Kamis, 27 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Mazmur 100:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. 24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. 25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? (Lukas 9:23-25)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Keputusan untuk mengikut Kristus merupakan langkah untuk menempuh perjalanan hidup dengan menyangkal diri dan memikul salibnya secara terus-menerus. Sebab sebelum seseorang mengikut Kristus sesungguhnya ia hidup menuruti keinginan dirinya sendiri yang berlawanan dengan kehendak Tuhan. Itu sebabnya ketika seseorang memutuskan untuk mengikut Kristus maka ia harus berkata: "Tidak," kepada kehendak dirinya sendiri dan berkata "Ya," kepada kehendak Tuhan yang berlawanan dengan kehendak dirinya itu. Untuk itu ia perlu memikul salibnya secara terus-menerus, karena penyangkalan diri ini haruslah ia lakukan di sepanjang hidupnya di dunia.

 

Tuhan Yesus mengutarakan kaitan yang tak terpisahkan antara langkah mengikut diri-Nya dengan tindakan menyangkal diri dan memikul salib ini di dalam Lukas 9. Di situ Ia berkata: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." Dengan demikian Ia menegaskan bahwa kerelaan untuk menyangkal diri dan memikul salib ini merupakan syarat yang tidak dapat diabaikan oleh setiap orang yang ingin mengikut Dia. Oleh sebab itu hanya orang yang bersedia untuk menyangkal diri dan memikul salib secara terus-menerus sajalah yang dapat disebut sebagai pengikut-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda hidup dengan menyangkal diri Anda sendiri? Apakah wujud dari sikap itu dalam kehidupan Anda sehari-hari?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari masih banyak kehendak di dalam diriku yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Oleh karena itu tolonglah diriku agar dapat senantiasa hidup di dalam penyangkalan diri supaya dengan demikian aku bukan berjalan menurut kehendak diriku sendiri tetapi di dalam penyerahan diri kepada kehendak-Mu. Mampukan diriku untuk senantiasa memikul salib di setiap waktu sehingga pola hidupku yang lama yang penuh dengan dosa tidak lagi berkuasa atas diriku. Sebaliknya, hidupku dibaharui hari demi hari oleh firman-Mu dan menjadi semakin serupa dengan gambaran-Mu.

 

Aku berterima kasih kepada-Mu untuk istirahat yang telah aku lewati di sepanjang malam yang telah lalu dan untuk hari yang baru yang telah Engkau berikan kepadaku pada hari ini. Engkau memberikan kepadaku kesempatan-kesempatan yang baru untuk menikmati segala kebaikan-Mu yang berlimpah-limpah itu. Ya Tuhan, tuntunlah hidupku dengan firman-Mu agar aku dapat berjalan di dalam kehendak-Mu. Mampukanlah diriku untuk melakukan semua tugas dan tanggung jawabku pada hari ini secara maksimal dan berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan. Pakailah hidupku untuk menjadi alat yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 9

Mazmur 88

Yeremia 23-24

 


  

Kamis, 27 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu, karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai. (Mazmur 92:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan? 13 Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa? 14 Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu. (Mazmur 88:12-14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, di dalam kuasa kebangkitan-Mu Engkau telah membangkitkan diriku dari keputusasaan ke dalam hidup yang penuh dengan pengharapan. Dengan keajaiban-keajaiban-Mu Engkau membentangkan masa depan yang baru bagi hidupku. Dengan keadilan-Mu Engkau membela diriku dan senantiasa bersedia mendengar seruan permohonanku kepada-Mu. Tidak pernah Engkau mengabaikan doa dan permintaan pertolongan yang aku naikkan kepada-Mu. Aku bersyukur untuk semua kemurahan-Mu.

 

Siang hari ini kembali aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Aku memohon agar Engkau menyertai diriku dengan keberhasilan dan memberkati semua hal yang kukerjakan di sepanjang hari ini. Tuntunlah diriku dengan Roh-Mu dan jangan biarkan aku mengambil jalan yang salah tetapi bawalah diriku senantiasa di jalan-jalan kebenaran-Mu. Kepada-Mu ya Tuhan aku bersandar dan aku percaya orang yang mengandalkan diri-Mu tidak pernah Engkau kecewakan. Kiranya melalui hidupku orang akan melihat kemuliaan dari kasih-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku mengangkat doaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 27 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. (Mazmur 95:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

7 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, 8 melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri." (Yeremia 23:7, 8)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, oleh karena itu kebaikan-Nya bukan hanya dapat dialami di masa lalu, namun juga di masa kini. Acapkali orang bercerita tentang kebaikan Tuhan yang pernah ia alami pada belasan bahkan puluhan tahun yang lampau, namun tidak ada kebaikan Tuhan di masa kini yang ia beritakan kepada orang lain. Sehingga seakan-akan Tuhan tidak lagi bekerja di masa sekarang. Padahal sesungguhnya kasih setia Tuhan tidak berkesudahan. Oleh sebab itu Ia bukan saja melakukan kebaikan di masa lampau, bahkan kepada umat yang telah berbuat tidak setiapun Ia dengan setia tetap mengerjakan kebaikan-Nya sampai di masa kini.

 

Besarnya kasih setia Tuhan sehingga Ia tetap berbuat baik kepada umat-Nya di setiap saat itulah yang dikemukakan Tuhan di dalam Yeremia 23. Melalui nabi Yeremia Ia berjanji bahwa Ia akan membawa umat-Nya, bangsa Yehuda, kembali dari tempat mereka akan dibuang di tanah utara, yaitu negeri Babel. Sehingga mereka tidak lagi bercerita tentang kebaikan Tuhan di masa lalu yang menuntun nenek moyang mereka dari Mesir ke Kanaan, namun juga kebaikan-Nya di masa kini, yaitu dengan menuntun mereka dari Babel ke Israel. Singkat kata, kasih setia Tuhan tidak berkesudahan, oleh sebab itu kebaikan-Nya juga tidak pernah berubah dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa acapkali orang mengabaikan kebaikan Tuhan yang ia alami? Apakah tanggapan Anda terhadap kebaikan Tuhan yang Anda alami?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Sesungguhnya kebaikan-Mu tidak pernah berkesudahan karena kasih-Mu kekal dan kesetiaan-Mu turun-temurun untuk selama-lamanya. Oleh sebab itu ampunilah diriku apabila aku di dalam kesuaman rohani dan kecongkakan hidupku melupakan kebaikan-kebaikan-Mu dalam hidupku. Tuhan, tolonglah diriku agar senantiasa mengingat dan menghargai kasih-Mu dan kebaikan-Mu yang telah aku alami dari hari ke hari dalam hidupku. Bahkan sesungguhnya tak pernah sekalipun Engkau lalai di dalam mencurahkan kebaikan-Mu dalam kehidupanku sehari-hari. Ajarlah diriku untuk mensyukuri semuanya itu.

 

Apabila sampai kepada saat ini aku dapat hidup seperti yang sekarang ini semuanya itu sesungguhnya adalah karena kemurahan-Mu belaka. Engkau telah menuntun dan menyertai diriku di sepanjang hari ini, menunjukkan jalan-jalan yang harus aku tempuh dan tidak membiarkan diriku terjerumus ke dalam pencobaan. Seperti seorang gembala yang baik Engkau telah memelihara jiwaku dan memenuhi hatiku dengan sukacita-Mu. Aku berterima kasih untuk semuanya itu. Sekarang aku mempercayakan hari depanku ke dalam rancangan-Mu. Karena sesungguhnya rencana-Mu selalu indah dan tidak pernah gagal. Di dalam damai sejahtera aku menyongsong hari esokku. Dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku menyerahkan doa dan permohonanku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.