Kamis, 30 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku. (Mazmur 18:47)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. (Markus 10:43, 44)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pribadi yang besar adalah pribadi yang rela merendahkan diri menjadi orang yang sederhana. Pada umumnya orang mengukur kebesaran diri seseorang dari jabatan yang ia sandang. Hal ini merupakan ukuran yang tidak sepenuhnya tepat. Karena dapat saja seseorang menduduki jabatan yang tinggi namun sesungguhnya ia tidak memiliki bobot kehidupan yang sesuai dengan jabatan yang ia sandang. Bobot kehidupan yang sesungguhnya nampak dalam sikap yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Sehingga dengan demikian ia rela merendahkan dirinya menjadi orang yang dianggap kecil atau berkedudukan rendah di pemandangan orang lain.

 

Prinsip tentang ukuran dari pribadi yang besar itulah yang diajarkan Tuhan Yesus di dalam Markus 10. Di situ Ia menegaskan kepada para murid-Nya: "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." Bukan saja Ia mengajarkan hal tersebut Ia juga mempraktikkannya dalam kehidupan-Nya. Ia yang mahamulia, Sang Raja alam semesta, namun rela merendahkan diri menjadi sama dengan manusia. Dia yang kuasa-Nya tidak terbatas rela mengosongkan diri-Nya sendiri dengan mengambil rupa seorang hamba untuk melayani orang-orang yang sederhana. Sikap inilah yang menunjukkan betapa mulia diri-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah patutkah Anda disebut sebagai orang yang besar di mata Tuhan? Apa alasan dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau memberi teladan kepadaku tentang bagaimana hidup menjadi orang yang besar di mata-Mu. Engkau yang mahamulia, Raja alam semesta, rela datang ke dunia menjadi sama dengan manusia. Dengan rendah hati Engkau rela menyapa diriku manusia yang hina dengan kasih-Mu yang mulia. Dengan anugerah-Mu yang tidak terbatas Engkau menebus diriku dari dosa dan memerdekakan diriku dari perhambaan dosa. Aku sungguh bersyukur untuk semua kebaikan-Mu itu dan tolonglah diriku agar mampu mengikuti teladan yang Engkau berikan di dalam kehidupanku sehari-hari. Jagalah diriku dengan Roh Kudus-Mu agar diriku juga senantiasa hidup dengan rendah hati seperti diri-Mu.

 

Aku berterima kasih kepada-Mu ya Tuhan untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepadaku. Kasih setia-Mu dan rahmat-Mu selalu baru setiap pagi. Aku memohon agar Tuhan menuntun setiap langkahku di sepanjang hari ini seturut dengan firman-Mu. Jangan biarkan aku berjalan menurut pengertianku sendiri, tetapi bimbinglah aku dengan firman-Mu agar tidak salah dalam mengambil keputusan. Mampukan diriku untuk melakukan semua tugas dan pekerjaanku sepanjang hari ini, sehingga aku dapat mempermuliakan nama-Mu. Sertailah diriku dengan Roh Kudus-Mu dan berkatilah segala pekerjaanku sepanjang hari ini dengan keberhasilan. Di dalam nama Tuhan Yesus, Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 10

Mazmur 60

2Tawarikh 31-32

 


  

Kamis, 30 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! (Mazmur 105:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Kepada mereka yang takut kepada-Mu telah Kauberikan panji-panji, tanda untuk berlindung terhadap panah. Sela 7 Supaya terluput orang-orang yang Kaucintai, berikanlah keselamatan dengan tangan kanan-Mu dan jawablah kami! (Mazmur 60:6, 7)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Mu. Mereka yang hidup takut kepada-Mu akan Engkau berkati dengan kemenangan demi kemenangan dalam hidup mereka. Namun orang yang mengandalkan kemampuan dirinya sendiri akan Engkau permalukan supaya dengan demikian mereka sadar bahwa sesungguhnya manusia adalah makhluk yang terbatas dan perlu hidup bergantung kepada-Mu. Dengan tangan kanan-Mu yang penuh dengan kekuatan itu Engkau mengangkat mereka yang berserah kepada-Mu dan memberi kekuatan kepada mereka yang bersandar kepada-Mu. Tuhan, kepada-Mu aku berserah.

 

Aku menyerahkan hidupku ke dalam kasih setia-Mu. Aku memohon Engkau membuka pintu-pintu keberhasilan bagi diriku. Bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu supaya hidupku senantiasa berjalan selaras dengan firman-Mu. Tuhan, pakailah hidupku untuk menjadi saksi dari kasih dan kuasa-Mu bagi orang-orang di sekitarku sehingga mereka dapat melihat perbedaan antara orang yang mengandalkan Tuhan dengan orang yang bersandar kepada pengertiannya sendiri. Kiranya melalui hidupku orang akan mengenal anugerah-Mu dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa dan memohon, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 30 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. (Mazmur 66:5, 7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

20 Demikianlah perbuatan Hizkia di seluruh Yehuda. Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan TUHAN, Allahnya. 21 Dalam setiap usaha yang dimulainya untuk pelayanannya terhadap rumah Allah, dan untuk pelaksanaan Taurat dan perintah Allah, ia mencari Allahnya. Semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil. (2Tawarikh 31:20, 21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bukan sekadar apa yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita melakukannya akan menentukan keberhasilan. Sama seperti berolahraga adalah kegiatan yang baik dan sangat diperlukan. Namun bila kita melakukannya secara asal-asalan, yaitu hanya sebulan sekali, dan itu pun hanya selama dua tiga menit saja, maka sulitlah bagi kita untuk mengharapkan bahwa kita akan mendapatkan tubuh yang bugar. Demikian juga walaupun yang kita lakukan adalah hal yang benar, tetapi bila kita tidak melakukannya dengan segenap hati, maka sukar bagi kita untuk mengharapkan keberhasilan atas yang kita lakukan tersebut.

 

Pentingnya untuk melakukan apa yang benar dengan benar inilah yang dicontohkan oleh Hizkia sebagaimana yang dicatat dalam 2Tawarikh 31. Di situ ditulis bahwa ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan Tuhan, yaitu menaati firman-Nya. Namun bukan itu saja, juga dicatat bahwa "semuanya dilakukannya dengan segenap hati, sehingga segala usahanya berhasil." Artinya ia bukan saja melakukan hal yang benar, namun ia juga melakukannya dengan sungguh-sungguh. Sebagai akibat, dicatat bahwa segala usahanya menjadi berhasil. Berarti untuk mengalami keberhasilan tidaklah cukup bagi kita hanya melakukan apa yang benar, namun kita juga perlu melakukannya dengan benar.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah hal-hal yang benar yang belum Anda lakukan dengan benar? Apakah itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku memohon agar Engkau di dalam anugerah-Mu senantiasa memeriksa hatiku, dan menghindarkan diriku dari sikap yang tidak bersungguh-sungguh dalam mengasihi-Mu. Sebab sesungguhnya Engkau layak untuk kukasihi dengan segenap hati, jiwa, kekuatan dan akal budiku. Ampunilah aku apabila tidak jarang aku melakukan kebenaran secara ala kadarnya, dan tidak dengan sepenuh hati. Sehingga dengan demikian aku hidup di dalam kesuaman rohani yang tidak memuliakan nama-Mu. Baharuilah hatiku dan dengan pertolongan Roh Kudus-Mu kobarkan kasihku kepada-Mu.

 

Ya Tuhan, aku sungguh bersyukur oleh karena rahmat-Mu Engkau telah menyertai dan menuntun hidupku di sepanjang hari ini. Dengan firman-Mu Engkau telah menunjukkan jalan-jalan yang harus aku tempuh di dalam hidupku. Dengan Roh-Mu Engkau telah menjaga langkah kakiku agar tidak menyimpang dari jalan-jalan-Mu. Melalui penyertaan-Mu Engkau telah memberkati diriku di setiap hal yang aku kerjakan. Tuhan, sungguh besar kebaikan-Mu bagi diriku. Aku juga mempercayakan hari esokku ke dalam rahmat-Mu. Aku yakin Engkau memiliki rencana yang indah untuk masa depanku, dan tidak ada rancangan-Mu yang gagal. Oleh sebab itu di dalam iman dan dengan mendasarkan-Nya pada nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku mengangkat doaku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.