Selasa, 28 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. (Mazmur 95:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: 2 "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. 3 Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." (Markus 8:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sebagai pengikut Kristus kita harus bersikap peduli terhadap kebutuhan yang utuh dari orang-orang di sekitar kita. Kepedulian merupakan wujud dari kasih kita kepada sesama manusia karena kita sendiri telah mengalami kasih Kristus di dalam hidup kita. Kita harus memiliki kepedulian terhadap kebutuhan yang utuh dari orang-orang di sekitar kita, sebab mereka tidak hanya memiliki kebutuhan jasmani, seperti sandang dan pangan, tetapi juga kebutuhan rohani. Demikian pula mereka tidak hanya memiliki kebutuhan rohani, namun juga kebutuhan jasmani. Itu sebabnya kepedulian tersebut haruslah bersifat utuh, yaitu menyangkut kebutuhan jasmani dan rohani mereka.

 

Kepedulian seperti itulah yang diteladankan oleh Yesus sebagaimana yang antara lain dicatat di dalam Markus 8. Di situ ditulis bahwa Yesus bersikap peduli terhadap kebutuhan jasmani dari orang-orang yang mendengarkan ajaran-Nya. Berarti Ia tidak hanya memperhatikan kebutuhan rohani tetapi juga kebutuhan jasmani mereka. Dengan kata lain, Ia tidak mengabaikan kebutuhan yang utuh dari orang-orang yang ada di sekitar diri-Nya. Perhatian-Nya Ia wujudkan di dalam tindakan, yaitu dengan menyediakan makanan bagi orang-orang tersebut. Keteladanan seperti itulah yang harus kita amalkan di dalam kehidupan kita sebagai seorang pengikut-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda memiliki kepedulian terhadap kebutuhan yang utuh dari orang-orang di sekitar Anda? Apakah wujudnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau bersikap peduli terhadap seluruh kebutuhan dalam hidupku. Mulai dari hal yang kecil sampai kepada yang besar tidak ada yang Engkau abaikan. Bukan hanya kebutuhan jasmaniku yang Engkau cukupi, kebutuhan rohaniku juga Engkau perhatikan. Sungguh hidupku terjamin di dalam kasih-Mu. Oh Tuhan, ajarlah diriku untuk mengikuti teladan-Mu di dalam mengasihi sesamaku manusia dengan mempedulikan kebutuhan hidup mereka secara utuh sebagaimana Engkau telah bersikap peduli terhadap diriku.

 

Kembali aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Sertailah dan tuntunlah diriku dengan Roh-Mu agar aku dapat senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. Berikan kepadaku hati yang peka terhadap tuntunan-Mu agar aku mampu membuat pilihan dan keputusan-keputusan yang benar. Tolonglah diriku agar semua yang aku kerjakan pada hari ini berkenan kepada-Mu, dan Engkau berkati dengan keberhasilan. Penuhi hatiku dengan damai sejahtera-Mu dan jadikanlah diriku berkat bagi lingkunganku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 8

Mazmur 58

2Raja-raja 18-19

 


  

Selasa, 28 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu. (Mazmur 119:149)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam dari Daud. 2 Sungguhkah kamu memberi keputusan yang adil, hai para penguasa? Apakah kamu hakimi anak-anak manusia dengan jujur? (Mazmur 58:1, 2)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Terima kasih ya Bapa, atas perlindungan-Mu yang sempurna di dalam hidupku ini. Kukagum betapa dahsyatnya Engkau Tuhan, mahabesar dan mahakuasa, tiada yang seperti-Mu. Itulah sebabnya aku dapat menjalani hari-hari di dalam hidupku ini dengan percaya penuh kepada-Mu. Sekalipun dunia penuh dengan ketidakadilan dan orang yang merasa berkuasa bertindak dengan semena-mena namun aku percaya penuh bahwa Engkau Allah Sang Pembelaku. Engkau tidak akan membiarkan orang yang tidak bersalah ditindas dan orang jujur diperdaya. Engkau akan menolong mereka dan menghakimi dengan adil.

 

Kembali aku menyerahkan hidupku di tengah-tengah kegiatan hari ini ke dalam genggaman tangan-Mu yang kokoh. Aku percaya bahwa di tengah pergumulan yang kuhadapi serta di dalam menyelesaikan segala tugas dan tanggung jawab yang Engkau berikan kepadaku di dalam keseharianku ini, berkat anugerah dan pertolongan-Mu tetap menyertaiku. Mampukanlah diriku agar semua yang aku kerjakan pada hari ini dapat aku kerjakan secara maksimal sehingga menjadi persembahan yang menyenangkan hati-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Hakim yang adil, aku mengangkat doaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 28 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bernyanyilah bagi TUHAN dengan nyanyian syukur, bermazmurlah bagi Allah kita dengan kecapi! (Mazmur 147:7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. 4 Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan. (2Raja-raja 18:3, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sumber berkat dan bukan sarana untuk menyalurkan berkatlah yang harus disembah. Adakalanya orang tidak dapat membedakan antara sumber dengan sarana. Sebagai akibat mereka mengabaikan sang sumber dan justru memandang sarana sebagai si sumber. Sebagai contoh, tidak jarang orang mengabaikan Tuhan yang adalah sumber berkat dan menuhankan pekerjaan atau perusahaan yang sesungguhnya hanyalah merupakan sarana Tuhan untuk memberkati mereka. Dengan kata lain, apa yang semula adalah hal yang baik, yaitu sarana yang Tuhan pakai untuk menyalurkan berkat-Nya, sekarang berubah menjadi berhala bagi mereka.

 

Kemelesetan dalam hal memberhalakan sarana Allah untuk menyalurkan berkat-Nya inilah yang dilakukan oleh bangsa Israel seperti yang dicatat dalam 2Raja-raja 18. Di situ disebut bahwa mereka telah membakar korban atau menyembah ular tembaga yang dahulu dibuat oleh Musa dan yang namanya disebut sebagai Nehustan. Padahal sebagaimana yang dicatat di dalam Bilangan 21:9, ular tembaga tersebut hanyalah sarana untuk menyalurkan berkat kesembuhan yang Tuhan berikan bagi umat-Nya Israel. Karena itu seharusnya Tuhan, Sang Sumber berkat, dan bukan Nehustan yang hanyalah sekadar sarana untuk menyalurkan berkatlah yang patut mereka sembah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah "Nehustan" di dalam hidup Anda? Apakah yang seharusnya Anda lakukan terhadapnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, aku berterima kasih untuk semua kebaikan yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Tolonglah diriku agar tidak mengutamakan berkat lebih dari Sang Sumber berkat, yaitu diri-Mu. Ajarlah diriku agar tidak memberhalakan sarana dan saluran berkat lebih dari Engkau, pribadi yang memberkati hidupku. Tuhan, tunjukkanlah kepadaku sekiranya masih terdapat "Nehustan" yang aku sembah di dalam hidupku, agar aku mengubah prioritas hidupku sebagaimana seharusnya.

 

Aku berterima kasih kepada-Mu karena sepanjang hari ini Engkau telah menuntun hidupku dan menyertai diriku dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan. Engkau selalu mengingatkan diriku agar tidak menyia-nyiakan anugerah-Mu, dan menjaga langkah hidupku dari kesesatan. Kembali aku menyerahkan seluruh hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Bentangkan hari esok yang indah seperti yang Engkau rencanakan itu bagi hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Harapan jiwaku, aku mempercayakan permohonanku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.