Jumat, 30 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu. (Mazmur 69:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. 16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. 17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka." (Wahyu 7:15-17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bagaimana keadaan hidup kita sangatlah tergantung kepada siapa yang menggembalakan jiwa kita. Sama seperti keadaan kawanan domba sangatlah tergantung kepada siapa yang menjadi gembala mereka. Apabila yang menggembalakan kawanan domba itu adalah pribadi yang bertanggung jawab maka mereka akan berada di dalam keadaan sejahtera. Sebaliknya, bila sang gembala adalah pribadi yang tidak dapat diandalkan maka kawanan domba itu akan berada di dalam keadaan menderita. Apabila diri kita bagaikan kawanan domba maka siapa yang menggembalakan diri kita sangatlah menentukan kesejahteraan hidup kita. Apabila Tuhan yang menjadi gembala kita dan kita adalah kawanan domba-Nya maka hidup kita akan dalam keadaan berbahagia.

 

Kaitan antara siapa pribadi yang menggembalakan dengan keadaan mereka yang digembalakan itu dikemukakan di dalam Wahyu 7. Di situ dicatat Tuhan menunjukkan kepada rasul Yohanes orang-orang yang telah melewati penganiayaan yang besar. Mereka mengalami kebahagiaan yang sejati dan abadi. Tidak ada lagi air mata dukacita di mata mereka. Mereka tidak menderita lapar dan haus dan panas terik tidak menimpa mereka. Keadaan yang terlindung dan sejahtera tersebut disebabkan oleh karena Tuhan, Sang Anak Domba yang mengasihi umat-Nya itu sendirilah yang menggembalakan mereka. Berarti siapakah yang menggembalakan diri kita itulah yang akan menentukan keadaan dari hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Siapakah yang menggembalakan hidup Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Yesus, Sang Gembala yang agung yang telah mengorbankan diri-Nya di dalam kasih bagi manusia yang berdosa, kepada-Mu aku mengangkat pujian dan syukurku. Di dalam kasih-Mu yang tidak terbatas itu Engkau telah memelihara hidupku, baik di masa lampau, di masa kini, maupun untuk masa yang akan datang. Oleh sebab itu aku tidak merasa ragu dan kuatir akan hari esokku. Karena aku yakin sesungguhnya hidupku berada di tangan yang bertanggung jawab yang tidak pernah lalai di dalam memelihara kehidupan dari orang yang berharap kepada-Nya. Kepada-Mu ya Tuhan aku berserah.

 

Ya Tuhan, Sang Gembala yang agung, tuntunlah diriku di dalam kebenaran firman-Mu. Ampunilah aku bila adakalanya aku memilih jalanku sendiri, sehingga mengakibatkan aku tersesat di jalan yang salah. Aku berterima kasih karena oleh anugerah-Mu Engkau senantiasa bersedia membawa diriku kembali kepada-Mu. Tuhan, peliharalah hidupku di sepanjang hari ini dengan kasih setia-Mu itu. Jagailah diriku dari semua mara bahaya dan jangan biarkan aku terjerumus ke dalam pencobaan. Berkatilah semua yang kukerjakan dan jadikanlah diriku saluran berkat bagi mereka yang memerlukannya. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembalaku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Memohon Rahmat Tuhan

 

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, berilah kami damai-Mu

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Wahyu 7

Amsal 1

Ester 7-8

 


  

Jumat, 30 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku. (Mazmur 119:135)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. 8 Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu 9 sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu. (Amsal 1:7-9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, Engkaulah sumber hikmat yang sempurna, dan yang memampukan diriku untuk hidup berjalan di dalam hikmat-Mu yang mulia. Ajarlah diriku untuk hidup takut kepada-Mu, yaitu dengan senantiasa menghormati firman-Mu. Sebab ajaran-Mu membawa kehidupan dan bukan kebinasaan. Melaluinya aku terhindar dari kesesatan dan ditolong untuk berjalan di jalan-jalan-Mu yang benar. Sehingga olehnya aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu dan mengalami keberhasilan demi keberhasilan. Kepada-Mu aku bersyukur.

 

Di siang hari ini aku berterima kasih untuk semua kebaikan-Mu yang telah kualami sampai dengan saat ini. Aku memohon teruskanlah karya-Mu di dalam hidupku supaya dengan demikian semua orang dapat ikut bersukacita bersama dengan diriku karena besarnya anugerah-Mu bagi hidupku. Mampukanlah diriku oleh karena hikmat-Mu agar sanggup membuat keputusan-keputusan yang tepat dan yang berkenan di hati-Mu. Kepada-Mu ya Tuhan aku mengangkat doa dan harapanku, yaitu di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 30 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkau, Tuhan, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu! (Mazmur 40:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Maka jawab raja Ahasyweros kepada Ester, sang ratu, serta kepada Mordekhai, orang Yahudi itu: "Harta milik Haman telah kukaruniakan kepada Ester, dan Haman sendiri telah disulakan pada tiang karena ia sudah mengacungkan tangannya kepada orang Yahudi. 8 Tuliskanlah atas nama raja apa yang kamu pandang baik tentang orang Yahudi dan meteraikanlah surat itu dengan cincin meterai raja, karena surat yang dituliskan atas nama raja dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat ditarik kembali." (Ester 8:7, 8)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah adalah tempat perlindungan yang teguh bagi orang yang berharap kepada-Nya. Pada umumnya di saat manusia mengalami kesukaran hal yang paling pertama yang ia lakukan adalah mencari pertolongan dari sesamanya manusia. Memperoleh pertolongan dari orang lain bukanlah hal yang salah. Namun apabila hal tersebut dilakukan dengan menomorduakan Tuhan, apalagi mengesampingkan Dia maka tindakan tersebut sangatlah keliru. Sebab pada dasarnya Allah merupakan tempat perlindungan bagi orang yang berharap kepada-Nya, dan Ia lebih dapat diandalkan dari siapapun juga.

 

Bahwasanya orang yang mengharapkan perlindungan Tuhan tidak akan pernah dikecewakan tersebut dapat dilihat di dalam Ester 8. Di situ ditulis bahwa raja Ahasyweros berkata kepada ratu Ester dan Mordekhai, sepupu dari Ester, bahwasanya ia telah memerintahkan agar Haman yang bermaksud mencelakakan orang Yahudi telah dibinasakan. Bahkan sang raja juga memberikan hak kepada Ester dan Mordekhai untuk bertindak apa saja yang mereka pandang baik tentang orang Yahudi yang adalah bangsa mereka berdua. Tindakan sang raja ini merupakan jawaban dari doa dan puasa yang dilakukan oleh Ester dan bangsa Yahudi di dalam memohon pertolongan Tuhan bagi diri mereka. Dengan kata lain, Allah adalah tempat perlindungan yang teguh bagi orang yang berharap kepada-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kepada siapakah Anda pertama-tama memohon pertolongan ketika diri Anda mengalami kesukaran? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah sumber pertolongan yang senantiasa dapat diandalkan dan orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Engkau tidak pernah terlambat di dalam mengulurkan tangan untuk menolong mereka yang berseru kepada-Mu, dan Engkau tidak pernah menolak orang yang mengandalkan diri-Mu. Ampunilah diriku apabila adakalanya aku lebih mengandalkan yang lain daripada diri-Mu. Aku merendahkan diriku di hadapan-Mu, baharuilah batinku dan luruskanlah sikap hatiku kepada-Mu. Kepada-Mu ya Tuhan aku berlindung karena Engkaulah gunung batu keselamatanku.

 

Mendekati akhir dari hari ini tak putus-putusnya aku mengangkat syukurku kepada-Mu. Karena Engkau senantiasa menjawab doaku tepat pada waktunya. Tidak pernah Engkau lalai, sebagaimana Engkau juga tidak pernah tergesa-gesa di dalam bertindak melaksanakan rencana-Mu. Hikmat-Mu sempurna sehingga Engkau selalu bekerja dan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Mu. Kepada-Mu ya Tuhan aku berharap dan menyerahkan hari esok. Bawalah diriku untuk senantiasa berjalan di dalam rencana-Mu yang sempurna. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Kota Benteng Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.