Jumat, 28 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

7 Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! 8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. 9 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; (Mazmur 27:7-9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. 34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. (Lukas 10:33-35)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kasih tidaklah cukup diungkapkan dalam kata-kata, namun harus diwujudkan dalam tindakan untuk berkorban dan menempuh resiko bagi orang yang dikasihi. Memang adalah baik bila kasih itu diutarakan dalam bentuk kata-kata. Namun tidak cukup hanya dengan kata-kata, kasih juga harus dibuktikan dalam tindakan. Di dalam hal ini, yaitu tindakan dalam pengorbanan dan kerelaan untuk menempuh resiko bagi orang yang kita cintai. Semakin besar kerelaan seseorang berkorban dan menempuh resiko bagi seseorang hal itu menunjukkan semakin besar pula kasih yang bersangkutan terhadap orang yang ia kasihi itu.

 

Kaitan antara kasih dengan pengorbanan dan kerelaan untuk menempuh resiko ini diutarakan Tuhan Yesus di dalam Lukas 10. Pengorbanan waktu, tenaga dan keuangan yang dilakukan oleh orang Samaria terhadap orang yang dirampok dalam perjalanan antara Yerusalem ke Yerikho ini merupakan bukti dari kasihnya kepada yang bersangkutan. Kasih dalam tindakan yang beresiko, sebab patut diduga bahwa orang yang dirampok itu adalah orang Yahudi. Sedangkan di masa itu orang Yahudi memusuhi orang Samaria. Sehingga menolong yang bersangkutan merupakan suatu resiko bagi orang Samaria tadi, paling tidak yaitu resiko ditolak. Kerelaan untuk berkorban dan mengambil resiko itu pulalah yang telah Yesus lakukan karena kasih-Nya terhadap orang berdosa yang memusuhi diri-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah seharusnya tanggapan Anda terhadap kasih Kristus kepada diri Anda? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku sungguh bersyukur kepada-Mu karena sedemikian besar kasih-Mu terhadap diriku manusia yang berdosa ini. Di dalam kasih-Mu itu Engkau telah rela datang ke dunia untuk mengorbankan diri-Mu bagi keselamatanku. Resiko yang tidak seharusnya Engkau alami telah Engkau tanggung. Hukuman dosa yang seharusnya aku alami telah Engkau tanggung pada diri-Mu sendiri. Sungguh ajaib anugerah-Mu bagiku. Oh Tuhan, ajarlah diriku untuk menghargai pengorbanan-Mu itu dengan membagikan kasih-Mu kepada mereka yang belum mengenalnya, serta dengan tidak lagi hidup bermain-main dengan dosa.

 

Aku juga bersyukur kepada-Mu untuk hari yang Engkau berikan kepadaku pada hari ini. Aku percaya sebagaimana di hari-hari yang lalu Engkau selalu memelihara diriku demikian juga pada hari ini Engkau tidak akan mengabaikan keperluan-keperluan hidupku. Kesetiaan-Mu tidak akan pernah berubah dan selalu dapat kuandalkan. Oleh sebab itu aku menyerahkan hidupku pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan. Jangan biarkan aku terjerumus ke dalam pencobaan, namun bebaskanlah diriku dari pada hal yang jahat. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 10

Mazmur 89

2Raja-raja 22-23

 


  

Jumat, 28 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! (Mazmur 96:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun. 3 Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. (Mazmur 89:2, 3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah pribadi yang setia dan memegang teguh perjanjian yang Kaubuat terhadap umat-Mu. Kesetiaan-Mu abadi, tidak tergantung kepada siapapun sehingga sekalipun umat-Mu berubah setia namun Engkau tetap berlaku setia untuk selama-lamanya. Itu sebabnya tidak ada satu halpun yang layak dibandingkan dengan diri-Mu. Tuhan, ampunilah diriku yang acapkali berlaku curang terhadap perjanjian-Mu dan bimbinglah diriku senantiasa untuk meneladani kesetiaan-Mu. Aku mempercayakan masa depanku kepada kasih setia-Mu yang tak berkesudahan dan aku menyandarkan harapanku kepada kesetiaan-Mu.

 

Pada siang hari ini aku kembali datang kepada-Mu dan menghampiri tahta kasih karunia-Mu dengan merenungkan akan kesetiaan-Mu. Bimbinglah diriku untuk menjadi pribadi yang setia dalam mengemban tugas dan tanggung jawabku, tidak melalaikannya namun menyelesaikan dengan baik. Hanya dengan demikian hidupku dapat menjadi saksi-Mu bagi mereka yang belum mengenal Engkau agar mereka belajar percaya kepada-Mu. Sertailah diriku dengan kasih setia-Mu agar semua jerih lelahku mendatangkan hasil yang maksimal dan tidak sia-sia. Lindungilah aku dari segala malapetaka dan luputkanlah dari segala niat jahat orang lain. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Allahku yang setia, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 28 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

21 Tetapi Engkau, ya ALLAH, Tuhanku, bertindaklah kepadaku oleh karena nama-Mu, lepaskanlah aku oleh sebab kasih setia-Mu yang baik! 22 Sebab sengsara dan miskin aku, dan hatiku terluka dalam diriku. (Mazmur 109:21, 22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Kemudian raja memberi perintah kepada imam Hilkia, kepada Ahikam bin Safan, kepada Akhbor bin Mikha, kepada Safan, panitera itu, dan kepada Asaya, hamba raja, katanya: 13 "Pergilah, mintalah petunjuk TUHAN bagiku, bagi rakyat dan bagi seluruh Yehuda, tentang perkataan kitab yang ditemukan ini, sebab hebat kehangatan murka TUHAN yang bernyala-nyala terhadap kita, oleh karena nenek moyang kita tidak mendengarkan perkataan kitab ini dengan berbuat tepat seperti yang tertulis di dalamnya." (2Raja-raja 22:12, 13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup tanpa tuntunan firman Tuhan adalah sama seperti berjalan tanpa peta dan kompas di padang gurun yang belum pernah dilalui sebelumnya. Tidak sedikit pendaki gunung yang menemui ajalnya karena tersesat di dalam hutan belantara. Peristiwa naas tersebut ia alami karena ia kehilangan arah dan berjalan tanpa peta dan kompas di wilayah yang tidak ia kenal. Artinya berjalan melalui wilayah yang asing seperti padang gurun atau hutan yang lebat tanpa peta dan kompas merupakan suatu tindakan yang sangat berbahaya. Demikian pula halnya dengan hidup tanpa tuntunan firman Tuhan. Sebab sesungguhnya kita tidak mengetahui apa yang akan kita hadapi di dalam hidup dari hari ke hari, oleh sebab itu tuntunan firman Tuhan sangat kita perlukan.

 

Pentingnya tuntunan firman Tuhan ini terlihat di dalam kehidupan bangsa Yehuda sebagaimana yang dicatat di dalam 2Raja-raja 22. Selama bertahun-tahun umat Tuhan ini hidup tanpa tuntunan kitab Taurat. Kitab Suci itu disimpan di dalam rumah Tuhan dan sangat lama tidak pernah dibaca sehingga mereka lupa tentang keberadaannya. Hanya ketika para tukang bekerja memperbaiki rumah Tuhan yang sudah mulai rusak itu barulah mereka menemukannya kembali. Tidaklah mengherankan selama bertahun-tahun kehidupan bangsa itu jatuh bangun di dalam dosa dan berbagai masalah, karena mereka hidup tanpa tuntunan firman Tuhan. Singkat kata, hidup tanpa firman Tuhan merupakan suatu perjalanan yang sangat berbahaya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup dalam tuntunan firman Tuhan? Apakah wujud dari tuntunan itu dalam kehidupan Anda sehari-hari?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau bersedia menuntun hidupku dengan firman-Mu. Tanpa tuntunan firman-Mu aku akan tersesat dan berjalan menuju kepada kehancuran. Tolonglah diriku untuk semakin mengasihi firman-Mu dan tidak mengabaikannya dari dalam hidupku sehari-hari. Aku juga bersyukur untuk keberadaan dari Lembaga Alkitab Indonesia yang memungkinkan tersedianya Alkitab di antara masyarakat Indonesia yang luas. Aku juga berdoa untuk para penerjemah Alkitab yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia dan dunia. Tolonglah mereka di dalam pengabdian mereka kepada-Mu, yaitu di dalam pelayanan mereka untuk menyediakan firman Tuhan di dalam bahasa-bahasa yang dimengerti oleh masyarakat yang memerlukannya.

 

Aku juga berterima kasih untuk tuntunan-Mu di dalam hidupku. Di dalam kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan Engkau selalu bersedia membimbing dan menyertai diriku di setiap waktu. Aku bersyukur sebab hanya karena oleh kasih setia-Mu itulah aku dapat menyongsong hari esok dengan penuh pengharapan. Aku percaya, sebagaimana Engkau telah bekerja dengan indah di dalam hidupku di masa lalu, Engkau tetap bersedia untuk melakukan hal yang sama, bahkan yang lebih indah lagi, di dalam hidupku di masa kini dan masa yang akan datang. Aku menyerahkan semua hal yang telah aku lalui pada hari ini ke dalam tangan-Mu demi hormat dan kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Firman Allah yang hidup, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.