Kamis, 29 November
2018
Pukul 18:00 -
22:00
Ibadah Malam
Pengantar Ibadah
Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu,
ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. (Mazmur 68:29)
Waktu Teduh
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan
(1 menit).
Pujian kepada Tuhan
Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda
pilih sendiri.
Bacaan Alkitab
9 Pada hari itu keluarlah Haman dengan
hati riang dan gembira; tetapi ketika Haman melihat Mordekhai ada di pintu
gerbang istana raja, tidak bangkit dan tidak bergerak menghormati dia, maka
sangat panaslah hati Haman kepada Mordekhai. 10 Tetapi Haman menahan hatinya,
lalu pulanglah ia ke rumahnya dan menyuruh datang sahabat-sahabatnya dan
Zeresh, isterinya. 14 Lalu kata Zeresh, isterinya, dan semua sahabatnya
kepadanya: "Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan
persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada
tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama
dengan raja ke perjamuan itu." Hal itu dipandang baik oleh Haman, lalu ia
menyuruh membuat tiang itu. (Ester 5:9-10, 14)
Pengantar untuk Renungan
Perkataan orang yang bijak akan meredakan hati yang panas,
sedangkan perkataan orang yang bebal justru akan mengobarkan rasa amarah di
hati sesamanya. Orang yang bijak melihat api yang sedang berkobar akan mencari
sarana yang tepat untuk memadamkan api tersebut. Sedangkan orang yang bebal
justru akan menyiramkan minyak kepada api yang sedang menyala itu sehingga
semakin berkobar, dan menyambar dirinya. Alhasil, bukan saja ia akan
mencelakakan orang lain bahkan dirinyapun akan ikut menanggung akibat dari
kebebalannya tersebut.
Akibat dari sikap yang bebal, yaitu dengan mengobarkan rasa
amarah di dalam hati orang lain tersebut dapat kita lihat di dalam Ester 5. Mendengar
bahwa Haman sedang merasa panas hati karena Mordekhai tidak bersedia sujud
menghormati dirinya maka Zeresh, istri Haman, bukannya berupaya meredakan
perasaan hati suaminya. Sebaliknya, di dalam kebebalannya ia justru mengobarkan
rasa amarah di hati Haman dan menyuruh Haman mendirikan tiang yang tinggi
sebagai tempat untuk menggantung Mordekhai. Di kemudian hari justru sebagai
akibat Haman yang digantung di tiang tersebut. Dengan kata lain, perkataan
orang yang bijak akan meredakan hati yang panas, sedangkan perkataan orang yang
bebal justru akan mengobarkan rasa amarah di hati sesamanya.
Pertanyaan untuk Direnungkan
Apakah yang Anda lakukan ketika seseorang menceritakan rasa
panas di hatinya kepada Anda? Mengapa demikian?
Doa Menanggapi Bacaan Alkitab
Tuhan, Engkaulah sumber dari segala hikmat yang mulia.
Penuhilah diriku dengan hikmat-Mu supaya aku dapat bertindak dengan bijak,
berbicara dengan benar dan membuahkan damai sejahtera dalam kehidupan
orang-orang yang ada di sekitarku. Ampunilah diriku apabila aku pernah
mengucapkan kata-kata yang tidak membawa damai sejahtera bagi orang lain,
bahkan menimbulkan percideraan di antara mereka. Jadikanlah diriku sebagai
pembawa damai di tengah persengketaan sebagaimana Engkau adalah Sang Raja
Damai.
Melewati waktu yang telah aku lalui dan menjelang aku
menyelesaikan hari ini, aku mengangkat hatiku dalam rasa syukur kepada-Mu. Engkau
telah melindungi diriku dari semua orang yang berniat jahat, menggagalkan
rancangan-rancangan mereka, dan menggenapi rencana-Mu yang indah bagi hidupku. Tuhan,
sempurnakanlah semua yang telah kukerjakan pada hari ini dengan hasil yang
maksimal. Aku mempercayakan hari depanku ke dalam tangan-Mu dengan yakin bahwa
pengharapanku kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Di dalam nama Yesus
Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.
Doa Syafaat
Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan
dukungan doa Anda.
Waktu Teduh
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).