Rabu, 21 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mazmur 43:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Aku haus!" 29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. 30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yohanes 19:28-30)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Melalui pengorbanan-Nya di kayu salib Yesus telah menyelesaikan secara sempurna karya penyelamatan-Nya. Pada masa itu apabila seorang seniman, yaitu pemahat dari Yunani, telah menyelesaikan pekerjaannya, dan setelah memeriksa hasil pahatannya tersebut ia merasa puas dengan hasil karyanya, maka ia akan berkata: "Tetelestai." Kata di dalam bahasa Yunani yang artinya sudah selesai. Dengan kata lain, tidak ada apapun yang perlu ditambahkan atas hasil karya seni yang telah ia kerjakan. Semuanya sudah selesai secara genap.

 

Hal yang samalah yang Yesus telah kerjakan di kayu salib. Melalui pengorbanan-Nya Ia telah menyelesaikan karya penyelamatan yang Ia kerjakan atas hidup manusia berdosa. Oleh sebab itu sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 19, Ia berkata: "Tetelestai," atau sudah selesai, dan kemudian Ia menyerahkan nyawa-Nya. Berarti tidak ada apapun yang perlu kita kerjakan untuk menambahkan karya penyelamatan yang telah Kristus kerjakan secara tuntas di kayu salib tersebut. Satu-satunya langkah yang perlu kita lakukan hanyalah menerima anugerah keselamatan tersebut dengan iman di dalam pertobatan. Sebab pengorbanan Yesus bersifat cukup, dan melaluinya Ia telah memerdekakan kita dari kuasa dan hukuman dosa secara sempurna.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila pengorbanan Yesus di kayu salib telah menyelamatkan Anda secara sempurna, masih perlukah Anda melakukan perbuatan yang baik? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih sebab oleh anugerah-Mu di dalam pengorbanan-Mu di kayu salib Engkau telah menyelamatkan diriku secara sempurna. Masa lampauku yang kelam Engkau hapuskan, masa depan yang baru Engkau bentangkan. Korban-Mu yang satu kali dan untuk selama-lamanya itu sungguh sangat mulia. Tiada apapun yang perlu aku lakukan untuk menambahkan keselamatan yang telah genap dan yang telah dialami dalam hidupku. Aku percaya di dalam anugerah-Mu itu aku dapat menyongsong hari depan tanpa rasa kuatir baik untuk kehidupan di dunia masa kini maupun dunia yang akan datang. Aku bersukacita dan bersyukur karena sungguh anugerah-Mu cukup bagiku.

 

Kembali aku menyerahkan diriku ke dalam tangan-Mu dan tolonglah diriku agar hidupku di sepanjang hari ini merupakan kehidupan yang tidak sia-sia namun penuh dengan makna. Pakailah diriku untuk menjadi saluran dari kasih-Mu kepada sesamaku. Oleh karena itu, tolonglah diriku dengan pertolongan Roh Kudus supaya aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, bukan untuk menyelamatkan diriku, tetapi sebagai wujud ungkapan rasa syukurku kepada-Mu. Dan hanya dengan demikian baru hidupku di sepanjang hari ini akan menjadi alat untuk memuliakan nama-Mu. Tuntun dan sertailah diriku, serta jauhkanlah aku dari semua yang jahat. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 19

Mazmur 142

Zakharia 4-6

 


  

Rabu, 21 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu, 5 supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri. (Mazmur 106:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Dengan nyaring aku berseru-seru kepada TUHAN, dengan nyaring aku memohon kepada TUHAN. 3 Aku mencurahkan keluhanku ke hadapan-Nya, kesesakanku kuberitahukan ke hadapan-Nya. (Mazmur 142:2, 3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, kepada-Mu aku mencurahkan keluh kesah dan kesesakan akibat beban hidup yang terasa berat dan menekan diriku. Dengan kekuatanku sendiri aku tak sanggup mengatasinya. Oleh karena itu dengan nyaring aku berseru dalam doa dan permohonan kepada-Mu. Bersegeralah menolong dan mengangkat diriku dari ketidakberdayaan dan kesusahan yang aku alami. Aku percaya Engkau sanggup melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib seperti yang telah Engkau lakukan di masa yang lampau. Terpujilah Engkau ya Tuhan Penyelamatku yang dapat diandalkan untuk selama-lamanya.

 

Aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau tidak pernah mengabaikan seruan doaku. Pada siang hari ini aku memohon supaya Engkau menyertai diriku dalam menunaikan semua tugas dan kewajibanku sebagaimana semestinya sehingga dapat menghasilkan karya yang maksimal. Anugerahkanlah berkat-Mu untuk setiap upaya yang kulakukan agar mendatangkan keberhasilan dan membawa dampak yang positif bagi sesamaku. Dengan demikian hidupku dapat memuliakan nama-Mu. Lindungilah diriku dari segala marabahaya dan luputkanlah diriku dari segala niat jahat orang lain. Di dalam nama Yesus Kristus, Juruselamatku yang dapat diandalkan, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 21 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku berseru-seru kepada-Mu, ya Tuhan, kataku: "Engkaulah tempat perlindunganku, bagianku di negeri orang-orang hidup!" (Mazmur 142:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!" 6 Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam. (Zakharia 4:5, 6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pertolongan Roh Allah akan memampukan kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang melampaui kemampuan manusiawi kita. Patut disadari bahwa sehebat apapun pengetahuan seseorang dan seluas apapun pengalaman yang pernah ia lewati tetap saja kemampuan yang bersangkutan adalah terbatas. Sebagai akibat, hasil yang ia capai tetap ada batasnya, yaitu sebatas kemampuan yang bersangkutan. Sedangkan kesanggupan Roh Allah adalah tidak terbatas. Oleh sebab itu pertolongan-Nya akan memampukan kita untuk mencapai hasil yang lebih dari batas kemampuan manusiawi kita.

 

Pentingnya pertolongan Roh Allah di dalam hidup kita itulah yang ditulis di dalam Zakharia 4. Kepada Zerubabel, bupati wilayah Yehuda, Tuhan berkata: "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam." Saat itu Zerubabel sedang mengemban tugas yang besar yang Allah taruhkan pada bahunya, yaitu membangun kembali rumah Tuhan di Yerusalem. Sedangkan besarnya tantangan yang ia hadapi untuk melakukan tugas tersebut adalah melampaui kemampuan dirinya secara manusiawi. Oleh karena itu Allah mengingatkan Zerubabel bahwa oleh pertolongan Roh-Nya ia akan mampu melakukan tugas yang melampaui kemampuan manusiawinya itu.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Perlukah Anda berputus asa ketika kesulitan yang Anda hadapi melampaui kemampuan manusiawi Anda untuk mengatasinya? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari tentang betapa besarnya anugerah-Mu bagi hidupku. Aku yang seharusnya binasa di dalam keberdosaanku telah Engkau tebus dan bebaskan dari masa lampauku dan Engkau memberikan hari depan yang baru bagiku. Di dalam anugerah-Mu itu Engkau juga memanggil diriku untuk mengemban tugas yang besar, yaitu menjadi saksi-Mu. Aku mengaku bahwa kemampuan diriku sangatlah terbatas. Namun aku bersyukur kepada-Mu sebab Engkau bersedia menolong diriku dengan Roh Kudus-Mu agar aku sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan yang melampaui kemampuan diriku. Oleh pertolongan-Mu itu aku dapat mengisi kehidupanku secara maksimal dan melampaui keterbatasanku.

 

Menjelang akhir dari hari ini kembali aku mengangkat syukurku kepada-Mu. Sebab Engkau telah menyertai hidupku di sepanjang hari ini dan menuntun diriku sesuai dengan jalan-jalan-Mu. Oleh pertolongan Roh Kudus-Mu Engkau menyanggupkan aku untuk membuat keputusan-keputusan yang benar serta pilihan-pilihan yang benar yang selaras dengan rancangan-Mu. Aku juga berterima kasih untuk perlindungan-Mu yang telah aku alami dari waktu ke waktu. Di dalam pembelaan-Mu aku dapat menghadapi setiap kesukaran tanpa merasa gentar. Aku menyerahkan kehidupanku di sepanjang pekan yang sedang aku lalui ini ke dalam tangan kemurahan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.