Sabtu, 29 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. (Mazmur 119:18)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. 25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. 26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula." (Lukas 11:24-26)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup tanpa dipenuhi oleh firman Tuhan dan Roh Allah adalah bagaikan rumah yang kosong sehingga rentan terhadap pencuri. Ketika musim liburan yang panjang tiba dan banyak orang pergi berlibur ke luar kota, di saat itulah para pencuri giat bekerja. Sebab dalam masa libur yang panjang itu tidak sedikit orang yang meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Tentu situasi yang seperti ini mengakibatkan rumah itu mudah dibobol oleh para penjahat. Hal yang sama pulalah dengan orang yang hidupnya kosong karena tidak dipenuhi oleh firman Tuhan dan Roh Allah. Hidup yang bersangkutan rentan terhadap penguasaan oleh roh-roh yang jahat.

 

Mengenai hal ini di dalam Lukas 11 Yesus menjelaskan bahwa apabila roh jahat telah diusir dari diri seseorang maka ia akan berupaya untuk kembali menguasai hidup orang tersebut. Tentang kisah yang sama, di dalam Matius 12 dicatat Yesus berkata bahwa orang itu adalah bagaikan sebuah rumah yang kosong. Sehingga ketika roh itu mendapati bahwa walaupun hidup orang itu sekarang sudah bersih dan teratur, yaitu karena roh jahat itu telah keluar dari dirinya, namun karena masih kosong maka ia akan mengajak lebih banyak roh jahat untuk menguasai hidup orang itu. Itulah sebabnya penting bagi hidup ini dipenuhi oleh firman Tuhan dan Roh Kudus supaya dengan demikian diri kita tidak menjadi rentan terhadap roh-roh jahat yang berupaya untuk menguasai hati dan pikiran kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah hidup Anda dipenuhi oleh firman Tuhan dan Roh Allah? Apakah yang perlu Anda lakukan agar hal itu Anda alami?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, bagaikan bejana yang kosong kubawa hidupku kepada-Mu. Penuhilah hatiku dengan kebenaran firman-Mu dan dengan Roh Kudus-Mu. Firman-Mu itu bagaikan air yang menyegarkan jiwaku. Roh-Mu bagaikan api yang menghidupkan dan menggerakkan kehidupanku. Melalui firman dan Roh-Mu itu Engkau menyertai diriku dan menuntun diriku di jalan-jalan kehidupan yang harus aku tempuh di sepanjang waktu. Tuhan, tolonglah diriku untuk senantiasa menyimpan firman-Mu di dalam hatiku, dan selalu bersikap haus terhadap kehadiran Roh Kudus-Mu dalam hidupku.

 

Kembali aku bersyukur untuk satu pekan yang hampir aku akhiri ini. Dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan Engkau telah menggenggam hidupku. Bagaikan induk ayam yang menjaga anak-anaknya di bawah sayapnya, demikianlah Engkau telah melindungi diriku di hari-hari yang sudah aku lalui di sepanjang pekan ini. Tuhan, tolonglah aku agar dapat mengisi akhir pekan ini dengan hidup yang menyenangkan hati-Mu. Berkatilah semua yang aku kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan, dan jadikanlah diriku saluran kasih-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitar diriku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 11

Mazmur 90

2Tawarikh 36:1-8

 


  

Sabtu, 29 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

174 Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku. 175 Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku. (Mazmur 119:174, 175)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. 2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. 3 Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" (Mazmur 90:1-3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah tempat perlindungan yang kekal dari sejak awal penciptaan alam semesta sampai kesudahan jaman. Di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin. Tidak ada yang dapat aku banggakan karena hidup di dunia yang berlalu dengan cepat dan akhirnya lenyap. Tahun-tahun hidupku tidaklah berlangsung lama dan sungguh hanya karena anugerah-Mu apabila diriku memiliki umur yang panjang. Oleh karena itu, ajarlah aku menghitung hari-hariku sedemikian agar diriku beroleh hati yang bijaksana. Dengan demikian aku senantiasa menaikkan rasa syukur kepada-Mu semasa hidupku karena Engkaulah yang meneguhkan perbuatan tanganku.

 

Pada siang hari ini aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau berkenan menyertai diriku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawabku sebagaimana seharusnya. Anugerahkanlah keberhasilan dalam segala upayaku agar mendatangkan hasil yang maksimal bagi kemuliaan nama-Mu. Roh Kudus, bimbinglah diriku agar tidak menyia-nyiakan waktu yang Engkau berikan namun menggunakannya secara efektif. Aku memohon hikmat-Mu supaya aku dapat mengambil setiap keputusan dengan bijak dan tidak terjerumus ke dalam pencobaan. Sehingga hidupku yang hanya sekali ini tidak kuakhiri dengan penyesalan namun penuh makna. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tempat perteduhan yang kekal, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 29 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:8, 9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Yoyakim berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya. 6 Nebukadnezar, raja Babel, maju melawan dia, membelenggunya dengan rantai tembaga untuk membawanya ke Babel. 7 Juga beberapa perkakas rumah TUHAN dibawa Nebukadnezar ke Babel dan ditempatkan di istananya di Babel. (2Tawarikh 36:5-7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang tidak bersedia belajar dari sejarah ditentukan akan mengulang pengalaman yang pedih dalam sejarah tersebut. Bagi sebagian siswa di sekolah, pelajaran sejarah merupakan mata pelajaran yang membosankan. Karena mereka harus menghafalkan nama-nama yang asing dan tahun-tahun serta peristiwa-peristiwa yang rasanya tidak ada huhungannya dengan diri mereka. Padahal sesungguhnya mengenal sejarah adalah sangat penting. Salah satu manfaatnya adalah dengan demikian orang dapat menimba pelajaran dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di masa lampau itu, supaya dengan demikian mereka tidak perlu mengalami kembali hal-hal yang pahit yang pernah terjadi sebelumnya.

 

Pentingnya untuk menimba pelajaran dari sejarah inilah yang telah diabaikan oleh para pemimpin umat Tuhan seperti yang antara lain dicatat di dalam 2Tawarikh 36. Di situ dicatat bahwa Yoyakim, yaitu raja Yehuda, melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Padahal sikap yang sama dilakukan oleh pendahulunya, yaitu raja Yoahas. Di dalam 2Raja-raja 23 dicatat karena sikap itu maka Tuhan membiarkan firaun Nekho untuk menurunkan Yoahas dari takhtanya dan menawan dirinya di Mesir. Patut disayangkan bahwa Yoyakim tidak bersedia belajar dari sejarah. Sebagai akibat, hal yang sama dengan nasib Yoahas alami. Di dalam hal ini ia kehilangan takhtanya dan ditawan oleh raja Babel. Memang benar, orang yang tidak bersedia belajar dari sejarah akan mengulang pengalaman yang pedih dalam sejarah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pelajaran-pelajaran penting apakah yang telah Anda petik dari masa lalu Anda? Apakah yang Anda lakukan di masa kini berdasarkan pelajaran-pelajaran itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk tidak mengabaikan pelajaran-pelajaran penting yang seharusnya aku timba dari perjalanan hidupku di masa lalu. Tolonglah aku agar juga dapat memetik pelajaran penting dari kehidupan orang-orang lain yang telah mendahului diriku. Supaya dengan demikian aku dapat mencontoh hal-hal yang baik dari masa lampau, dan tidak mengulang hal-hal yang buruk yang terjadi di masa lalu. Terlebih dari semua itu, ajarlah diriku untuk senantiasa mensyukuri karya-Mu yang indah dalam hidupku di waktu-waktu yang lewat. Aku percaya, sebagaimana Engkau telah menolong diriku di masa itu, demikian pula Engkau bersedia untuk mengerjakannya kembali dalam hidupku di masa kini dan masa yang akan datang.

 

Di penghujung pekan ini kembali aku menaikkan ucapan syukurku kepada-Mu untuk penyertaan-Mu yang telah aku alami di hari-hari yang telah aku lalui. Dengan kasih setia-Mu Engkau telah menuntun diriku dengan firman dan Roh-Mu. Engkau selalu menyertai diriku dan tidak pernah meninggalkan hidupku. Engkau senantiasa membimbing diriku di jalan-jalan-Mu yang benar, dan tak satu kalipun Engkau membiarkan diriku tersesat. Engkau menolong diriku di dalam membuat keputusan dan di semua tugas serta tanggung jawabku. Tuhan, aku menyerahkan masa depanku ke dalam tangan kemurahan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Guruku yang mulia, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.