Rabu, 3 Oktober 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN. (Mazmur 116:17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. 10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." (Lukas 15:8-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Memang keselamatan bukanlah karena usaha kita, namun untuk memperkenalkan orang kepada keselamatan itu kita perlu berusaha dengan gigih. Adalah suatu kebenaran yang tak terbantahkan, yaitu bahwasanya keselamatan dari dosa dan hukuman dosa adalah karena anugerah Allah dan bukan oleh sebab kebaikan kita. Tetapi bukan berarti oleh karena itu maka kita tidak perlu berupaya untuk memperkenalkan orang kepada anugerah yang menyelamatkan tersebut. Justru sebaliknya, kita harus berusaha dengan gigih untuk mencari mereka yang terhilang di dalam kegelapan dosa serta membawa yang bersangkutan kepada pengenalan akan anugerah Allah di dalam Yesus Kristus.

 

Upaya dalam kegigihan inilah yang diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Lukas 15. Di situ dicatat perumpamaan yang Ia sampaikan tentang seorang perempuan yang kehilangan satu dari sepuluh dirham yang dimilikinya. Bila dirham itu ditemukan kembali hal tersebut bukan karena sang dirham yang berupaya. Dengan kata lain, bila kita diselamatkan hal itu bukan karena usaha kita. Lebih jauh Tuhan Yesus berkata bahwa perempuan itu "menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya." Sikap gigih seperti itulah yang harus ada di dalam diri kita di dalam mencari orang yang berdosa dan memperkenalkan yang bersangkutan kepada anugerah Allah yang dapat menyelamatkan dirinya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa usaha di dalam kegigihan untuk memperkenalkan orang kepada anugerah Allah ini diperlukan? Sudahkah Anda melakukannya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, berikan kepadaku hati-Mu, yaitu hati yang mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang dalam kegelapan dosa. Sebab hanya karena kasih-Mu itulah aku mengalami keselamatan dari dosa dan hukuman dosa. Oleh karena anugerah-Mu yang mulia Engkau dengan penuh kesabaran memanggil diriku untuk kembali kepada-Mu. Tuhan, tolonglah diriku agar juga dengan gigih berupaya untuk membawa mereka yang masih hidup di dalam kekelaman dosa kepada-Mu sehingga mereka dapat mengenal betapa besar anugerah-Mu bagi mereka. Berikan kepadaku keteguhan iman ketika menghadapi tantangan oleh karena memberitakan Injil-Mu.

 

Pada pagi hari ini aku mengucap syukur karena Engkau kembali memberi kesempatan kepadaku untuk menikmati anugerah-Mu dan hidup menjadi saluran dari kebaikan-Mu kepada orang-orang yang ada di sekitar diriku. Aku juga menyerahkan hari ini sebagaimana juga hari-hari depanku ke dalam tangan-Mu. Tolonglah diriku agar aku mampu mengisi hari ini dengan kehidupan yang penuh makna, tidak sia-sia serta menyenangkan hati-Mu. Tuntunlah aku di jalan-jalan-Mu, sertailah diriku dengan keberhasilan dan jauhkanlah diriku dari pencobaan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 15

Mazmur 94

Daniel 5-6

 


  

Rabu, 3 Oktober 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu, 5 supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri. (Mazmur 106:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu, 13 untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka, sampai digali lobang untuk orang fasik. 14 Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya. (Mazmur 94:12-14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur karena Engkau bersedia mendidik aku di dalam kebenaran-Mu. Di saat aku melakukan pelanggaran dan kesalahan, Engkau tidak membuang dan meninggalkan diriku. Tetapi di dalam kasih-Mu Engkau menghajar aku serta mengajarkan firman-Mu kepadaku agar aku berbalik kepada-Mu dan terhindar dari malapetaka dan kebinasaan. Sebab Engkaulah Tuhan yang sungguh mengasihi dan menyayangi umat milik-Mu sendiri.

 

Siang hari ini kembali aku datang kepada-Mu, merendahkan diriku di hadapan-Mu, ya Tuhan. Selidikilah hatiku, singkapkan dosa dan pelanggaranku, dan ampunilah segala kesalahan yang telah kuperbuat pada hari ini. Jauhkanlah langkah kakiku dari jalan yang salah tetapi bimbinglah aku di dalam jalan kebenaran-Mu. Tuhan, aku bersyukur untuk setiap teguran-Mu dalam hidupku yang menunjukkan bahwa Engkau sungguh mengasihi dan memperhatikanku. Ke dalam tangan-Mu yang penuh kasih, kuserahkan seluruh hidupku pada hari ini. Di dalam nama Putra-Mu yang kudus, Tuhan Yesus Kristus, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 3 Oktober 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. 4 Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunung pun kepunyaan-Nya. 5 Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. (Mazmur 95:3-5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

22 Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini. 24 Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. 25 Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. 26 Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; 27 Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; 28 Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia." (Daniel 5:22, 24-28)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang berhikmat adalah orang yang mampu menarik pelajaran dari sejarah, oleh sebab itu kemampuan ini akan menentukan bobot dari kehidupan kita. Hikmat tidaklah berkaitan secara langsung dengan luasnya pengalaman maupun kepandaian seseorang. Sebab walaupun yang bersangkutan adalah orang yang pandai dan yang telah melewati banyak pengalaman hidup, tetapi bila ia tidak dapat menimba pelajaran dari semuanya itu maka pengalaman-pengalaman tersebut tidaklah berguna bagi dirinya. Orang yang berhikmat akan mampu mengambil pelajaran dari masa lampau yang telah ia lewati. Pelajaran-pelajaran tersebut akan menjadikan dirinya sebagai orang yang memiliki kehidupan yang berbobot.

 

Tentang hal ini Belsyazar, anak dan penerus takhta dari raja Nebukadnezar merupakan contoh dari orang yang tidak berhikmat. Sebagaimana yang dicatat di dalam Daniel 5, Allah berkata melalui Daniel bahwa Belsyazar tidak menarik pelajaran dari kesombongan yang pernah menguasai diri ayahnya. Sebagai akibat, ia tidak merendahkan diri dan malahan dalam kesombongannya ia telah meremehkan kekudusan Allah. Oleh karena itu Allah menilai bahwa kehidupan yang bersangkutan terlalu ringan, alias tak berbobot, dan Ia mengakhiri masa pemerintahan Belsyazar. Singkat kata, orang yang berhikmat adalah orang yang mampu menarik pelajaran dari sejarah dan kemampuan ini akan menentukan bobot dari kehidupan yang bersangkutan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah berbobotkah kehidupan Anda di hadapan Allah? Apakah dasar dari kesimpulan Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, semakin aku meninggikan diriku maka semakin rendahlah mutu hidupku di hadapan-Mu. Semakin aku merasa diriku tidak perlu hidup menaati tuntunan-Mu serta hidup menurut kehendak diriku sendiri, maka semakin ringan bobot hidupku di depan mata-Mu. Oleh sebab itu ya Tuhan, ampunilah diriku karena semua kesombongan diriku, dan ketidaktaatanku kepada firman-Mu. Ajarlah diriku untuk semakin merendahkan diri di hadapan-Mu serta hidup bergantung kepada tuntunan firman-Mu. Supaya dengan demikian hidupku semakin berhikmat dan aku dapat mengisinya dalam kehidupan yang mulia serta bermakna.

 

Tuhan, aku merendahkan diriku di hadapan-Mu dan memohon pengampunan-Mu atas kesombongan hatiku. Ampunilah aku apabila aku mengabaikan kemurahan-Mu dan meremehkan anugerah serta kebaikan-Mu. Padahal sesungguhnya hidupku ini sepenuhnya hanya karena belas kasihan-Mu saja. Tuhan, ubahlah hatiku. Kembali aku mempercayakan masa depanku ke dalam tangan-Mu yang limpah dengan kasih setia itu. Bawalah diriku ke masa depan yang mulia seperti yang telah Engkau rancangkan bagi diriku. Pakailah hidupku untuk menjadi alat yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.