Selasa, 20 November 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing. (Mazmur 119:54)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. 11 Kata Yesus kepada Petrus: "Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?" (Yohanes 18:10, 11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Maksud yang baik, namun bila berada di luar rencana dan cara kerja Tuhan tidak akan mendatangkan dampak yang baik. Walaupun seorang ibu dengan maksud yang baik, yaitu untuk mengobati mata anaknya yang terkena infeksi, meneteskan obat merah atau yodium ke mata sang anak, tentulah dampaknya akan sangat tidak baik. Bisa jadi bukannya infeksi pada mata sang anak akan teratasi tetapi ia malahan akan menjadi buta. Dengan kata lain, orang tidak boleh mengabaikan cara dan perbuatan yang benar hanya semata-mata karena mempertimbangkan tujuan yang baik di balik tindakan yang ia lakukan.

 

Pentingnya untuk tidak mengabaikan cara dan tindakan yang baik, yaitu yang sesuai dengan rencana dan cara kerja Tuhan, dan tidak hanya mempertimbangkan maksud yang baik ini terlihat dari peristiwa yang terjadi dan dicatat di dalam Yohanes 18. Maksud dari Simon Petrus di dalam membela Yesus dengan pedang demi mencegah agar Ia jangan ditangkap oleh para pengawal Bait Suci adalah baik. Namun karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan rencana maupun cara kerja Tuhan maka akibatnya menjadi tidak baik. Dalam hal ini mengakibatkan putusnya telinga kanan dari seorang hamba Imam Besar. Sehingga Yesus harus bertindak menyembuhkan sang hamba tersebut dan memperingatkan Petrus agar menyarungkan pedangnya. Singkat kata, tak cukup hanya maksud yang baik, orang juga harus melakukan hal yang baik tersebut sesuai dengan rencana dan cara kerja Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan agar tujuan yang baik di dalam diri Anda dikerjakan sesuai dengan rencana dan cara kerja Tuhan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku sungguh memerlukan hikmat-Mu bagi hidupku. Hikmat yang memungkinkan diriku untuk mengenal rencana dan cara kerja-Mu yang sempurna. Supaya dengan hidup sesuai rencana-Mu dan bekerja sesuai dengan cara kerja-Mu maka hidupku akan menyenangkan hati-Mu dan memuliakan nama-Mu. Sebagaimana Roh-Mu menolong diriku untuk hidup dengan tujuan yang baik demikianlah tolong diriku untuk hidup di jalan-jalan-Mu yang sesuai dengan kehendak-Mu. Oleh karena itu, berikanlah kepekaan di dalam hatiku terhadap tuntunan-Mu yang akan menolong diriku untuk bertindak dan berperilaku sesuai dengan kebenaran firman-Mu.

 

Tak putus-putusnya diriku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan. Engkau telah menolong diriku melewati malam yang telah lalu dan berjanji akan menyertai diriku di sepanjang waktu. Dengan merendahkan diri di hadapan-Mu aku memasrahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Genapilah janji-Mu, penuhilah rancangan-Mu, dan bertindaklah sesuai dengan maksud hati-Mu di dalam hidupku. Pakailah diriku untuk menjadi saluran kasih dan kebenaran-Mu bagi semua orang yang ada di sekitarku, supaya dengan demikian kehidupanku di dunia yang hanya satu kali ini akan benar-benar merupakan hidup yang tidak sia-sia tetapi penuh dengan makna. Kepada-Mu ya Tuhan aku memohon, dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 18

Mazmur 141

Zakharia 1-3

 


  

Selasa, 20 November 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! 4 Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. (Mazmur 31:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Biarlah orang benar memalu dan menghukum aku, itulah kasih; tetapi janganlah minyak orang fasik menghiasi kepalaku! Sungguh aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka. 6 Apabila mereka diserahkan kepada hakim-hakimnya, maka mereka akan mendengar, bahwa perkataan-perkataanku menyenangkan. (Mazmur 141:5, 6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau setia menuntun jalan hidupku dan tidak membiarkan diriku menyimpang dari jalan-jalan-Mu. Ketika aku melakukan kesalahan Engkau menegur diriku melalui orang-orang di sekitarku. Sekalipun seringkali teguran tersebut terasa menyakitkan namun sesungguhnya hal itu sangat berguna bagi diriku supaya aku kembali jalan yang benar. Ampuni aku ya Tuhan karena acapkali aku berburuk sangka dalam menanggapi nasihat dari saudara-saudara seimanku. Baharuilah hatiku oleh firman dan Roh-Mu dan berikanku kerendahan hati untuk mengindahkan teguran yang membawaku kepada kebenaran.

 

Tuhan, sungguh besar kasih setia-Mu yang telah Engkau tunjukkan di sepanjang hidupku. Itu sebabnya kembali aku datang kepada-Mu di siang hari ini membawa ucapan syukurku atas kebaikan dan penyertaan-Mu dalam hidupku. Hanya oleh anugerah-Mu Engkau berkenan memberkati setiap jerih lelahku dengan keberhasilan dan kemenangan. Dalam naungan sayap-Mu aku memperoleh perlindungan yang aman dari segala malapetaka dan terluput dari segala niat jahat orang lain. Pakailah diriku menjadi kepanjangan tangan kasih-Mu bagi orang yang memerlukan sentuhan kasih-Mu agar mereka dapat mengenal-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Pelindung hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 20 November 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati. (Mazmur 125:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat Tuhan sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. 2 Lalu berkatalah Malaikat Tuhan kepada Iblis itu: "Tuhan kiranya menghardik engkau, hai Iblis! Tuhan, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?" 3 Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu, 4 yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: "Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya." Dan kepada Yosua ia berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta." (Zakharia 3:1-4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila Iblis berupaya melumpuhkan hidup kita dengan dakwaan-dakwaannya, maka Kristus membebaskan kita dengan anugerah-Nya. Salah satu senjata yang digunakan oleh Iblis di dalam upayanya untuk menguasai hidup manusia adalah dengan membuat yang bersangkutan terus-menerus terikat dengan masa lampaunya. Ingatan tentang masa lampau yang kelam itu akan melumpuhkan orang tersebut dan mengakibatkan ia tidak mampu memandang hari esok yang baru yang telah Tuhan sediakan bagi dirinya. Padahal Kristus melalui pengorbanan-Nya telah menghapuskan masa lampau kita dan membentangkan masa depan yang baru bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

 

Siasat Iblis untuk melumpuhkan hidup manusia dan karya Allah di dalam membebaskan diri kita itulah yang dicatat di dalam Zakharia 3. Di situ ditulis Iblis mendakwa imam besar Yosua di hadapan Malaikat Tuhan. Padahal sebagaimana yang dikatakan Malaikat Tuhan, Yosua adalah bagaikan "puntung yang telah ditarik dari api." Artinya dari hidup yang seharusnya binasa oleh karena dosa-dosanya, Allah di dalam anugerah-Nya telah menyelamatkan yang bersangkutan. Oleh sebab itu, Allah menanggalkan pakaian Yosua yang kotor dan berkata: "Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta." Dengan kata lain, apabila Iblis berupaya melumpuhkan hidup kita dengan dakwaan-dakwaannya, maka Kristus membebaskan kita dengan anugerah-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Masih adakah masa lampau kelam dalam hidup Anda yang digunakan Iblis untuk mendakwa Anda? Apakah yang perlu Anda lakukan agar ia tidak dapat mendakwa Anda lagi?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau sendiri yang berjanji walaupun dosaku merah seperti kirmizi Engkau yang akan menjadikannya putih seperti salju. Walaupun masa lampauku penuh dengan noda dosa Engkau yang akan menghapuskannya sehingga menjadi putih bagaikan bulu domba. Sejauh timur dari barat demikianlah Engkau menjauhkan kesalahan-kesalahanku dari hidupku. Engkau membuka lembaran yang baru untuk hari depanku. Sehingga dengan demikian hidupku tidak lagi terperangkap oleh masa lampau tetapi di dalam iman kepada anugerah-Mu aku menyongsong hari depan yang Engkau sediakan bagi hidupku. Untuk semua itu aku sungguh bersyukur kepada-Mu.

 

Menjelang akhir dari hari ini kembali aku mengangkat hatiku kepada-Mu dengan penuh harap kepada anugerah-Mu. Sebab di dalam anugerah-Mu itulah aku dapat menyongsong hari depan tanpa rasa kuatir ataupun ragu. Apapun yang terjadi dan apapun yang akan aku hadapi aku percaya bila Engkau yang telah memulai perkara yang baik dalam hidupku maka Engkau pula yang akan menyelesaikannya sampai sempurna di dalam hidupku. Aku menyerahkan semua yang telah kukerjakan pada hari ini, berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan dan jadikanlah apa yang kukerjakan itu sebagai sarana untuk memuliakan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Penebus hidupku yang telah mengorbankan nyawa-Nya bagi diriku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.