Sabtu, 27 Oktober 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu! (Mazmur 85:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. 4 Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 5 Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. 6 Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (1Yohanes 2:3-6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukti dari hidup di dalam relasi yang akrab dengan Tuhan adalah ketaatan kepada firman-Nya. Keakraban dengan Tuhan bukan sekadar ditunjukkan dari rajinnya seseorang datang beribadah di gereja ataupun berdoa sendiri di rumah. Semua itu sangat baik dan sangat diperlukan. Namun hal itu saja tidak dengan sendirinya menunjukkan keakraban kita dengan Tuhan. Demikian juga keaktifan seseorang di dalam pelayanan tidak secara otomatis menunjukkan relasi dirinya yang erat dengan Tuhan. Hanya bila seseorang sungguh-sungguh menaati firman-Nya barulah ia patut disebut memiliki hubungan yang akrab dengan Tuhan.

 

Kaitan antara keakraban dengan Tuhan dan ketaatan kepada firman-Nya ini dikemukakan rasul Yohanes dan dicatat di dalam 1Yohanes 2. Di situ rasul Yohanes menulis "inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya." Kata mengenal di sini bermakna memiliki relasi yang akrab. Lebih lanjut ia menulis "barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran." Hal ini menegaskan bahwa bukti dari hidup di dalam relasi yang akrab dengan Tuhan adalah ketaatan kepada firman-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur untuk pergorbanan-Mu di kayu salib yang telah menebus semua dosa-dosaku. Kasih-Mu tersebut memungkinkan diriku untuk dapat memiliki hubungan yang akrab dengan diri-Mu. Seringkali aku menganggap bahwa ketika aku rajin beribadah ke gereja atau berdoa di rumah, hal itu sudah menunjukkan keakrabanku dengan Engkau. Padahal sesungguhnya bukti dari keakrabanku dengan diri-Mu adalah ketika aku menaati firman-Mu di dalam hidupku. Ampunilah aku ya Tuhan karena telah mengabaikan perintah-perintah-Mu dan hidup sekehendak hatiku. Berikanku hati yang taat dan mampukan aku untuk melakukan setiap firman-Mu di dalam hidupku.

 

Ya Tuhan, aku berterima kasih untuk satu pekan yang hampir aku lalui ini. Aku memohon tuntunan dan penyertaan-Mu yang memampukan aku untuk berjalan di dalam kemenangan-Mu. Berikan aku hikmat-Mu dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawabku dengan baik. Tolonglah aku agar dapat menyelesaikan pekan ini dengan kehidupan yang berkenan kepada-Mu, mengalami berkat-berkat-Mu dan meraih keberhasilan. Sehingga dengan demikian hidupku dapat menjadi saksi-Mu bagi orang-orang di sekitarku dan memuliakan nama-Mu. Kepada-Mu ya Tuhan, aku mengangkat doaku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku memanjatkan doa ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Yohanes 2

Mazmur 118

Yehezkiel 42-43

 


  

Sabtu, 27 Oktober 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. (Mazmur 31:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. 6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? 7 TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku. 8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia. 9 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan. (Mazmur 118:5-9)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, Engkaulah tempat perlindungan yang teguh, sehingga setiap orang yang mengandalkan-Mu tidak akan dikecewakan. Engkau selalu mendengar seruan doaku sehingga aku tidak perlu takut menghadapi apapun dalam hidupku. Ke dalam tangan-Mu yang penuh kuasa, aku menaruh harapanku. Karena aku percaya bahwa diberkatilah orang yang mengandalkan Engkau dan yang menaruh harapannya kepada-Mu. Engkaulah yang menjadi perisai dalam hidupku, yang selalu membela perkaraku. Hidupku aman dalam tangan-Mu dan tidak pernah sedikitpun aku meragukan pemeliharaan-Mu. Masa depanku terjamin dan harapanku tidak akan hilang.

 

Tuhan, aku bersyukur untuk penyertaan dan pemeliharaan-Mu sampai pada akhir pekan ini. Engkaulah yang telah menolong diriku untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawabku dengan baik. Aku berdoa kiranya tangan-Mu yang kuat tetap menjaga dan melindungi aku, serta menuntun hidupku dalam jalan-jalan-Mu. Genapilah rencana-Mu, dan pakailah hidupku untuk menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekelilingku. Penuhilah hatiku dengan sukacita-Mu, dan biarlah aku bermegah dalam kekuatan-Mu. Hanya kepada-Mu ya Tuhan aku menaikkan doaku, dan di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Penebus dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 27 Oktober 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga. (Mazmur 145:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Maka engkau, hai anak manusia, terangkanlah kepada kaum Israel tentang Bait Suci ini, agar mereka menjadi malu melihat kesalahan-kesalahan mereka, juga bagaimana Bait Suci itu kelihatan dan rancangannya. 11 Dan kalau mereka merasa malu melihat segala sesuatu yang dilakukan mereka, gambarlah Bait Suci itu, bagian-bagiannya, pintu-pintu keluar dan pintu-pintu masuknya dan seluruh bagannya; beritahukanlah kepada mereka segala peraturannya dan hukumnya dan tuliskanlah itu di hadapan mereka, agar mereka melakukan dengan setia segala hukumnya dan peraturannya. 12 Inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu: seluruh daerah yang di puncak gunung itu adalah maha kudus. Sungguh, inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu." (Yehezkiel 43:10-12)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ibadah yang benar adalah hidup di dalam kekudusan dan ketaatan kepada firman Tuhan. Yang disebut sebagai ibadah bukan hanya dalam bentuk menyanyikan lagu-lagu rohani, membaca firman Tuhan dan mendengarkan uraiannya, serta berdoa. Memang semua itu merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan yang patut kita kerjakan. Namun lebih dari semua itu, ibadah kepada Tuhan haruslah diwujudkan di dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu sebabnya wujud dari ibadah yang benar adalah dengan hidup di dalam kekudusan dan ketaatan kepada firman-Nya.

 

Kaitan antara ibadah dengan kekudusan serta ketaatan kepada firman Tuhan ini ditulis di dalam Yehezkiel 43. Di situ dicatat Tuhan menyuruh nabi Yehezkiel untuk menerangkan tentang denah Bait Suci kepada umat-Nya. Bait Suci yang merupakan tempat ibadah mereka. Sesudah itu Ia menjelaskan alasannya, yaitu "agar mereka melakukan dengan setia segala hukumnya dan peraturannya. Inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu: seluruh daerah yang di puncak gunung itu adalah maha kudus." Dengan demikian berarti Bait Suci hanya akan ada gunanya kalau umat Tuhan hidup di dalam ketaatan kepada firman Tuhan dan kekudusan. Oleh sebab itu wujud dari ibadah yang benar kepada Tuhan adalah dengan hidup di dalam kekudusan dan ketaatan kepada firman-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda melakukan ibadah yang benar kepada Tuhan? Apakah wujudnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab.

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk hidup dalam kekudusan dan ketaatan kepada firman-Mu. Sebab Engkaulah Allah yang maha kudus, dan hanya di dalam kekudusan aku dapat melakukan ibadah yang benar kepada-Mu. Berikan Roh Kudus-Mu yang memampukan diriku untuk hidup dalam kekudusan dan menaati kehendak-Mu dalam kehidupanku sehari-hari, bukan hanya ketika aku berada di gereja saja. Ya Tuhan, ampunilah semua dosa dan pelanggaranku dan pulihkanlah hidupku. Mampukanlah aku untuk menolak semua keinginan dosa dan berikan kepadaku ketetapan hati untuk menaati semua firman-Mu.

 

Tuhan, aku berterima kasih untuk hari-hari yang telah aku lalui sepanjang pekan ini. Pimpinan dan penyertaan-Mu begitu nyata kurasakan dan berkat-Mu sungguh melimpah dalam hidupku. Di dalam kasih setia-Mu Engkau memberikan kepadaku hari depan yang penuh pengharapan. Janji-Mu teguh dan rancangan-Mu yang indah atas hidupku pasti tergenapi. Di dalam iman dan pengharapan kepada-Mu aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Jauhkan aku dari segala marabahaya dan lindungilah aku dari yang jahat. Hanya bagi-Mu segala pujian dan kemuliaan. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.