran kita dapat membangun kehidupan banyak orang di sekitar kita. Sebaliknya, ketika kita lebih mendahulukan kepentingan diri sendiri, kita akan menjadi kurang peduli terhadap orang-orang di sekitar kita. Akibatnya banyak orang yang dirugikan dengan sikap kita tersebut.

 

Pentingnya memiliki sikap mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri sendiri diungkapkan rasul Paulus kepada jemaat Korintus di dalam 1Korintus 14. Rasul Paulus menyadari bahwa jemaat di Korintus giat di dalam mengembangkan dan menggunakan karunia-karunia Roh antara lain karunia berbahasa roh dan karunia bernubuat. Namun ia menasihati jemaat Korintus supaya mereka bernubuat untuk membangun jemaat dan tidak sekadar berbahasa roh yang membangun diri sendiri. Dengan kata lain, rasul Paulus menginginkan jemaat Korintus untuk lebih mendahulukan kepentingan orang lain yaitu jemaat daripada diri mereka masing-masing.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda sudah mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri dalam hidup Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan yang penuh kasih, ampunilah aku jika selama ini aku telah bersikap egois. Pengorbanan-Mu di atas kayu salib memberikan teladan bagiku supaya aku tidak bersikap egois. Ajarlah aku untuk dapat mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diriku sendiri sehingga hidupku dapat menjadi berkat dan kesaksian bagi orang-orang yang belum mengenal-Mu. Tuhan, lembutkan hatiku dan bentuklah sesuai kehendak-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekitarku. Supaya mereka dapat melihat teladan yang baik melalui perkataan dan perbuatanku, dan nama-Mu dimuliakan melalui hidupku.

 

Aku bersyukur untuk hari yang baru yang Engkau anugerahkan kepadaku. Aku menyerahkan hidupku hari ini ke dalam pimpinan-Mu. Tunjukkan padaku ya Roh Kudus hal-hal yang dapat aku lakukan untuk membangun kehidupan orang-orang di sekitarku sepanjang hari ini. Jadikan aku alat-Mu di manapun aku berada sehingga semakin banyak orang yang mengenal-Mu melalui kesaksian hidupku. Aku percaya bahwa penyertaan-Mu yang nyata dalam hidupku membuat apapun yang aku kerjakan hari ini menjadi berhasil. Biarlah damai sejahtera dan sukacita-Mu senantiasa memenuhi hatiku. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Korintus 14

Amsal 23

Ayub 25-26


  

Sabtu, 22 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku. (Mazmur 18:47)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

17 Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa. 18 Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:17, 18)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang baik, aku bersyukur atas kehadiran-Mu dalam hidupku. Ampunilah aku karena adakalanya aku iri terhadap keberhasilan orang yang berdosa. Jauhkanlah kiranya dari padaku keinginan untuk mengikuti jalan mereka. Ajarlah aku untuk senantiasa takut akan Engkau dan hidup mengikuti jalan-jalan-Mu. Karena aku percaya bahwa Engkauah Allah yang menjamin masa depanku, dan pengharapanku di dalam Engkau tidak pernah sia-sia. Tuhan, kuatkah dan teguhkanlah imanku agar aku tidak mudah tertipu dengan kenikmatan dan keindahan dunia ini. Sebab tidak ada satu apapun yang dapat memuaskan hidupku selain dari pada Engkau.

 

Tuhan, aku memohon penyertaan-Mu atas hidupku. Buatlah apa yang aku kerjakan menjadi berhasil. Aku percaya bahwa Engkau memberikan masa depan yang indah bagi hidupku. Engkaulah sumber pengharapanku yang tidak mengecewakan. Roh Kudus, tuntunlah aku supaya aku dapat hidup dalam kebenaran-Mu dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitarku. Penuhilah hatiku dengan damai dan sukacita-Mu, dan biarlah jiwaku tenteram di dalam naungan-Mu. Terima kasih Tuhan atas kebaikan-Mu dalam hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 22 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku! 3 Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, (Mazmur 61:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih? 5 Sesungguhnya, bahkan bulanpun tidak terang dan bintang-bintangpun tidak cerah di mata-Nya. 6 Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!" (Ayub 25:4-6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesadaran tentang keadaan diri kita akan menentukan bagaimana sikap kita. Jika kita menyadari bahwa diri kita adalah manusia yang berdosa maka kita tidak akan bersikap sombong. Dengan kerendahan hati, kita akan senantiasa bersyukur kepada Tuhan. Hanya oleh anugerah-Nyalah, semua dosa kita dihapuskan melalui pengorbanan Kristus. Jika kita menyadari bahwa kita adalah pribadi yang terbatas maka kita tidak akan menjadi takabur. Hal ini akan membuat kita lebih mengandalkan Tuhan daripada mengandalkan diri sendiri di dalam menjalani hidup ini.

 

Pentingnya seseorang menyadari keadaannya sebagai manusia yang terbatas inilah yang dikemukakan oleh Bildad, teman Ayub di dalam Ayub 25. Di situ dituliskan tentang betapa besar dan dahysatnya Tuhan. Menurut Bildad, di mata Tuhan manusia hanyalah "berenga, anak manusia, yang adalah ulat", atau dengan kata lain manusia diumpamakan seperti cacing-cacing dan belatung. Singkat kata, manusia itu tidak ada apa-apanya di hadapan Tuhan sehingga tidak seharusnya kita menyombongkan dan membenarkan diri di hadapan Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda telah mengandalkan Tuhan di dalam hidup Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan yang baik, kasihanilah aku manusia yang berdosa ini. Ampunilah aku yang acapkali bersikap sombong sehingga tidak mengandalkan Engkau di dalam hidupku. Aku menyadari jika Engkau menghapuskan dosaku dan menuntun hidupku, semua itu adalah anugerah-Mu bagiku dan bukan karena kebaikanku. Roh Kudus, ingatkanlah aku jika kesombongan mulai menguasai hatiku. Berikanlah kepadaku hati selalu terbuka terhadap tuntunan firman-Mu, sehingga aku tidak hidup menyimpang dari jalan-jalan-Mu. Sebab tanpa pertolongan-Mu sesungguhnya aku tidak dapat berhasil dalam kehidupan yang aku jalani. Hanya Engkaulah satu-satunya Tuhan yang aku andalkan dalam hidupku.

 

Tuhan, aku berterima kasih atas penyertaan-Mu sepanjang hari ini. Aku menyadari hanya karena kebaikan-Mu, aku dapat menjalani hidupku sampai hari ini. Aku menyerahkan apapun yang telah kulakukan sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Kiranya semua itu berkenan di hati-Mu. Tuhan, aku juga bersyukur atas semua berkat dan penyertaan-Mu yang aku alami sepanjang hari ini. Aku memohon agar Engkau membimbingku untuk selalu berjalan dalam jalan-jalan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Sang Mesias yang hidup, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.