Senin, 17 Desember 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! (Mazmur 115:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. 4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. (Ibrani 12:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Dalam perlombaan iman beban dan dosa merupakan rintangan, tetapi mata yang tertuju kepada Yesus memberikan tuntunan dan kekuatan. Dalam pertandingan lari 400 meter pada Olimpiade Musim Panas di Barcelona tahun 1992, Derek Redmond, pelari asal Inggris, urung menjadi juara karena mengalami cedera lutut yang sangat parah. Namun dalam kondisi cedera dan dengan menahan rasa sakit, Redmond memiliki tekad untuk tetap menyelesaikan pertandingannya sampai garis akhir. Tekadnya tersebut semakin teguh ketika ayahnya berjalan mendampinginya untuk menyelesaikan pertandingan tersebut hingga garis finish. Sama seperti cedera yang merintangi Derek Redmond untuk menjadi juara, demikian juga beban dan dosa merupakan rintangan bagi umat Tuhan untuk menyelesaikan pertandingan iman mereka. Sama seperti tekad kuat dan ayah yang berjalan bersamanya membuat Derek Remond mampu bertahan menyelesaikan pertandingannya, demikian juga pandangan iman yang tertuju kepada Tuhan Yesus akan memampukan umat Tuhan untuk menyelesaikan pertandingan dengan baik karena Tuhan akan menuntun dan menguatkan mereka.

 

Itulah sebabnya di dalam Ibrani 12, penulis kitab Ibrani mengajak umat Tuhan untuk menanggalkan beban dan dosa dalam hidup mereka, agar mereka dapat menyelesaikan pertandingan iman dengan baik. Di sisi lain, umat Tuhan juga diajak untuk memfokuskan pandangan iman kepada Tuhan Yesus selama menjalani pertandingan iman. Sebab Tuhan akan menuntun mereka pada kesempurnaan iman dan memberikan kekuatan kepada mereka selama menjalani pertandingan iman. Dengan kata lain, agar kita dapat menyelesaikan pertandingan iman kita dengan baik, kita harus menanggalkan beban dan dosa serta memfokuskan pandangan iman kepada Tuhan Yesus.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Hal apa yang perlu Anda kerjakan agar dapat menyelesaikan pertandingan iman Anda dengan baik? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Allah Bapa yang aku sembah di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, aku bersyukur kepada-Mu sebab Engkau tak pernah meninggalkan diriku seorang diri dalam menjalani pertandingan imanku. Aku menyadari bahwa aku memerlukan pertolongan dan anugerah-Mu agar aku mampu menanggalkan segala dosa dalam hidupku dan menyerahkan seluruh beban hidupku kepada-Mu. Bapa yang baik, limpahilah aku dengan kemurahan-Mu sehingga aku dapat tetap memfokuskan pandangan imanku kepada-Mu dan beroleh kekuatan dan kemenangan dalam hidupku.

 

Bapa yang baik, aku menyerahkan hari ini dan sepanjang minggu yang ada di hadapanku ke dalam tangan-Mu. Aku memohon bimbingan-Mu agar aku dapat bertumbuh dalam iman kepada-Mu dan menjalani hidupku di sepanjang hari ini dan sepanjang minggu menjelang dengan penuh kemenangan bersama-Mu. Engkaulah sumber kekuatan dan pengharapan dalam hidupku. Berikan kepadaku kepekaan terhadap mereka yang memerlukan pertolongan dan hati yang rela untuk menolong mereka memerlukan pertolongan. Sehingga dengan demikian aku dapat memuliakan nama-Mu di dalam hidupku. Di dalam nama Putra-Mu, Yesus Kristus, aku berdoa. Amin.

 

 

Pengakuan Iman Rasuli

 

Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan tubuh; dan hidup yang kekal. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Ibrani 12

Amsal 18

Ayub 13-14

 

 

 


  

Senin, 17 Desember 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku ini orang asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku. (Mazmur 119:19)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Orang yang menyendiri, mencari keinginannya, amarahnya meledak terhadap setiap pertimbangan. 2 Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya. (Amsal 18:1, 2)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk senantiasa hidup di dalam kerendahan hati, serta bersikap terbuka terhadap nasihat firman-Mu dan pertimbangan sesamaku. Tolonglah diriku untuk tidak mencari keinginan sendiri namun hidup menjadi berkat bagi sesamaku. Berikan hikmat kepadaku sehingga aku tahu kapan aku harus berbicara dan bilamana aku harus berdiam diri. Bagaikan tanah liat di tangan tukang periuk, bentuklah diriku menurut kehendak-Mu. Jadikan diriku sesuai dengan rencana-Mu sehingga kehidupanku berkenan kepada-Mu.

 

Tuhan, aku menyerahkan diriku ke dalam tangan-Mu di sepanjang minggu ini. Tolonglah diriku untuk dapat mengisi hidupku dengan kehidupan yang penuh makna dan memuliakan nama-Mu. Pakailah diriku menjadi saluran kasih-Mu bagi orang-orang di sekitarku sehingga nama-Mu dikenal oleh orang-orang percaya kepada-Mu dan mereka dapat merasakan anugerah-Mu yang tak ternilai itu. Di dalam nama Yesus Kristus aku mengangkat doaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 17 Desember 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku, janganlah bersembunyi terhadap permohonanku! 3 Perhatikanlah aku dan jawablah aku! (Mazmur 55:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 "Sesungguhnya, semuanya itu telah dilihat mataku, didengar dan dipahami telingaku. 2 Apa yang kamu tahu, aku juga tahu, aku tidak kalah dengan kamu. 3 Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah. 4 Sebaliknya kamulah orang yang menutupi dusta, tabib palsulah kamu sekalian. 5 Sekiranya kamu menutup mulut, itu akan dianggap kebijaksanaan dari padamu. 6 Dengarkanlah pembelaanku, dan perhatikanlah bantahan bibirku. 7 Sudikah kamu berbohong untuk Allah, sudikah kamu mengucapkan dusta untuk Dia? (Ayub 13:1-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Jalan terbaik ketika kita dicemooh dan difitnah adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan yang akan membela hidup kita. Untuk menunjukkan bahwa diri kita tidak seperti yang dituduhkan orang, seringkali kita berusaha membela diri ketika kita menerima cemooh dan fitnah. Namun sepandai-pandainya kita berusaha membela diri, maka pembelaan kita sangatlah terbatas. Hal yang terbaik ketika kita menghadapi hal itu adalah dengan merendahkan diri di hadapan Tuhan, meminta Tuhan menyelidiki sikap hidup kita yang salah dan menyerahkan persoalan yang kita hadapi kepada Tuhan. Dengan bersikap merendahkan diri di hadapan Tuhan dan bersedia mengoreksi diri kita, maka pembelaan dan pertolongan Tuhan akan kita alami.

 

Hal itulah yang ditunjukkan oleh Ayub dalam Ayub 13 ketika Ia menerima teguran Zofar. Ayub mengatakan bahwa semua yang sahabatnya tahu dan mengerti, ia juga paham dan mengerti. Itu sebabnya Ayub memutuskan untuk datang merendahkan diri di hadapan Tuhan, Yang Mahakuasa. Alih-alih membela diri di hadapan sahabatnya, Ayub mempercayai bahwa Tuhan yang sangat mengerti hidupnya akan membela dirinya. Dengan kata lain, Ayub memberikan contoh kepada kita, yakni pada saat kita dicemooh dan difitnah, jalan terbaik untuk menghadapinya bukanlah dengan cara membela diri di hadapan orang yang mencemooh dan memfitnah diri kita melainkan merendahkan diri di hadapan Tuhan yang akan membela dan menyelamatkan hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda dicemooh atau difitnah orang lain? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah pembelaku terhadap semua orang yang mencari-cari kesalahanku. Jika aku bersalah di dalam niatan hati, tindakan dan perkataan, aku mohon pengampunan-Mu. Roh Kudus, tolonglah diriku agar mampu merendahkan diri dan mengakui segala kesalahanku kepada orang yang sudah aku rugikan. Namun terhadap semua fitnah manusia nyatakanlah kebenaran yang sesungguhnya agar supaya aku jangan mendapat malu. Ya Tuhan, kepada-Mu aku bersandar dan aku percaya Engkau tidak akan mengecewakan diriku.

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk penyertaan-Mu di sepanjang hari ini. Aku juga bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang telah aku alami. Aku berdoa bagi orang-orang yang aku jumpai hari ini. Kiranya tangan-Mu terulur untuk memberkati mereka. Terima kasih untuk kasih setia dan tuntunan-Mu yang telah menjaga diriku dari semua yang jahat. Aku juga percaya Engkau akan melapangkan jalan-jalanku di hari-hari yang ada di hadapanku. Kepada-Mu aku berlindung dan di dalam nama Tuhan Yesus yang kasih-Nya selalu ada bagiku aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.