Rabu, 29 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 34:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

30 Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; 31 sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." 32 Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya. 33 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?" 34 Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. (Markus 9:30-34)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pemimpin yang baik adalah pribadi yang sanggup mengubah orang-orang yang ia pimpin dari pecundang menjadi pemenang. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan namun pengaruh, itu sebabnya kualitas seorang pemimpin tidak dapat diukur dari seberapa tinggi jabatan yang ia sandang, namun seberapa besar pengaruh dirinya terhadap orang yang ia pimpin. Apabila yang bersangkutan adalah seorang pemimpin yang baik maka dirinya akan membawa pengaruh yang positif terhadap hidup orang yang ia pimpin. Di dalam hal ini diantaranya, yaitu ia akan mampu mengubah orang-orang yang ia pimpin dari pribadi yang bermentalitas pecundang menjadi para pemenang.

 

Kualitas kepemimpinan yang baik inilah yang dapat kita lihat di dalam diri Yesus Kristus. Sebagaimana yang dicatat di dalam Markus 9, Yesus mengajar para murid-Nya tentang kematian dan kebangkitan-Nya namun mereka tidak memahami apa yang Ia ajarkan tersebut. Sebaliknya, mereka tidak bertanya kepada Yesus tentang hal tersebut, atau merasa prihatin terhadap penderitaan yang akan Yesus alami, justru mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Singkat kata, para murid ini adalah orang-orang pecundang. Apabila para pecundang ini dapat diubah-Nya menjadi para pemenang yang mengubah dunia, seperti yang dicatat di dalam kitab Kisah Para Rasul, maka hal ini menunjukkan bahwa Yesus adalah teladan dari seorang pemimpin yang baik, yaitu pribadi yang membawa pengaruh yang positif terhadap lingkungan dan orang-orang yang ia pimpin.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda membawa pengaruh yang positif terhadap lingkungan Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau pribadi yang mengubah hidupku. Dengan kasih-Mu yang sangat besar itu Engkau mengubah diriku dari seorang pecundang menjadi pemenang. Dari orang yang hidup dengan cakrawala pikir yang sempit, yaitu hidup hanya memikirkan diri sendiri, Engkau memperluas tujuan hidupku, sehingga aku dapat hidup untuk membawa manfaat bagi sesamaku. Sungguh Engkaulah pemimpin yang baik dan teladan yang sempurna dari hidup yang membawa pengaruh positif atas lingkungannya. Tolonglah diriku untuk hidup mengikuti teladan-Mu agar hidupku yang hanya satu kali di dunia ini menjadi hidup yang penuh dengan makna.

 

Tuhan, di hari yang baru yang Engkau berikan kepadaku hari ini aku mengucap syukur karena kemurahan-Mu juga selalu baru bagiku. Dengan demikian aku dapat menyongsong hari depan dengan penuh pengharapan karena aku yakin sungguh Engkau menjamin hari esokku. Tolonglah aku agar mampu mengisi hari ini dengan kehidupan yang penuh hikmat, tidak sia-sia serta memuliakan nama-Mu. Sertailah diriku dengan keberhasilan dan jadikanlah aku saluran dari kasih-Mu kepada semua orang yang ada di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 9

Mazmur 59

2Tawarikh 29-30

 


  

Rabu, 29 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

7 Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! 8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN. 9 Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; (Mazmur 27:7-9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku; bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan aku. 3 Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang melakukan kejahatan dan selamatkanlah aku dari pada penumpah-penumpah darah. 4 Sebab sesungguhnya, mereka menghadang nyawaku; orang-orang perkasa menyerbu aku, padahal aku tidak melakukan pelanggaran, aku tidak berdosa, ya TUHAN, 5 aku tidak bersalah, merekalah yang lari dan bersiap-siap. Marilah mendapatkan aku, dan lihatlah! (Mazmur 59:2-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah benteng hidupku. Engkau tempat perlindungan yang teguh, dan di dalam naungan-Mu aku merasakan damai sejahtera yang penuh. Engkau tidak akan membiarkan orang yang berniat buruk terhadap diriku akan berhasil melaksanakan niat jahat mereka. Sebaliknya Engkau akan menggagalkan semua rancangan mereka yang dimaksudkan untuk menjadi malapetaka terhadap diriku. Ya Tuhan, kepada-Mu aku berlindung dan ke dalam tangan-Mu aku menyerahkan hidupku.

 

Aku berdoa agar Engkau dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan itu menjaga diriku bagaikan biji mata-Mu sendiri. Tolonglah diriku agar mampu menunaikan tugas dan tanggung jawabku sebagaimana harusnya, mengerjakannya secara maksimal dan sesuai dengan tuntunan firman-Mu. Jadikanlah diriku saksi yang memuliakan nama-Mu di manapun aku berada. Sehingga dengan demikian orang dapat mengenal kasih dan kebenaran-Mu melalui hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Raja yang mulia, aku berdoa serta bersyukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 29 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mazmur 25:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Katanya kepada mereka: "Dengarlah, hai orang-orang Lewi! Sekarang kuduskanlah dirimu dan kuduskanlah rumah TUHAN, Allah nenek moyangmu! Keluarkanlah kecemaran dari tempat kudus! 6 Karena nenek moyang kita telah berubah setia. Mereka melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allah kita, telah meninggalkan-Nya, mereka telah memalingkan muka dari kediaman TUHAN dan membelakangi-Nya. 7 Bahkan mereka menutup pintu-pintu balai rumah TUHAN dan memadamkan segala pelita. Mereka tidak membakar korban ukupan dan tidak mempersembahkan korban bakaran bagi Allah orang Israel di tempat kudus, 8 sehingga murka TUHAN menimpa Yehuda dan Yerusalem. Ia membuat mereka menjadi kengerian, kedahsyatan dan sasaran suitan seperti yang kamu lihat dengan matamu sendiri. (2Tawarikh 29:5-8)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kesetiaan dalam beribadah merupakan salah satu pertanda dari kebugaran rohani seseorang. Memang tidak semua orang yang beribadah adalah orang yang memiliki kerohanian yang bugar, sebab bisa saja orang menutupi kemerosotan rohaninya dengan tetap datang beribadah kepada Tuhan. Dengan kata lain, ibadah yang ia lakukan hanyalah sekadar suatu kegiatan rutin dan basa-basi belaka. Namun apabila orang dengan sengaja melalaikan ibadahnya kepada Tuhan maka dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan berada di dalam kondisi rohani yang tidak sehat. Oleh sebab itu kesetiaan orang dalam beribadah merupakan salah satu indikator dari keadaan rohani yang bersangkutan.

 

Kaitan antara kesetiaan dalam beribadah dengan kondisi kerohanian ini diutarakan oleh Hizkia, raja Yehuda, di dalam 2Tawarikh 29. Kepada para imam dan orang-orang Lewi ia mengutarakan tentang kebobrokan rohani dari nenek moyang bangsa Yehuda, yaitu dengan meninggalkan Tuhan. Sebagai salah satu pertanda, yaitu mereka tidak lagi membakar korban di dalam rumah Tuhan. Artinya sikap nenek moyang bangsa Yehuda yang dengan sengaja melalaikan ibadah kepada Tuhan tersebut merupakan indikator bahwa kerohanian mereka sedang bermasalah. Dari sudut itu dapat juga dikatakan bahwa ibadah merupakan salah satu cara untuk memelihara kebugaran rohani kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana kesetiaan Anda di dalam melakukan ibadah kepada Tuhan? Bagaimana hubungan hal tersebut dengan kebugaran rohani Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku menyadari bahwa semua yang aku alami di dalam hidupku semata-mata karena anugerah-Mu yang berlimpah-limpah atas hidupku. Oleh karena itu sepatutnya aku senantiasa mengucap syukur kepada-Mu. Bahkan kalau aku dapat beribadah kepada-Mu itu hanya karena Engkau yang melayakkan diriku, yaitu dengan menebus hidupku dengan pengorbanan-Mu yang mulia. Tuhan, sungguh Engkau layak untuk dipuji dan disembah. Engkaulah Raja Mulia yang patut menerima semua hormat dan pengagunganku. Ampunilah diriku apabila aku melalaikan ibadahku kepada-Mu.

 

Aku merendahkan diriku di hadapan-Mu, dan memohon pengampunan-Mu atas kesombongan hatiku. Ampunilah aku apabila aku melupakan anugerah dan kebaikan-Mu. Ya Tuhan, ajarlah diriku untuk hidup senantiasa berharap kepada kemurahan-Mu dan menyadari betapa mulia diri-Mu. Tuhan, aku menyadari bahwa aku diciptakan untuk menyembah dan mengagungkan diri-Mu. Aku mempercayakan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi alat yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Raja alam semesta, aku bersyukur, memuji dan berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.