Jumat, 26 Oktober 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

21 Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik! 22 Sebab sengsara dan miskin aku, dan hatiku terluka dalam diriku. (Mazmur 109:21, 22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. 6 Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. 7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. (1Yohanes 1:5-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang hidup di dalam terang akan hidup di dalam damai dengan Allah dan dengan sesamanya. Sebab wujud dari hidup di dalam terang adalah relasi yang dipulihkan dengan Tuhan dan dengan sesama. Karena pada dasarnya akibat dari kejatuhan manusia ke dalam kegelapan dosa adalah rusaknya relasi mereka. Di dalam hal ini adalah relasi mereka dengan Tuhan dan sesama. Oleh sebab itu bila relasi manusia dengan Tuhan dipulihkan oleh anugerah-Nya maka mereka tidak akan lagi hidup di dalam kegelapan dosa. Bukan itu saja, di dalam terang itu relasi manusia satu sama lain juga akan dipulihkan.

 

Kaitan antara hidup di dalam terang dengan relasi yang dipulihkan dengan Tuhan dan sesama ini ditulis di dalam 1Yohanes 1. Di situ rasul Yohanes mengutarakan dua persekutuan bagi mereka yang hidup di dalam terang. Yang pertama, yaitu persekutuan dengan Tuhan yang adalah Sang Sumber Terang yang sejati. Yang kedua, yaitu persekutuan dengan sesama anak-anak terang. Hanya apabila seseorang memiliki persekutuan dengan Tuhan, Sang Sumber Terang, barulah ia dapat hidup di dalam terang. Sedangkan apabila ia benar-benar hidup di dalam terang maka ia pasti akan hidup di dalam persekutuan dengan mereka yang sama-sama hidup di dalam terang. Itu sebabnya orang yang hidup di dalam terang akan hidup di dalam damai dengan Allah dan dengan sesamanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup di dalam terang? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sungguh bersyukur kepada-Mu oleh karena anugerah-Mu aku dapat hidup di dalam terang-Mu. Begitu besar kasih-Mu terhadap diriku sehingga melalui pengorbanan-Mu, aku mengalami pemulihan relasi dengan Engkau dan sesamaku. Hanya di dalam terang-Mu aku dapat merasakan damai sejahtera di dalam hidupku, dan hanya melalui Engkau aku dapat membangun relasi yang benar dengan sesamaku. Pakailah hidupku menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku di manapun aku berada. Biarlah firman-Mu senantiasa menerangi jalan-jalanku sehingga kegelapan dunia ini tidak membuatku menjauh dari kehendak-Mu, tetapi menjadikan hidupku senantiasa berkenan kepada-Mu.

 

Aku juga bersyukur kepada-Mu untuk segala berkat dan kesempatan yang Engkau berikan kepadaku pada hari ini. Aku percaya bahwa kesetiaan-Mu tidak akan pernah berubah untuk selamanya dan selalu dapat kuandalkan. Oleh sebab itu aku menyerahkan hidupku pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan. Jangan biarkan aku terjerumus dalam pencobaan, namun bebaskanlah diriku daripada hal yang jahat. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Yohanes 1

Mazmur 117

Yehezkiel 40-41

 


  

Jumat, 26 Oktober 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

"Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan." (Wahyu 4:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mazmur 117:1, 2)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Siang hari ini aku datang memuji dan meninggikan nama-Mu ya Tuhan. Hanya Engkaulah Allah yang layak untuk dipuji dan ditinggikan oleh segala bangsa di atas bumi. Tak ada satupun makhluk di atas muka bumi ini yang memiliki kasih dan kesetiaan seperti Engkau. Karena kasih-Mu Engkau menyelamatkan dan memulihkan umat-Mu. Karena kesetiaan-Mu Engkau berkenan untuk menjaga dan membimbing umat-Mu dalam jalan-jalan-Mu yang benar, serta tak pernah membiarkan dan meninggalkan umat-Mu seorang diri. Aku memuji dan meninggikan nama-Mu sebab kasih dan kesetiaan-Mu kekal untuk selamanya.

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk dapat memiliki kasih dan kesetiaan seperti Engkau. Kasih yang rela berkorban dan tak mementingkan diri sendiri. Kasih yang bersedia untuk memperhatikan dan peduli terhadap mereka yang memerlukan uluran tangan. Tolonglah aku agar dapat meneladani kesetiaan-Mu yang tak pernah berubah. Bimbinglah diriku agar mampu menjadi pribadi yang setia seperti-Mu. Kepada-Mu kuserahkan hidupku sepanjang hari di hadapanku. Aku berdoa agar hidupku pada hari ini dapat bertumbuh dalam kasih dan kesetiaan seperti yang Engkau kehendaki. Sehingga dengan demikian nama-Mu dipermuliakan dalam hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa dan bersyukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 26 Oktober 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! (Mazmur 79:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan TUHAN meliputi aku dan dibawa-Nya aku 2 dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke tanah Israel dan menempatkan aku di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu di hadapanku ada yang menyerupai bentuk kota. 3 Ke sanalah aku dibawa-Nya. Dan lihat, ada seorang yang kelihatan seperti tembaga dan di tangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur; dan ia berdiri di pintu gerbang. (Yehezkiel 40:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tuhan adalah pribadi yang maha berdaulat dan maha berhikmat, oleh sebab itu tidak ada apapun yang terjadi secara kebetulan namun semuanya ada di dalam rencana-Nya. Karena Dia adalah Sang Penguasa alam semesta yang maha berdaulat, itu sebabnya kuasa-Nya tidak terbatas dan Ia sanggup melakukan segala perkara. Di samping itu karena Dia adalah pribadi yang maha berhikmat maka Ia tidak pernah bertindak secara kebetulan, namun selalu terencana. Kedua hal ini, yaitu kedaulatan dan hikmat-Nya yang tidak terbatas mengakibatkan apapun yang terjadi di alam semesta ini tidak pernah terjadi secara kebetulan, namun di dalam pengendalian-Nya.

 

Bahwasanya semua yang terjadi di alam semesta, termasuk yang terjadi di dalam sejarah dunia ini berada di dalam pengendalian Tuhan, hal itu dikemukakan di dalam Yehezkiel 40. Di dalam kemahakuasaan-Nya Tuhan membawa Yehezkiel di dalam penglihatan dari Babel ke Yerusalem. Hal ini menunjukkan bahwa kuasa-Nya yang tidak terbatas sehingga tidak dapat dibatasi oleh tempat atau ruang. Di dalam hikmat-Nya Ia membawa tongkat pengukur dan mengukur semua yang ada. Dengan demikian Ia menunjukkan karena Ia adalah pribadi yang maha berdaulat dan maha berhikmat maka tidak ada apapun yang terjadi secara kebetulan namun semuanya ada di dalam rencana-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila segala sesuatu terjadi dalam rencana-Nya, perlukah Anda merasa kuatir akan hidup Anda? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau adalah pribadi yang maha berdaulat atas alam semesta, sehingga tidak ada satu hal pun yang terjadi di dunia ini terluput dari kendali-Mu. Dengan kedaulatan-Mu Engkau mengatur bumi dan segala yang ada. Dengan hikmat-Mu Engkau merencanakan jalan hidup setiap orang sehingga tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Tuhan, sungguh dahsyat Engkau dalam segala perbuatan-Mu. Setiap orang yang mengandalkan Engkau tidak akan pernah dikecewakan. Oleh sebab itu aku menyerahkan hidup dan masa depanku ke dalam tangan-Mu yang penuh kasih.

 

Aku juga bersyukur untuk tuntunan-Mu di dalam hidupku. Engkau selalu bersedia membimbing dan menyertai diriku di setiap waktu. Saat ini aku menyerahkan semua hal yang telah aku lalui pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Biarkan segala hal yang telah aku kerjakan pada hari ini berkenan di mata-Mu dan menjadi berkat bagi orang di sekitarku, demi hormat dan kemuliaan nama-Mu. Hanya oleh kasih setia-Mu aku dapat menyongsong hari esok yang penuh harapan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.