Selasa, 18 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. (Mazmur 95:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. 18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat. (Kisah Para Rasul 2:17, 18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kehadiran Roh Kudus memampukan kita yang terbatas untuk hidup melampaui keterbatasan kita. Tuhan memahami bahwa sebagai manusia, kita adalah pribadi yang terbatas. Di dalam keterbatasan, kita seringkali tidak sanggup hidup sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan bagi umat-Nya. Itu sebabnya Tuhan mencurahkan Roh Kudus untuk menolong kita supaya kita mampu hidup sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan. Dengan demikian hidup kita menjadi semakin serupa dengan Kristus dan dapat menjadi saksi-Nya yang efektif dengan buah-buah Roh yang kita hasilkan di dalam kehidupan kita.

 

Pentingnya peranan Roh Kudus dalam kehidupan umat-Nya dicatat di dalam Kisah Para Rasul 2. Di situ ditulis bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia, baik kepada anak-anak laki-laki dan perempuan, teruna-teruna, orang-orang yang tua, bahkan hamba-hamba laki-laki dan perempuan. Dan sebagai akibat, mereka akan bernubuat, mendapat penglihatan-penglihatan dan mimpi. Artinya dengan kehadiran Roh Kudus, mereka dapat hidup melampaui keterbatasan mereka dan hidup mereka menjadi efektif serta mampu menggenapi rencana Allah dalam kehidupannya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda sudah hidup sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan bagi diri Anda? Dalam hal apa saja Anda belum serupa dengan Kristus?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, mengawali hari ini aku bersyukur kepada-Mu karena melalui kematian dan kebangkitan-Mu Engkau membentangkan masa depan yang cerah bagiku serta menuntun diriku untuk menapakinya dari hari ke hari. Aku percaya bahwa kehendak-Mu adalah yang terbaik dan sempurna namun acapkali dalam keterbatasanku aku hidup menyimpang dari maksud dan rencana-Mu itu. Tuhan, ampuni diriku dan baharuilah hatiku dengan firman-Mu agar aku dapat hidup mengikuti jalan-jalan-Mu. Aku juga bersyukur karena Engkau memberikan Roh-Mu sebagai penuntun hidupku. Oleh karena itu, lembutkanlah hatiku agar aku bersedia hidup dalam pimpinan Roh-Mu.

 

Tuhan, aku menyerahkan hidupku sepanjang pekan ini ke dalam tangan-Mu. Aku mohon Roh Kudus menolong diriku untuk semakin serupa dengan Kristus. Karena hanya dengan demikian aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu dan mampu menjadi saksi Kristus yang efektif di manapun aku berada. Aku juga berdoa, sertailah diriku dengan Roh-Mu dalam menunaikan semua tugas dan tanggung jawabku sebagaimana semestinya pada hari ini. Karena hanya dalam penyertaan-Mu aku akan mengalami keberhasilan dan mempermuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Kisah Para Rasul 2 

Amsal 19 

Ayub 15-17


  

Selasa, 18 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran! 26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! 27 TUHANlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah. (Mazmur 118:25-27)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. 3 Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN. (Amsal 19:2, 3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku bersyukur atas kasih setia-Mu yang tidak pernah meninggalkanku ketika aku berbuat kesalahan. Seringkali aku salah melangkah karena aku tidak berpikir secara matang sebelum aku bertindak. Sampai akhirnya aku menyesal dengan tindakan tergesa-gesa yang aku ambil. Meskipun demikian, Engkau tidak pernah membiarkanku sendiri, tapi sebaliknya Engkau senantiasa memberikan pertolongan yang ajaib bagiku. Semua itu adalah suatu pengalaman berharga dan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagiku.

 

Tuhan, ajarlah aku untuk menjadi pribadi yang mau belajar sehingga aku dapat menjadi semakin dewasa. Bukalah hatiku terhadap tuntunan-Mu agar dengan demikian Engkau terus menambahkan pengetahuan dalam hidupku sehingga aku tidak tersesat karena kebodohanku. Tuntunlah aku untuk dapat berpikir secara matang dan bertindak dengan tenang sehingga aku terluput dari persoalan yang tidak perlu terjadi. Terima kasih atas semua kebaikan-Mu dalam hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 18 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mazmur 117:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

19 Ketahuilah, sekarangpun juga, Saksiku ada di sorga, Yang memberi kesaksian bagiku ada di tempat yang tinggi. 20 Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis, 21 supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya. (Ayub 16:19-21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tuhan adalah pribadi yang mahaadil sehingga Ia mampu membedakan perkara yang benar dan yang salah. Berbeda dengan Tuhan, manusia di dalam keterbatasannya seringkali sulit menilai mana yang benar dan yang salah. Bagi manusia mana yang benar dan yang salah seringkali tergantung dari sudut pandangnya masing-masing. Tidaklah mengherankan jika perkara yang benar dapat dinyatakan salah sedangkan perkara yang salah dapat dinyatakan benar. Keadaanpun akan menjadi semakin buruk ketika seseorang menilai orang lain tanpa memahami persoalan yang sebenarnya.

 

Hal inilah yang dialami oleh Ayub sebagaimana dicatat di dalam Ayub 16. Para sahabat-sahabat Ayub menuduh dan menghakiminya dari sudut pandang mereka. Ayub merasa para sahabatnya menyudutkan dan mencemooh dia tanpa memahami keadaannya yang sesungguhnya. Ayub menyadari bahwa para sahabatnya ini sulit menilai perkara yang sedang dialaminya dengan adil. Oleh karena itu Ayub menyerahkan persoalannya kepada Tuhan dan memohon pembelaan dari Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda pernah dituduh dan dihakimi oleh sahabat-sahabat Anda? Bagaimana reaksi Anda terhadap tuduhan mereka?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang mahaadil. Engkau sanggup menilai segala perkara dengan benar sebab Engkau mahatahu. Di dalam-Mu tidak ada kecurangan sehingga Engkau akan membela orang yang benar dan tidak membiarkannya ditindas dalam ketidakadilan. Oleh karena itu aku menyerahkan semua perkara yang aku hadapi hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku percaya Engkau akan bertindak dengan adil dan benar. Oleh karena itu aku berdoa melepaskan pengampunan kepada mereka yang menuduh dan menghakimi diriku dengan semena-mena.

 

Tuhan, ampunilah diriku apabila aku acapkali menilai dan menghakimi orang lain menurut sudut pandangku yang sempit. Terangilah hati dan pikiranku supaya aku tidak tergesa-gesa menghakimi orang lain sehingga aku terluput dari tindakan yang tidak berkenan di hadapan-Mu. Aku bersyukur atas penyertaan-Mu sepanjang hari ini sehingga dapat menunaikan tanggung jawab yang diembankan kepadaku. Aku menyerahkan hasil karyaku ke dalam tangan-Mu yang penuh kuasa dan berkatilah agar mendatangkan dampak yang positif bagi sesamaku serta memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.