Kamis, 6 September 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub. 3 Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus. 4 Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita. 5 Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub. (Mazmur 81:2-5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. (Ibrani 1:1, 2)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kristus merupakan puncak dari pengungkapan diri Allah kepada manusia. Kita mengungkapkan diri kita kepada orang lain melalui pelbagai cara, antara lain melalui mengungkapkan isi hati kita secara lisan maupun tulisan. Dapat juga kita mengungkapkannya melalui nyanyian, lukisan dan cara-cara lainnya. Di antara berbagai cara tersebut tentu pengungkapan yang tertinggi adalah ketika kita hadir secara pribadi di antara orang-orang yang kepadanya kita ingin mengutarakan perasaan, pikiran dan keinginan hati kita. Itu sebabnya kehadiran Kristus di dunia merupakan puncak dari pengungkapan diri Allah kepada manusia karena Ia adalah pribadi dari Allah itu sendiri.

 

Prinsip yang sangat penting tentang pengungkapan diri Allah melalui Kristus ini diutarakan di dalam surat Ibrani 1. Di situ penulis surat Ibrani berkata bahwa setelah Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada manusia dengan perantaraan para nabi maka sekarang Ia berbicara melalui Yesus Kristus, yaitu Anak-Nya. Istilah anak ini tidak boleh dipahami secara harafiah namun menggambarkan relasi yang luar biasa dekat antara Kristus dengan Allah, sebab Ia adalah Allah itu sendiri. Dengan kata lain, kehadiran Kristus di dunia merupakan kehadiran Allah secara pribadi di antara manusia. Oleh sebab itu pengungkapan isi hati Allah kepada manusia melalui Kristus merupakan puncak dari pengungkapan diri-Nya kepada kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Karena Kristus merupakan puncak dari pengungkapan diri Allah kepada manusia maka bagaimanakah seharusnya sikap kita kepada-Nya? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, aku memuja dan memuji diri-Mu. Aku memuja-Mu karena Engkau adalah Sang Penguasa alam semesta, Pencipta langit dan bumi yang layak untuk disembah. Segala kuasa ada di dalam tangan-Mu dan tidak ada yang lebih besar melampaui diri-Mu. Engkau berdaulat dan mahamulia, kepada-Mulah seluruh makhluk sujud menyembah. Aku memuji-Mu karena Engkau yang mahabesar itu rela merendahkan diri datang ke dunia menjadi sama dengan manusia, mengorbankan diri-Mu dalam penderitaan sampai mati di kayu salib untuk menunjukkan kasih-Mu bagi manusia yang berdosa seperti diriku. Sungguh aku bersyukur untuk anugerah-Mu yang sangat besar itu.

 

Di dalam rasa syukur itulah aku datang kepada-Mu dengan merendahkan diri. Aku memohon kemurahan-Mu menyertai diriku di sepanjang hari ini. Bawalah daku untuk hidup di jalan-jalan-Mu agar hidupku menyenangkan hati-Mu. Penuhi hidupku dengan Roh Kudus-Mu, berikan kepadaku hati yang taat kepada firman-Mu. Berkatilah semua pekerjaan yang aku lakukan pada hari ini, berikan kepadaku kemampuan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang harus aku selesaikan, limpahilah diriku dengan hikmat-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi saksi-Mu di manapun aku berada baik melalui perkataan maupun perbuatanku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Firman yang hidup, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Ibrani 1

Mazmur 67

Mikha 1-2

 


  

Kamis, 6 September 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi (Mazmur 65:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 7 Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. 8 Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia! (Mazmur 67:6-8)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, Engkaulah Raja alam semesta dan Penguasa seluruh muka bumi. Segala yang ada di alam semesta ini adalah milik-Mu, dan Engkaulah yang menciptakan semua yang ada dari yang tidak ada. Engkau membentangkan cakrawala dengan hikmat-Mu dan menopang alam semesta ini dengan firman-Mu. Sungguh Engkau mahamulia dan patut dipuji. Karena di dalam kemurahan-Mu Engkau memberkati umat-Mu dengan berlimpah-limpah, dan tak sekalipun Engkau lalai di dalam memelihara mereka. Kepada-Mu aku mengangkat pujian dan pengagunganku.

 

Aku juga bersyukur karena sampai kepada saat ini Engkau senantiasa menyertai diriku. Roh-Mu tak pernah meninggalkan diriku, namun selalu menghibur, memberi nasihat, menuntun dan melengkapi diriku dengan semua karunia yang kuperlukan bagi hidupku. Sehingga dengan demikian aku dapat mengisi hidup ini secara efektif, bukan dengan kuat dan gagahku tetapi oleh pertolongan Roh Kudus-Mu. Aku menyerahkan waktu yang masih ada pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Mampukan diriku untuk mengisinya dengan hal-hal yang bermakna dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 6 September 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. (Mazmur 145:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Semuanya ini terjadi karena pelanggaran Yakub, dan karena dosa kaum Israel. Pelanggaran Yakub itu apa? Bukankah itu Samaria? Dosa kaum Yehuda itu apa? Bukankah itu Yerusalem? 6 Sebab itu Aku akan membuat Samaria menjadi timbunan puing di padang, menjadi tempat penanaman pohon anggur. Aku akan menggulingkan batu-batunya ke dalam lembah dan akan menyingkapkan dasar-dasarnya. 8 Karena inilah aku hendak berkeluh kesah dan meratap, hendak berjalan dengan tidak berkasut dan telanjang, hendak melolong seperti serigala dan meraung seperti burung unta: 9 sebab lukanya tidak dapat sembuh, sudah menjalar ke Yehuda, sudah sampai ke pintu gerbang bangsaku, ke Yerusalem! (Mikha 1:5-6, 8-9)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pemimpin yang baik akan mampu menghayati perasaan dari orang-orang yang ia pimpin. Tidak jarang jabatan yang disandang oleh seorang pemimpin bukan saja mengakibatkan terbentuknya jarak antara dirinya dengan orang-orang yang ia pimpin, tetapi juga mengakibatkan yang bersangkutan tidak lagi dapat memahami keadaan maupun perasaan dari orang-orang yang ia pimpin tersebut. Alhasil kepemimpinannya tidak lagi relevan. Sebab ia tidak dapat menghayati apa yang menjadi kebutuhan maupun kehidupan dari orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya. Itu sebabnya seorang pemimpin yang baik tidak akan membiarkan jabatan yang ia sandang mengakibatkan terbentuknya jarak antara dirinya dengan orang yang ia pimpin.

 

Sikap kepemimpinan yang baik inilah yang terlihat di dalam diri nabi Mikha sebagaimana yang dicatat di dalam Mikha 1. Di saat itu dosa bangsa Israel dan Yehuda telah bertumpuk-tumpuk. Sebagai akibat, Allah berniat untuk menghukum umat-Nya dengan menjadikan kota-kota mereka menjadi timbunan puing dan ladang. Mengetahui apa yang akan menimpa bangsa yang ia layani sebagai seorang nabi tersebut Mikha tidak berdiam diri. Di dalam rasa prihatin ia "berkeluh kesah dan meratap, hendak berjalan dengan tidak berkasut dan telanjang." Artinya ia dapat menghayati apa yang akan dirasakan oleh orang-orang yang ia pimpin ketika mereka mengalami hukuman Tuhan di masa yang akan datang. Singkat kata, seorang pemimpin yang baik adalah pribadi yang dapat menghayati apa yang dirasakan oleh orang-orang yang ia pimpin.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah mampukah Anda menghayati perasaan orang-orang di sekitar Anda yang sedang menanggung beban dan persoalan di dalam hidup mereka? Apakah yang perlu Anda lakukan agar dapat menghayati semuanya itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allah, aku bersyukur karena Engkau mengaruniakan kepadaku Yesus Kristus sebagai Imam Besar dalam hidupku. Imam Besar yang dapat ikut merasakan perasaan-perasaan yang ada di dalam hatiku dan yang bersedia menanggung semua beban di dalam hidupku. Untuk itu Dia yang mahamulia telah rela datang ke dunia menjadi sama dengan manusia, mengambil rupa seorang hamba dan menderita sengsara demi keselamatan diriku. Ya Tuhan, ajarlah aku untuk meniru jejak-jejak-Mu itu. Bentuklah hatiku dengan Roh dan firman-Mu agar hidupku mencerminkan pikiran dan perasaan-Mu.

 

Aku berterima kasih untuk waktu-waktu yang telah aku lalui pada hari ini. Di setiap saat Engkau melalui Roh Kudus-Mu telah menyertai diriku. Engkau membuka kesempatan-kesempatan yang baru bagi diriku agar aku dapat mengisi hidupku ini bukan dengan kehidupan yang sia-sia, namun berharga, bermakna dan memuliakan nama-Mu. Sungguh besar anugerah-Mu itu bagi diriku. Aku menyerahkan hari-hari yang masih tersisa di sepanjang pekan ini ke dalam tangan kasih setia-Mu. Sanggupkan aku menatap hari esok dengan penuh pengharapan karena sesungguhnya Engkau dapat diandalkan. Di dalam nama Yesus Krisus, Tuhan dan Imam Besar yang mulia, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.