Kamis, 4 Oktober 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. (Mazmur 97:12)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. 9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." (Lukas 16:8, 9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Di samping kecerdikan, untuk mengelola kepercayaan yang kita emban juga diperlukan sikap yang tulus. Semua perusahaan memerlukan bukan hanya pegawai yang pandai namun juga pekerja yang jujur. Sebab kalau yang bersangkutan hanya sekadar cerdik namun tidak tulus, maka pastilah perusahaan tersebut akan mengalami kerugian besar. Memang orang yang pandai dan sekaligus jujur merupakan pribadi yang langka, namun kualitas yang seperti itulah yang diperlukan untuk mengelola dengan maksimal kepercayaan yang diemban oleh seseorang. Kualitas yang sedemikian itu pulalah yang dikehendaki Tuhan Yesus ada di dalam diri para pengikut-Nya.

 

Yesus menjelaskan hal itu dalam suatu perumpamaan dengan gaya bahasa sarkasme dan dicatat di dalam Lukas 16. Sarkasme adalah gaya bahasa yang pedas dan untuk memberi pelajaran yang mendalam. Contohnya adalah seorang ibu yang berkata kepada anaknya: "Tidak usah belajar, bermain sajalah! Sebab dengan berbuat seperti itu kamu nanti akan lulus ujian!" Tentu yang dimaksud oleh sang ibu adalah sebaliknya, yaitu bahwa sang anak tidak akan lulus ujian. Demikian juga secara sarkasme Yesus berkata: "Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik." Yang Ia maksudkan adalah sebaliknya, yaitu sang tuan akan murka karena ketidakjujuran dari bendahara yang cerdik itu. Sebab kecerdikan dan sikap yang tulus adalah penting dalam mengelola kepercayaan yang kita terima dari siapa saja, termasuk dari Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda mengelola kepercayaan yang Anda terima dengan cerdik dan jujur? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, semakin besar kepercayaan yang Engkau berikan kepadaku, sepatutnya semakin besar pula sikap bertanggung jawab yang ada pada diriku terhadap kesempatan yang Engkau berikan itu. Sikap bertanggung jawab, yaitu dengan hidup dalam kejujuran dan ketulusan, sebagaimana aku juga tidak menyia-nyiakan akal budi yang Engkau berikan kepadaku. Ajarlah diriku untuk senantiasa mengasah nalarku dan semakin hidup dalam ketulusan di hadapan-Mu. Supaya dengan demikian hidupku ini merupakan persembahan yang menyenangkan hati-Mu dan menjadi berkat bagi sesamaku.

 

Aku berterima kasih kepada-Mu ya Tuhan untuk separuh pekan yang telah aku lalui di dalam anugerah-Mu, dan untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepadaku pada hari ini. Aku memohon agar Engkau menuntun setiap langkahku di sepanjang hari ini agar aku hidup sesuai dengan firman-Mu. Jangan biarkan aku terjerumus ke dalam pencobaan, tetapi bimbinglah aku dengan firman-Mu agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Mampukan diriku untuk melakukan semua tugas dan pekerjaanku sepanjang hari ini dengan sebaik-baiknya, sehingga aku dapat mempermuliakan nama-Mu. Sertailah diriku dengan Roh Kudus-Mu dan berkatilah segala pekerjaanku di sepanjang hari ini dengan keberhasilan. Di dalam nama Tuhan Yesus, Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 16

Mazmur 95

Daniel 9-10

 


  

Kamis, 4 Oktober 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. (Mazmur 119:10)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. 2 Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. 3 Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. (Mazmur 95:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu sebab Engkaulah gunung batu keselamatan bagi umat-Mu. Tak pernah Engkau meninggalkan umat-Mu menghadapi bahaya seorang diri, sebab dalam kasih-Mu Engkau senantiasa berkenan mengulurkan tangan-Mu untuk menolong mereka yang berharap kepada-Mu. Engkau juga merupakan pribadi yang mahabesar dan tiada pribadi lain yang menyamai kebesaran kuasa dan kemuliaan-Mu sehingga tak ada satu persoalan pun yang tak sanggup Engkau selesaikan.

 

Siang hari ini aku menaikkan pujian syukurku kepada-Mu, ya Tuhan, Penolong hidupku. Aku menyadari bahwa pertolongan-Mu tak pernah berhenti bagiku. Bimbinglah aku agar dapat senantiasa berfokus kepada-Mu dan berpegang pada firman-Mu. Mampukan aku agar dapat mengisi hidupku pada hari ini dengan hal yang bermakna sehingga nama-Mu dipermuliakan di dalam hidupku. Ke dalam tangan-Mu yang penuh dengan kemenangan aku menyerahkan doaku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 4 Oktober 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (Mazmur 62:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. 26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. (Daniel 9:25, 26a)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Salah satu bukti bahwa Alkitab merupakan firman Tuhan yang dapat diandalkan adalah keakuratan dari penggenapan nubuatan yang ada di dalamnya. Banyak kitab di dunia ini yang berisi ajaran tentang mengapa dan bagaimana orang harus hidup dalam kebaikan. Memang tidak sedikit manusia yang mengajarkan hal yang seperti itu. Namun Alkitab bukan hanya berisi ajaran tentang mengapa dan bagaimana orang harus hidup dalam kebaikan. Di dalamnya juga terkandung berbagai nubuatan. Apabila ratusan tahun kemudian nubuatan-nubuatan itu digenapi secara akurat dalam sejarah maka hal itu menunjukkan bahwa Alkitab bukanlah sekedar kitab yang berisi ajaran tentang kebaikan, namun adalah firman Tuhan yang dapat diandalkan.

 

Salah satu nubuatan itu adalah tentang kematian Yesus Kristus di dalam Daniel 9. Di situ dinubuatkan tentang pembangunan kembali Yerusalem. Dalam sejarah hal ini digenapi sekitar tahun 445 SM. Selanjutnya disebutkan tentang "tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa," yang artinya adalah 483 tahun dalam kalendar Yahudi, yang sama dengan 476 tahun dan 25 hari menurut kalender kita sekarang, atau jatuh di sekitar tahun 30 M. Kemudian dinubuatkan bahwa sesudah masa itu "akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa." Pribadi ini adalah Kristus, pribadi yang diurapi. Tepat seperti nubuatan itu, sekitar tahun 30 M dengan tanpa salah Ia dijatuhi hukuman mati. Keakuratan penggenapan nubuatan ini membuktikan bahwa Alkitab adalah sungguh firman Allah yang dapat diandalkan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila Alkitab adalah firman Allah yang dapat diandalkan, bagaimana seharusnya sikap Anda kepada Alkitab itu? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku, karena firman-Mu menuntun hidupku di dalam kebenaran. Firman-Mu juga bagaikan air yang membersihkan serta menyegarkan jiwaku, karena firman-Mu itu dapat diandalkan dan memberikan pengharapan bagi hidupku. Apabila semua yang ada di dunia ini tidak dapat diandalkan, maka janji firman-Mu tidak pernah berubah dan tidak pernah gagal. Oleh sebab itu berbahagialah orang yang berharap dan bersandar kepada janji-janji-Mu.

 

Aku bersyukur oleh karena di sepanjang hari ini Engkau telah menyertai dan menuntun hidupku. Dengan firman-Mu Engkau telah menunjukkan jalan-jalan yang harus aku tempuh. Dengan Roh-Mu Engkau telah menjaga langkah kakiku agar tidak menyimpang dari jalan-jalan-Mu. Melalui penyertaan-Mu Engkau telah memberkati diriku dalam setiap hal yang aku kerjakan. Tuhan, sungguh besar kebaikan-Mu bagi diriku. Aku juga mempercayakan hari esokku ke dalam kemurahan-Mu. Aku yakin bahwa rencana-Mu selalu indah bagi diriku, dan tidak ada rancangan-Mu yang gagal. Kepada-Mu aku berharap dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku menyerahkan doaku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.