Senin, 1 Oktober 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! (Mazmur 115:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. 7 Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma! 8 Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, 9 mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!" (Lukas 13:6-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup adalah anugerah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, Sang Pemberi anugerah. Bukan hanya keselamatan dari dosa dan hukuman dosa saja, seluruh kehidupan kita sehari-hari juga merupakan wujud dari anugerah Tuhan bagi diri kita. Anugerah yang kita peroleh bukan karena usaha kita, tetapi karena kemurahan hati-Nya. Hanya saja perlu diingat, walaupun bukan karena usaha kita bukan pula berarti bahwa anugerah boleh disia-siakan. Sebab sesungguhnya anugerah dari Tuhan ini haruslah kita pertanggungjawabkan kepada-Nya. Oleh karena itu kesempatan untuk hidup yang Tuhan berikan ini haruslah diisi dengan kehidupan yang produktif dan menyenangkan hati-Nya.

 

Tentang hal tersebut di dalam Lukas 13 Tuhan Yesus menggambarkan kehidupan kita bagaikan sebatang pohon ara yang tumbuh di kebun anggur. Apabila pohon ara tersebut tumbuh di sana, hal tersebut bukanlah karena ia berhak tetapi karena sang pemilik kebun anggur memberikan kesempatan kepadanya. Kesempatan yang harus diisi dengan hidup menghasilkan buah, alias produktif dan menyenangkan hati sang pemilik kebun anggur, yaitu Tuhan sendiri. Sebab, sebagaimana yang Tuhan Yesus utarakan, sang pemilik kebun anggur tersebut "datang untuk mencari buah pada pohon itu." Dengan kata lain, anugerah yang kita terima dari Tuhan, yaitu kesempatan untuk hidup ini haruslah kita pertanggungjawabkan kepada-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana Anda telah mengisi kesempatan untuk hidup yang telah Tuhan berikan kepada Anda? Apakah wujudnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sungguh bersyukur atas kesempatan yang Engkau berikan kepadaku untuk hidup di dalam anugerah-Mu. Kesempatan yang tidak sepatutnya aku sia-siakan dengan hidup secara tidak bertanggung jawab. Kesempatan yang seharusnya aku isi dengan hidup tidak di dalam kesia-siaan, namun secara produktif dan berkenan kepada-Mu. Tuhan, ampunilah diriku kalau acapkali aku hidup menyimpang dari jalan-Mu dan membuang-buang waktuku untuk hal-hal yang tidak berguna. Tolonglah diriku agar aku dapat mengisi hidupku dengan kehidupan yang memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi sesamaku.

 

Pagi ini, di hari kedua dalam pekan ini, aku menaikkan syukur dan pujian kepada-Mu karena Engkau senantiasa bersedia menuntun hidupku. Tuntunlah aku di dalam kebenaran firman-Mu. Ke dalam tangan-Mu aku menaruh harapanku sebab Engkaulah yang menjamin masa depanku. Tuhan, aku memohon penyertaan-Mu di sepanjang hari ini. Berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan dan jadikanlah diriku berkat bagi orang-orang yang ada di sekitarku. Jauhkanlah aku dari pencobaan dan lindungilah aku daripada yang jahat. Ke dalam tangan-Mu dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber Anugerah, aku menyerahkan doa permohonan ini, amin.

 

 

Doa Bapa Kami

 

9 Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, 10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya 12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 13

Mazmur 92

Daniel 3-4

 


  

Senin, 1 Oktober 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah, dan biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi. (Mazmur 108:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, 3 untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam, 4 dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus, dengan iringan kecapi. 5 Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. 6 Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu. (Mazmur 92:2-6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, betapa ajaib kasih setia-Mu dan perbuatan tangan-Mu di dalam hidupku. Di dalam kesetiaan-Mu, Engkau senantiasa menyertai hidupku. Di saat aku menghadapi berbagai masalah dan pergumulan, Engkau tidak pernah meninggalkanku. Tangan-Mu yang kuat senantiasa menopang hidupku dan memberikan pertolongan di saat aku memerlukannya. Pekerjaan-Mu yang ajaib menjamin bahwa tidak ada rancangan-Mu yang gagal di dalam hidupku. Oleh karena itu aku bersukacita dan bersorak-sorai kepada-Mu.

 

Tuhan, aku juga menyerahkan semua tugas dan tanggung jawabku pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku memohon tuntunan dan campur tangan-Mu agar semua yang aku kerjakan selaras dengan kehendak-Mu dan Engkau menjadikannya berhasil. Berikan aku hikmat-Mu sehingga aku dapat menyelesaikan setiap persoalan yang aku hadapi dengan cara yang tepat. Aku memohon bimbingan Roh Kudus-Mu agar melalui tutur kata, sikap dan tindakanku orang-orang di sekitarku dapat merasakan kehadiran-Mu. Jadikan hidupku sebagai saluran berkat dan kasih-Mu, sehingga olehnya nama-Mu dimuliakan. Terpujilah nama-Mu Tuhan, kekal selama-lamanya. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 1 Oktober 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, Sela 3 supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. (Mazmur 67:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. 17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; 18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Daniel 3:16-18)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Iman kepada Tuhan akan teruji ketika Ia bekerja menurut kehendak-Nya yang berbeda dengan keinginan kita. Bukti dari iman kita kepada Tuhan bukan hanya dari sikap kita kepada-Nya ketika permohonan kita dikabulkan-Nya. Adalah wajar apabila kita bersukacita dan berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan ketika doa kita dikabulkan-Nya. Namun bila doa kita tidak dikabulkan, sebab Ia bekerja secara berbeda dengan yang kita harapkan, dan di saat itu kita tetap bersikap setia kepada-Nya serta mempercayai kasih dan kuasa-Nya, maka itulah wujud dari iman yang sejati.

 

Iman yang sejati seperti itulah yang ada pada diri Sadrakh, Mesakh dan Abednego sebagaimana yang ditulis di dalam Daniel 3. Saat itu mereka dihadapkan kepada ancaman hukuman, yaitu dibakar dalam perapian yang menyala-nyala, karena tidak bersedia menyembah patung yang didirikan oleh raja. Mereka berkata bahwa mereka percaya Allah akan melepaskan mereka. Lebih lanjut mereka berkata: "Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." Itulah iman, bersikap setia kepada Tuhan serta mempercayai kasih dan kuasa-Nya, walaupun Ia bekerja menurut kehendak-Nya yang berbeda dengan keinginan hati kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah sikap Anda kepada Tuhan ketika Ia tidak mengabulkan doa Anda? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ampunilah diriku apabila tidak jarang aku merasa kecewa ketika keinginan hatiku tidak Engkau kabulkan dan apa yang Engkau kerjakan tidak seperti yang aku inginkan. Padahal sesungguhnya kehendak-Mu tidaklah harus seperti keinginan hatiku, sebab kehendak-Mu sempurna dan jauh lebih baik dibandingkan dengan keinginan hatiku yang jauh dari sempurna itu. Ajarlah diriku untuk mempercayai kuasa dan kebaikan-Mu dan hidup berserah secara sepenuh kepada rencana-Mu. Tuhan, tambahkanlah imanku dan teguhkanlah penyerahan diriku kepada-Mu.

 

Aku bersyukur karena Engkau telah menyertai diriku di sepanjang hari ini. Kehadiran-Mu melalui Roh Kudus memberikan damai sejahtera dalam jiwaku dan kemenangan atas semua tantangan kehidupan yang aku hadapi. Penyertaan-Mu itu pula yang memungkinkan diriku mengalami keberhasilan di dalam semua yang aku kerjakan. Kembali aku menyerahkan hari-hari yang ada di hadapanku ke dalam tangan-Mu. Aku percaya bahwa kasih setia-Mu tidak akan pernah beranjak dari hidupku dan itulah yang menjamin bahwa orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penuntun hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.