Jumat, 24 Agustus
2018
Pukul 18:00 -
22:00
Ibadah Malam
Pengantar Ibadah
8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah
puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak
membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:7, 8)
Waktu Teduh
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan
(1 menit).
Pujian kepada Tuhan
Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda
pilih sendiri.
Bacaan Alkitab
1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena
Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik
kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk
memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang
terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan
hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3 untuk
mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta
ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang
menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman Tuhan" untuk
memperlihatkan keagungan-Nya. (Yesaya 61:1-3)
Pengantar untuk Renungan
Hidup yang mulia adalah hidup dengan tujuan untuk mengentas
orang dari kesengsaraan mereka. Jarang orang yang tidak mengenal nama Bunda
Teresa. Biarawati yang dihormati oleh banyak orang ini dipandang sebagai
pribadi yang mulia bukan karena kepandaian, kecantikan ataupun kekayaannya.
Namun karena dampak yang ia hasilkan dalam hidup orang-orang termiskin di
antara orang miskin di kota Kalkuta, India. Dengan penuh kasih dan pengabdian
ia rela mengulurkan tangan untuk menolong mereka yang menderita. Berarti
apabila seseorang memiliki tujuan hidup yang luhur, yaitu hidup membawa manfaat
bagi orang lain yang tak berdaya, maka hidup orang itu pun akan menjadi mulia.
Kemuliaan hidup seperti itulah yang ada pada diri Sang
Mesias sebagaimana yang dinubuatkan di dalam Yesaya 61 dan digenapi di dalam
Yesus Kristus. Melalui Yesaya, Allah menubuatkan tentang kedatangan Sang Mesias
dan tujuan dari kedatangan-Nya, yaitu "untuk menyampaikan
kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk
hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada
orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara." Tujuan kedatangan-Nya untuk
mengentas manusia dari penderitaan mereka ini menunjukkan kemuliaan dari Sang
Mesias. Dengan kata lain, apabila kita sebagai pengikut-Nya hidup dengan tujuan
yang sama maka kita juga akan mengalami hidup yang mulia.
Pertanyaan untuk Direnungkan
Sudah muliakah tujuan hidup Anda? Mengapa Anda menjawab
seperti demikian?
Doa Menanggapi Bacaan Alkitab
Tuhan, tolonglah diriku agar aku dapat hidup di dalam
kehidupan yang mulia di pemandangan-Mu. Oleh karena itu ajarlah diriku untuk
senantiasa hidup dengan meneladani hidup-Mu yang mulia. Engkau yang mahaagung,
Raja Alam Semesta yang penuh dengan kuasa, telah rela mempedulikan orang yang
hina dan sengsara. Tolonglah diriku agar juga hidup sedemikian, yaitu hidup
dengan membawa dampak yang positif bagi orang-orang yang ada di sekitarku,
serta bersikap peduli kepada mereka yang menderita.
Kembali aku bersyukur untuk anugerah-Mu yang telah aku alami
di sepanjang hari ini. Hanya oleh karena pertolongan-Mu aku sanggup menunaikan
tugas dan tanggung jawabku dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Dengan
hikmat-Mu Engkau telah mengajar diriku dan menuntun hidupku untuk senantiasa
berjalan di dalam kebenaran-Mu. Di dalam pemeliharaan-Mu aku tidak mengalami
kekurangan apapun atas semua yang baik dan yang kuperlukan bagi hidupku. Di
dalam perlindungan-Mu aku merasakan damai sejahtera yang penuh. Aku menyerahkan
seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan
Rajaku, aku berdoa, amin.
Doa Syafaat
Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan
dukungan doa Anda.
Waktu Teduh
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).