Sabtu, 24 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! (Mazmur 57:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya 17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, 18 dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. (Wahyu 1:5, 17-18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pengenalan yang benar terhadap Kristus akan memampukan kita untuk hidup bebas dari ketakutan yang tidak seharusnya. Di dalam hidup ini ada hal-hal yang memang harus kita takuti, seperti takut dalam arti sangat menghormati Tuhan, dan ada hal-hal yang tidak perlu kita takuti, seperti misalnya merasa takut terhadap hari esok. Yang menjadi masalah tidak sedikit orang yang hidup di dalam rasa takut terhadap hal-hal yang semestinya tidak perlu ia takuti. Hal tersebut adalah dikarenakan yang bersangkutan merasa bahwa ia harus berjuang seorang diri dan di saat yang sama ia menyadari bahwa kemampuan dirinya sangatlah terbatas. Sebagai akibat ia dikuasai oleh rasa takut yang tidak seharusnya.

 

Namun apabila ia mempercayai bahwa Kristus menyertai dirinya dan ia mengenal siapakah Kristus yang sesungguhnya maka rasa takut tersebut tidak akan memperoleh tempat di hatinya. Hal ini antara lain dapat dilihat dari perkataan Tuhan Yesus yang dicatat di dalam Wahyu 1. Di situ Ia berkata kepada rasul Yohanes: "Jangan takut!" Kemudian Ia menjelaskan kepada murid-Nya itu tentang siapa diri-Nya yang sebenarnya, yaitu: "Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut." Berarti apabila orang mengenal siapakah Kristus yang sebenarnya maka ia akan hidup bebas dari rasa takut yang tidak seharusnya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah rasa takut yang tidak seharusnya yang masih menguasai diri Anda? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk menguasai hal tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa kemampuan diriku terbatas, sedangkan besarnya tantangan yang aku hadapi di dalam hidupku acapkali melampaui kesanggupanku untuk mengatasinya. Namun aku bersyukur karena oleh anugerah-Mu Engkau berkenan untuk menyertai diriku di setiap waktu. Oleh anugerah-Mu itu pula Engkau mengungkapkan siapa diri-Mu yang sebenarnya kepadaku sehingga dengan demikian aku dapat menghadapi hari-hari yang ada di depanku di dalam damai sejahtera, bukan dalam rasa takut ataupun ragu. Karena aku tahu bahwa Engkau jauh lebih besar dari semua kesukaran yang kuhadapi dalam hidupku sehingga tidak ada yang mustahil bagi diri-Mu dan bagi semua orang yang percaya kepada-Mu.

 

Mengawali hari yang terakhir di dalam pekan ini kembali aku mengangkat pujian dan syukurku kepada-Mu. Karena Engkau telah menolong, menuntun dan menyertai diriku di hari-hari yang telah lewat. Aku memohon lakukanlah hal yang sama di dalam hidupku sepanjang hari ini. Jagalah langkah kakiku dari jalan yang sesat dan yang akan menjerumuskan hidupku ke dalam malapetaka. Lindungilah diriku dengan kasih setia-Mu dan berkatilah diriku dengan keberhasilan di dalam semua yang kukerjakan. Mampukanlah diriku untuk menyelesaikan pekan ini dengan kehidupan yang maksimal, menjadi berkat bagi sesamaku dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Memohon Rahmat Tuhan

 

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, kasihanilah kami

Yesus, Anak Domba Allah, berilah kami damai-Mu

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Wahyu 1

Mazmur 145

Zakharia 11-12

 


  

Sabtu, 24 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. (Mazmur 62:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

18 TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 19 Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. (Mazmur 145:18, 19)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, Engkaulah Allah yang senantiasa mendengar seruan doaku. Dalam keadaan apapun yang aku alami Engkau tidak pernah meninggalkanku seorang diri. Tuhan, aku percaya bahwa semua doa dan permohonanku kepada-Mu tidak sia-sia. Pertolongan-Mu tidak pernah terlambat dan Engkau selalu memberikan kepadaku semua yang aku perlukan. Bahkan apa yang belum timbul dalam hati dan pikiranku, itu pun Engkau sediakan bagiku. Hatiku melimpah dengan ucapan syukur dan sukacita atas semua perbuatan-Mu dalam hidupku. Berbahagialah orang yang senantiasa mengandalkan-Mu karena mereka akan dipuaskan dengan segala kebaikan dan kasih setia-Mu.

 

Tuhan, aku bersyukur untuk penyertaan dan pemeliharaan-Mu sampai pada akhir pekan ini. Engkaulah yang memampukan diriku untuk melewati hari demi hari sehingga segala tugas dan tanggung jawabku dapat diselesaikan dengan baik. Aku bersyukur untuk pertolongan-Mu dan hikmat-Mu sehingga dalam keadaan yang sulit sekalipun selalu ada jalan yang keluar yang Engkau sediakan bagiku. Tuhan, penuhilah hatiku senantiasa dengan sukacita-Mu sehingga aku tidak takut dan gentar dalam menghadapi tantangan yang ada di depanku karena Engkaulah yang menjadi sumber pertolonganku. Hanya kepada-Mu ya Tuhan aku menaikkan doaku. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Penebus dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 24 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mazmur 107:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 "Sesungguhnya Aku membuat Yerusalem menjadi pasu yang menyebabkan segala bangsa di sekeliling menjadi pening; juga Yehuda akan mengalami kesusahan ketika Yerusalem dikepung. 5 Sesudah itu kaum-kaum di Yehuda akan berkata dalam hatinya: Penduduk Yerusalem mempunyai kekuatan oleh karena Tuhan semesta alam, Allah mereka. 6 Pada waktu itu Aku akan membuat kaum-kaum di Yehuda seperti anglo berapi di tengah-tengah timbunan kayu dan seperti suluh berapi di tengah-tengah timbunan bulir gandum; api keduanya akan menjilat ke kanan dan ke kiri segala bangsa di sekeliling, tetapi Yerusalem selanjutnya akan tetap tinggal di tempatnya yang dahulu. (Zakharia 12:2, 5-6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila Tuhan yang menjadi kekuatan kita maka Dialah yang akan menjadi pembela hidup kita. Manusia yang merasa dirinya mampu dan tidak merasa memerlukan pertolongan Tuhan akan beranggapan bahwa ia akan sanggup mengatasi segala kesulitan dengan kemampuan dirinya sendiri. Padahal sesungguhnya kemampuan manusia adalah terbatas. Sehingga kecongkakan tersebut akan menjerumuskan dirinya ke dalam malapetaka. Tetapi apabila orang merendahkan diri dengan menjadikan Tuhan sebagai kekuatannya maka pembelaan Tuhanlah yang akan ia alami dalam hidupnya.

 

Pentingnya hidup di dalam kerendahan hati dengan menjadikan Tuhan sebagai kekuatan kita itulah yang dikemukakan di dalam Zakharia 12. Di situ Allah menyampaikan nubuatan melalui nabi Zakharia tentang umat-Nya, bangsa Yehuda. Sebab mereka "mempunyai kekuatan oleh karena Tuhan semesta alam, Allah mereka," maka sebagai akibat Allah akan "membuat kaum-kaum di Yehuda seperti anglo berapi di tengah-tengah timbunan kayu dan seperti suluh berapi di tengah-tengah timbunan bulir gandum." Artinya Ia akan membela umat-Nya sehingga mereka mampu mengalahkan bangsa-bangsa yang ada di sekitar mereka. Singkat kata, apabila Tuhan yang menjadi kekuatan kita maka Dialah yang akan menjadi pembela hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Siapakah yang menjadi kekuatan diri Anda? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah kekuatan bagi hidupku. Kepada-Mu aku bersandar dan berharap, dan bukan kepada yang lain. Karena semua yang lain, baik itu harta maupun kemampuan manusia adalah hampa serta sia-sia. Semua itu tidaklah abadi dan terbatas kesanggupannya. Sedangkan Engkau adalah pribadi yang setia dan kuasa-Mu tidak terbatas. Oleh sebab itu berbahagialah orang yang mengandalkan Engkau. Dengan berharap kepada anugerah-Mu aku juga memohon pengampunan bila adakalanya aku masih mengandalkan kemampuanku sendiri dan mengabaikan diri-Mu. Bentuklah hidupku agar di dalam kerendahan hati dan iman aku semakin bergantung kepada-Mu.

 

Mengakhiri pekan ini aku berterima kasih untuk tuntunan dan penyertaan-Mu yang telah aku alami di dalam hidupku. Sungguh tak terhitung berkat dan pertolongan-Mu yang telah Engkau limpahkan bagiku. Sekarang aku berdoa menyerahkan semua yang telah kukerjakan di sepanjang pekan ini ke dalam kasih dan berkat-Mu. Aku juga menyerahkan hari-hari yang ada di hadapanku ke dalam rahmat-Mu agar oleh pertolongan-Mu diriku dapat memiliki kehidupan yang penuh makna, tidak sia-sia, serta memuliakan nama-Mu. Sungguh aku bersukacita karena di dalam janji-Mu aku dapat menyongsong hari esok dengan iman dan pengharapan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan, aku bersyukur dan berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.