Jumat, 24 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu.(Mazmur 13:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 "Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. 4 Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. 5 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 6 Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. 7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. 8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat." (Markus 4:3-8)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sikap hati seseorang akan menentukan dampak dari firman Tuhan yang ia dengar terhadap hidupnya. Itu sebabnya tidak jarang jika dua orang datang untuk beribadah bersama-sama, duduk berdampingan, menyanyi bersama, mendengarkan khotbah yang sama, dan pulang dengan tanggapan yang berbeda. Yang seorang beranggapan bahwa firman Tuhan yang ia dengar tersebut sangat memberkati dan menguatkan hatinya. Tetapi tidak demikian halnya dengan orang yang kedua. Ia merasa dirinya tidak memperoleh berkat dan pulang dengan hati yang hampa. Firman Tuhan yang sama, yang didengar secara bersama-sama, membawa dampak yang berbeda. Sikap hati mereka yang berbedalah yang menyebabkannya.

 

Sikap hati yang berbeda itulah yang digambarkan seperti jenis tanah yang berlain-lainan di dalam Markus 4. Benih yang sama yang ditaburkan oleh seorang penabur yang sama mendatangkan hasil yang berbeda. Hal tersebut tergantung kepada jenis tanah tempat benih itu jatuh ke atasnya. Apabila benih itu jatuh di pinggir jalan, tanah yang berbatu-batu atau tanah yang bersemak duri maka ia tidak akan pernah menghasilkan buah. Tetapi kalau benih itu jatuh di tanah yang baik maka ia akan tumbuh dan berbuah. Berarti sikap hati yang benar, yaitu iman dan ketaatan merupakan sikap yang seharusnya di dalam menanggapi firman Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda memiliki sikap yang benar terhadap firman Tuhan? Apakah wujudnya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, dengan merendahkan diri di hadapan-Mu aku menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Bentuklah hatiku agar menjadi tanah yang baik yang menyambut firman-Mu dengan iman dan ketaatan. Pangkaslah dari dalam hatiku kekuatiran, tipu daya kekayaan dan kebimbangan terhadap firman-Mu. Lembutkan hatiku yang keras, dan anugerahi diriku dengan hati yang tahu menghormati firman-Mu. Supaya dengan demikian hidupku bukanlah hidup yang sia-sia, namun berbuah-buah untuk kemuliaan nama-Mu.

 

Aku memohon penyertaan Roh Kudus-Mu atas hidupku di sepanjang hari ini. Oleh pertolongan dan tuntunan Roh-Mu aku akan sanggup melakukan dengan terbaik semua tugas dan tanggung jawabku. Berikan kepadaku hikmat agar mampu membuat keputusan-keputusan yang benar dan yang tidak menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Berkatilah aku dengan keberhasilan sehingga orang yang melihatnya akan memuliakan nama-Mu. Jauhkanlah diriku dari semua pencobaan dan lindungilah diriku daripada yang jahat. Kepada-Mu aku berharap, dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 4

Mazmur 54

Yesaya 61-62

 


  

Jumat, 24 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Bagi-Mulah puji-pujian di Sion, ya Allah; 3 Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup (Mazmur 65:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu! 4 Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku! 6 Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. (Mazmur 54:3-4, 6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Pertolonganku datang dari pada-Mu ya Tuhan, Allah semesta alam. Di saat aku mengalami masa yang sukar, aku berseru kepada-Mu dan tak pernah Engkau mengabaikanku. Engkau selalu menolong diriku tepat pada waktunya dan dengan keadilan-Mu Engkau membela aku terhadap orang-orang yang bermaksud buruk kepadaku. Engkaulah hakim yang adil dan di dalam keadilan-Mu aku mendapatkan perlindungan yang kuperlu. Engkaulah Allah yang setia yang selalu mendengar seruanku dan menopang hidupku dengan janji-janji-Mu. Kepada-Mu aku berharap.

 

Siang hari ini kembali aku mempersembahkan korban syukurku kepada-Mu karena rahmat-Mu yang besar atas hidupku. Dengan setia Engkau memegang hidupku dan menolong diriku sehingga aku sanggup menunaikan tugas dan tanggung jawabku secara maksimal. Tuhan, bimbinglah diriku agar senantiasa hidup di dalam rencana-Mu yang indah dan sempurna. Jadikanlah diriku saksi-Mu yang memuliakan nama-Mu dan yang menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 24 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:7, 8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, 2 untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, 3 untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman Tuhan" untuk memperlihatkan keagungan-Nya. (Yesaya 61:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Hidup yang mulia adalah hidup dengan tujuan untuk mengentas orang dari kesengsaraan mereka. Jarang orang yang tidak mengenal nama Bunda Teresa. Biarawati yang dihormati oleh banyak orang ini dipandang sebagai pribadi yang mulia bukan karena kepandaian, kecantikan ataupun kekayaannya. Namun karena dampak yang ia hasilkan dalam hidup orang-orang termiskin di antara orang miskin di kota Kalkuta, India. Dengan penuh kasih dan pengabdian ia rela mengulurkan tangan untuk menolong mereka yang menderita. Berarti apabila seseorang memiliki tujuan hidup yang luhur, yaitu hidup membawa manfaat bagi orang lain yang tak berdaya, maka hidup orang itu pun akan menjadi mulia.

 

Kemuliaan hidup seperti itulah yang ada pada diri Sang Mesias sebagaimana yang dinubuatkan di dalam Yesaya 61 dan digenapi di dalam Yesus Kristus. Melalui Yesaya, Allah menubuatkan tentang kedatangan Sang Mesias dan tujuan dari kedatangan-Nya, yaitu "untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara." Tujuan kedatangan-Nya untuk mengentas manusia dari penderitaan mereka ini menunjukkan kemuliaan dari Sang Mesias. Dengan kata lain, apabila kita sebagai pengikut-Nya hidup dengan tujuan yang sama maka kita juga akan mengalami hidup yang mulia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah muliakah tujuan hidup Anda? Mengapa Anda menjawab seperti demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah diriku agar aku dapat hidup di dalam kehidupan yang mulia di pemandangan-Mu. Oleh karena itu ajarlah diriku untuk senantiasa hidup dengan meneladani hidup-Mu yang mulia. Engkau yang mahaagung, Raja Alam Semesta yang penuh dengan kuasa, telah rela mempedulikan orang yang hina dan sengsara. Tolonglah diriku agar juga hidup sedemikian, yaitu hidup dengan membawa dampak yang positif bagi orang-orang yang ada di sekitarku, serta bersikap peduli kepada mereka yang menderita.

 

Kembali aku bersyukur untuk anugerah-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Hanya oleh karena pertolongan-Mu aku sanggup menunaikan tugas dan tanggung jawabku dan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Dengan hikmat-Mu Engkau telah mengajar diriku dan menuntun hidupku untuk senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. Di dalam pemeliharaan-Mu aku tidak mengalami kekurangan apapun atas semua yang baik dan yang kuperlukan bagi hidupku. Di dalam perlindungan-Mu aku merasakan damai sejahtera yang penuh. Aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Rajaku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.