Jumat, 23 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Haleluya! Pujilah nama TUHAN, pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, 2 hai orang-orang yang datang melayani di rumah TUHAN, di pelataran rumah Allah kita! 3 Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! (Mazmur 135:1-3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Yohanes 21:17)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang sungguh-sungguh mengasihi Kristus akan dengan sukarela melayani sesamanya manusia. Sebagaimana Kristus datang ke dunia bukan untuk kepentingan diri-Nya sendiri, atau bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani demikianlah para pengikut-Nya harus hidup dengan tujuan yang sama. Sebab bila orang benar-benar mengasihi Kristus maka ia akan mengikuti jejak-Nya. Sehingga iapun akan hidup melayani sesamanya seperti yang telah dilakukan oleh Kristus. Hal ini berarti apabila orang tidak bersedia melayani orang lain, artinya ia hidup dengan sikap yang egois, maka hal tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya ia tidak sungguh-sungguh mengasihi Tuhan.

 

Pentingnya melayani sesama sebagai wujud dari kasih kepada Tuhan ini dikemukakan oleh Yesus di dalam Yohanes 21. Kepada Petrus tiga kali Ia bertanya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan setiap kali Petrus menjawab: "Aku mengasihi Engkau," maka Yesuspun menanggapinya dengan berkata: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Dengan berkata demikian Yesus menegaskan bahwa apabila Petrus sungguh-sungguh mengasihi Dia maka yang bersangkutan harus mewujudkan kasih itu dengan melayani sesamanya, yaitu para pengikut Kristus yang lain. Singkat kata, orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan tidak akan hidup dengan sikap yang egois namun dengan sukarela melayani sesamanya manusia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda sungguh-sungguh mengasihi Kristus? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku mengaku bahwa acapkali aku masih hidup di dalam sikap yang mementingkan diri sendiri. Sehingga bukannya hidup mencerminkan kasih-Mu yang rela berkorban bagi orang yang tidak patut dikasihi, aku telah hidup di dalam kasih yang palsu. Sehingga dengan demikian sesungguhnya aku belum dapat disebut sebagai orang yang sungguh-sungguh mengasihi diri-Mu, karena sebenarnya aku masih mengasihi diriku sendiri melampaui yang sepatutnya. Oleh sebab itu, tolonglah diriku dengan anugerah-Mu agar aku dapat mengasihi-Mu seperti Engkau mengasihi diriku, yaitu dengan melayani sesamaku dan orang-orang yang lebih sederhana dibandingkan dengan diriku. Supaya dengan demikian sifat-sifat-Mu tercermin di dalam hidupku dan aku layak disebut sebagai pengikut-Mu.

 

Di awal dari hari ini aku kembali merendahkan diriku di hadapan takhta-Mu dan mengucap syukur untuk kebaikan-kebaikan-Mu yang telah aku alami di hari-hari yang telah lalu. Aku percaya bahwa kemurahan-Mu tidak berkesudahan atas hidupku. Oleh sebab itu aku memohon teruskanlah kebaikan-Mu itu atas diriku di hari-hari yang kujelang. Peganglah hidupku dengan kasih setia-Mu. Sertailah diriku dengan keberhasilan di dalam semua hal yang kukerjakan. Mampukanlah diriku untuk membedakan jalan yang membawa diriku kepada kehidupan dengan yang akan menjerumuskan diriku ke dalam kebinasaan. Tolonglah diriku dengan Roh Kudus-Mu agar aku memilih untuk berjalan di jalan yang menyenangkan hati-Mu dan sesuai dengan kehendak-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber kasih yang sejati, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 21

Mazmur 144

Zakharia 9-10

 


  

Jumat, 23 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

"Dalam jemaah pujilah Allah, yakni TUHAN, hai kamu yang berasal dari sumber Israel!" (Mazmur 68:27)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan anak-anak perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana! 13 Semoga gudang-gudang kita penuh, mengeluarkan beraneka ragam barang; semoga kambing domba kita menjadi beribu-ribu, berlaksa-laksa di padang-padang kita! 14 Semoga lembu sapi kita sarat; semoga tidak ada kegagalan dan tidak ada keguguran, dan tidak ada jeritan di lapangan-lapangan kita! 15 Berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya! Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah TUHAN! (Mazmur 144:12-15)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, sungguh berbahagia umat yang menjadikan Engkau sebagai tempat perlindungan atas hidup mereka. Sebab Engkau adalah pribadi yang mahabesar dan peduli terhadap umat-Mu. Engkau tidak akan membiarkan umat-Mu hidup berkekurangan namun Engkau bersedia untuk memberkati mereka, dan berkat yang Kau sediakan bagi mereka itu sungguh melimpah. Engkau juga memelihara dan menjamin masa depan umat-Mu bahkan masa depan anak-anak mereka. Pemeliharaan-Mu sungguh sempurna atas hidup umat-Mu.

 

Oleh sebab itu, siang hari ini aku kembali datang kepada-Mu, meninggikan dan memuji nama-Mu ya Tuhan. Aku menaikkan ucapan syukurku untuk setiap berkat dan pemeliharaan-Mu bagi hidupku. Aku menyerahkan seluruh keperluan dalam hidupku ke dalam tangan-Mu dan mempercayai bahwa Engkau bersedia untuk melimpahkan anugerah-Mu bagi hidupku. Aku juga menyerahkan masa depan anak-anakku ke dalam tangan-Mu. Sebagaimana pemeliharaan-Mu sempurna bagiku, aku percaya bahwa berkat dan pemeliharaan-Mu sempurna bagi mereka. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan doaku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 23 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. (Mazmur 28:7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. 10 Ia akan melenyapkan kereta-kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. (Zakharia 9:9, 10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kelemahlembutan dan kerendahan hati bukanlah tanda dari kelemahan diri namun justru merupakan wujud dari kekuatan yang terkendali. Pada umumnya untuk menutupi kelemahan dirinya dan agar dianggap sebagai pribadi yang perkasa orang akan cenderung untuk bertindak secara kasar dan membangga-banggakan kehebatan dirinya di hadapan orang banyak. Dengan kata lain, orang yang kasar dan sombong sesungguhnya pribadi yang lemah. Sebaliknya, orang yang lemah lembut dan rendah hati adalah pribadi yang kuat dan yang mampu mengendalikan kekuatannya itu.

 

Kelemahlembutan dan kerendahan hati sebagai wujud dari kekuatan yang terkendali itulah yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus sebagaimana yang dinubuatkan di dalam Zakharia 9. Di situ Ia ditampilkan sebagai Raja yang lemah lembut dan rendah hati. Di dalam kerendahan hati-Nya Ia rela mengendarai seekor keledai dan bukan kuda yang gagah perkasa. Namun demikian Ia juga adalah Raja yang adil dan jaya. Sehingga Ia mampu melenyapkan busur perang dan wilayah kekuasaan-Nya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi. Dengan kata lain, kelemahlembutan dan kerendahan hati bukanlah tanda dari kelemahan diri namun justru merupakan wujud dari kekuatan yang terkendali.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup di dalam kelemahlembutan dan kerendahan hati? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Raja alam semesta yang mahakuasa dan mahamulia, namun juga lemah lembut dan rendah hati, tolonglah diriku untuk hidup mengikuti teladan-Mu. Supaya dengan demikian hidupku mencerminkan sifat-sifat-Mu yang agung dan mulia itu. Sebab hanya dengan demikian barulah diriku dapat menjadi saksi-Mu di manapun aku berada. Oleh karena itu, aku memohon penuhilah diriku dengan Roh Kudus-Mu. Sebab aku menyadari bahwasanya aku tidak akan mampu mengubah diriku sendiri. Namun oleh pertolongan Roh Kudus dan firman-Mu Engkau mengubah diriku agar semakin mencerminkan kemuliaan-Mu. Dengan demikian damai sejahtera akan memenuhi hidupku dan aku layak untuk disebut sebagai pengikut-Mu.

 

Mengakhiri hari ini aku kembali menyerahkan semua yang telah kukerjakan ke dalam tangan-Mu. Sempurnakanlah semuanya itu dengan berkat-Mu dan jadikan setiap hal yang telah kukerjakan sebagai persembahan yang berkenan di hati-Mu. Tak henti-hentinya aku berterima kasih kepada-Mu karena kebaikan-Mu yang berlimpah-limpah yang telah kualami di sepanjang hari ini. Engkau telah menjaga diriku agar tidak menyimpang dari jalan-jalan-Mu. Engkau telah memelihara hidupku tanpa sekalipun Engkau lalai di dalam melakukannya. Bagaikan bapa yang baik Engkau telah memuaskan hasratku dengan kebaikan-Mu. Ke dalam kemurahan-Mu itu aku berlindung dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.