Kamis, 22 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. (Mazmur 95:6, 7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah." 28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yohanes 20:27-29)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman yang sejati adalah mempercayai janji Tuhan walaupun belum melihat penggenapan dari janji tersebut. Pada umumnya orang baru mempercayai kata-kata yang diucapkan seseorang kepadanya sebagai suatu kebenaran sesudah ia menyaksikan bukti dari kata-kata tersebut secara kasat mata. Inilah yang disebut sebagai percaya secara empiris atau ainul yaqin dalam bahasa Arab. Iman di dalam Alkitab melampaui rasa percaya yang seperti itu. Karena iman yang diajarkan di dalam Alkitab adalah mempercayai janji Tuhan walaupun belum melihat penggenapan dari janji tersebut secara kasat mata.

 

Iman yang melampaui rasa percaya secara empiris itulah yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 20. Di situ ditulis bahwa sesudah kebangkitan-Nya Ia menampakkan diri kepada para murid-Nya dan kepada Tomas, seorang murid-Nya yang meragukan kebangkitan-Nya sebelum yang bersangkutan meraba diri Yesus dengan tangannya. Kepada Tomas Ia berkata: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Dengan kata lain, iman yang sejati adalah mempercayai janji Tuhan walaupun belum melihat penggenapan dari janji tersebut. Iman yang seperti itu akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang yang hidup di dalam-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Masih adakah janji Tuhan di dalam firman-Nya yang belum Anda percayai dengan iman yang sejati? Mengapa begitu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tambahkanlah dan teguhkanlah imanku kepada-Mu. Sehingga dengan demikian aku dapat berjalan dengan bergantung kepada firman-Mu dan bukan dengan apa yang aku lihat di sekitarku. Sebab apabila aku menyandarkan hari esokku kepada keadaan di sekitarku maka rasa bimbang dan kuatir akan mewarnai hidupku. Di dalam iman yang teguh itu aku dapat menantikan penggenapan janji-Mu di dalam pengharapan dan tanpa berputus asa. Sehingga dengan demikian aku dapat melangkah dan mengisi hari-hari yang ada di hadapanku di dalam kehidupan yang penuh dengan makna. Di dalam iman itu pula hatiku semakin diteguhkan oleh keyakinan bahwa Engkau pasti akan menggenapi janji-Mu tepat pada waktunya.

 

Di pagi hari ini aku bersyukur kepada-Mu sebab oleh kemurahan-Mulah aku dapat menghadap takhta-Mu, memuji nama-Mu dan mengangkat doa-doaku kepada-Mu. Di dalam anugerah itu pula Engkau menjamin bahwa permohonanku kepada-Mu tidaklah akan sia-sia. Sebab Engkau bersedia untuk mendengar dan menjawab doa yang sesuai dengan kehendak-Mu. Oleh karena itu, tuntunlah diriku di sepanjang hari ini dengan Roh Kudus agar supaya aku dapat berjalan di jalan-jalan yang berkenan kepada-Mu. Berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan, dan mampukanlah diriku untuk hidup sebagai saksi yang memuliakan nama-Mu. Jadikanlah diriku sebagai saluran berkat-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang memulai dan menggenapkan imanku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 20

Mazmur 143

Zakharia 7-8

 


  

Kamis, 22 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! (Mazmur 105:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Mazmur Daud. Ya TUHAN, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada permohonanku! Jawablah aku dalam kesetiaan-Mu, demi keadilan-Mu! 5 Aku teringat kepada hari-hari dahulu kala, aku merenungkan segala pekerjaan-Mu, aku memikirkan perbuatan tangan-Mu. 6 Aku menadahkan tanganku kepada-Mu, jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus. Sela (Mazmur 143:1, 5-6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, sungguh ajaib perbuatan-perbuatan-Mu di dalam hidupku. Ketika aku merenungkan hari-hari yang telah kulewati dalam hidupku, aku mensyukuri pekerjaan tangan-Mu yang menjadikan hidupku sempurna. Aku menyadari penyertaan dan pertolongan-Mu yang tak berkesudahan. Sebab Engkau adalah pribadi yang limpah dengan kasih dan kesetiaan. Apapun musim kehidupan yang sedang kulalui kasih dan kesetiaan-Mu tidak sedikitpun berkurang terhadap diriku. Kasih dan kesetiaan-Mu itulah yang menyegarkan dan menguatkan jiwaku dalam menghadapi berbagai persoalan dan kesukaran.

 

Aku mengangkat tanganku dan mengarahkan pandanganku kepada-Mu ya Tuhan. Aku memohon belas kasihan dan kemurahan-Mu yang memberikanku kemenangan dalam menghadapi kesukaran dan persoalan yang terjadi di dalam hidupku. Aku percaya bersama dengan-Mu aku akan mengalami sukacita yang melimpah. Ya Tuhan, sertailah dan bimbinglah aku dalam jalan-jalan-Mu, sehingga aku tak tersesat di tengah dunia yang gelap ini. Tolonglah aku supaya hidupku dapat memuliakan nama-Mu. Ke dalam tangan-Mu kuserahkan hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Allah yang penuh kasih, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 22 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Mari, pujilah TUHAN, hai semua hamba TUHAN, yang datang melayani di rumah TUHAN pada waktu malam. (Mazmur 134:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 "Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku? 9 "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! 10 Janganlah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing." (Zakharia 7:5, 9-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Di mata Tuhan, ibadah secara lahiriah yang tidak disertai dengan ketaatan kepada firman-Nya dan kasih kepada sesama adalah sia-sia belaka. Memang ibadah tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan lahiriah seperti menyanyi, berdoa, dan membaca Alkitab. Namun kegiatan ibadah itu bila tidak disertai dengan perilaku kehidupan yang sesuai dengan kehendak-Nya tidaklah akan berkenan kepada Allah. Sebab pada dasarnya ibadah merupakan ungkapan hati yang menghargai dan menghormati Tuhan. Oleh sebab itu tanpa ketaatan kepada firman-Nya dan kasih kepada sesama yang merupakan kehendak-Nya maka ibadah secara lahiriah adalah sia-sia belaka.

 

Kesia-siaan dari ibadah secara lahiriah apabila tidak disertai dengan ketaatan kepada firman Tuhan dan kasih kepada sesama ini dikemukakan di dalam Zakharia 7. Di situ melalui nabi Zakharia Allah menyampaikan firman kepada penduduk Yehuda yang telah kembali dari pembuangan Babel bahwa ibadah secara lahiriah dalam bentuk puasa yang mereka lakukan adalah sia-sia. Sebab di saat yang sama mereka tidak melaksanakan hukum yang benar dan menindas orang yang tidak berdaya. Berarti di mata Tuhan, ibadah secara lahiriah yang tidak disertai dengan ketaatan kepada firman-Nya dan kasih kepada sesama adalah sia-sia belaka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah ibadah yang Anda lakukan berkenan kepada Allah? Apakah dasar dari jawaban Anda itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena oleh anugerah-Mu aku dapat mengenal Engkau, Allah yang benar, dan beribadah kepada-Mu. Sebab sesungguhnya tanpa anugerah-Mu maka diriku akan terjerat oleh ibadah kepada ilah-ilah palsu dan yang akan menjerumuskan hidupku ke dalam kebinasaan. Oleh sebab itu, tolonglah diriku dengan Roh-Mu agar aku dapat beribadah di dalam roh dan kebenaran. Sebab Engkau menilai bahwa ibadah secara lahiriah belaka adalah sia-sia adanya. Hanya apabila ibadahku kepada-Mu disertai dengan perbuatan-perbuatan yang mencerminkan kebenaran-Mu barulah ibadah itu akan menyenangkan hati-Mu.

 

Kembali aku bersyukur kepada-Mu untuk hari yang hampir berakhir dan yang telah aku lewati di dalam anugerah-Mu ini. Di dalam kasih setia-Mu yang tidak pernah berubah Engkau telah menuntun dan menyertai diriku di setiap waktu. Penyertaan-Mu menyanggupkan diriku untuk menghadapi setiap tantangan di dalam sikap hidup yang berkemenangan dan menyelesaikan semua tugas serta tanggung jawabku sebagaimana seharusnya. Tuntunan-Mu memampukan diriku untuk membuat pilihan-pilihan serta keputusan-keputusan yang benar serta berkenan di hati-Mu. Pertolongan-Mu tersebut memungkinkan diriku untuk melewati hari ini bukan di dalam kesia-siaan, tetapi di dalam kehidupan yang patut disyukuri dan tidak perlu disesali. Tuhan, tolonglah diri agar dapat menyelesaikan pekan ini di dalam kehidupan yang berkemenangan. Kepada-Mu aku menaruhkan harapanku dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.