Selasa, 2 Oktober
2018
Pukul 05:00 -
08:00
Ibadah Pagi
Pengantar Ibadah
6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya TUHAN
itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. 7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,
bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! 8 Sebab Allah adalah Raja seluruh
bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! 9 Allah memerintah sebagai raja
atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. (Mazmur 47:6-9)
Waktu Teduh
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan
(1 menit).
Pujian kepada Tuhan
Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda
pilih sendiri.
Bacaan Alkitab
10 Tetapi, apabila
engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan
rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan
dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa
merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Lukas 14:10, 11)
Pengantar untuk Renungan
Tuhan akan merendahkan orang yang meninggikan dirinya, dan
sebaliknya akan meninggikan orang yang merendahkan hati di hadapan-Nya. Adalah
kecenderungan dari manusia untuk tidak suka direndahkan oleh orang lain. Yang
menjadi persoalan adalah, bukan saja ia tidak berharap untuk direndahkan,
manusia juga suka meninggikan dirinya sendiri. Sedangkan kecongkakan yang
adalah akar dari kesukaan untuk meninggikan diri sendiri tersebut merupakan
awal dari keruntuhan hidup manusia. Bukan itu saja kecongkakan juga berlawanan
dengan sifat Tuhan, yang adalah pribadi yang rendah hati. Oleh karena itu, kita
harus hidup dengan kerendahan hati supaya dengan demikian Allah yang
meninggikan diri kita pada waktunya.
Tentang hal ini Yesus mengumpamakan diri kita seperti orang
yang menghadiri suatu pesta perkawinan. Ia mengajar agar para pengikut-Nya
tidak meninggikan dirinya sendiri dengan duduk di tempat kehormatan, namun
merendahkan hati dengan duduk di tempat yang paling rendah. Dengan maksud, agar
bila sang tuan rumah datang kita tidak disuruhnya beralih ke tempat yang lebih
rendah. Namun sebaliknya, kita dipersilakan duduk di depan sehingga menerima hormat
di depan mata semua tamu yang lain. Ia menyimpulkan hal ini dengan berkata: "Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan
direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."
Pertanyaan untuk Direnungkan
Mana yang Anda lebih sukai, meninggikan diri sendiri atau
merendahkan hati di hadapan Tuhan? Apakah wujudnya dalam kehidupan Anda
sehari-hari?
Doa Menanggapi Bacaan Alkitab
Aku sadar bahwa tidak jarang aku meninggikan diriku sendiri
bukan hanya di hadapan orang-orang di sekitarku, bahkan juga di hadapan-Mu.
Tuhan, ampunilah kesombonganku karena sikap ini akan menyeret diriku kepada
keruntuhan. Ajarlah diriku untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan-Mu,
sebab orang yang hidup sedemikian akan Engkau tinggikan pada waktunya. Dan bila
Engkau yang meninggikan seseorang maka Engkau pula yang akan menopang yang
bersangkutan. Sedangkan bila Engkau yang menopang maka tidak akan ada kuasa
apapun yang dapat menjatuhkan yang bersangkutan.
Oleh sebab itu kembali aku merendahkan diriku di hadapan-Mu
dengan menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Sertailah
dan tuntunlah diriku dengan Roh-Mu agar aku dapat senantiasa berjalan di dalam
kebenaran-Mu. Berikan kepadaku hati yang peka terhadap tuntunan-Mu agar aku
mampu membuat pilihan dan keputusan-keputusan yang sesuai dengan kehendak-Mu.
Tolonglah diriku agar semua yang aku kerjakan pada hari ini berkenan kepada-Mu,
dan berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan. Tuhan, jadikanlah diriku
berkat bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus,
Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.
Waktu Teduh
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).
Leksionari untuk Hari Ini
Lukas 14
Mazmur 93
Daniel 7-8