Kamis, 23 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

17 Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! 18 Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. 19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. (Mazmur 51:17-19)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

32 Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." 33 Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" 34 Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! 35 Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." (Markus 3:32-35)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ukuran dari keakraban relasi dengan Tuhan adalah ketaatan terhadap kehendak-Nya. Memang keakraban dapat dilihat dari seberapa banyak waktu berkualitas yang kita gunakan dalam menjalin relasi dengan seseorang. Hanya saja kalaupun kita banyak menghabiskan waktu untuk berdiskusi tentang kesehatan dengan seorang dokter, tetapi bila kita tidak menaati nasihat yang ia berikan maka sesungguhnya keakraban kita dengan yang bersangkutan hanyalah keakraban yang semu. Hanya apabila kita bersedia menaati petunjuk-petunjuk kesehatan yang ia berikan, barulah kita patut dipandang benar-benar akrab dengan yang bersangkutan.

 

Demikian pula halnya tentang relasi kita dengan Tuhan. Sebagaimana yang dicatat di dalam Markus 3, di situ ditulis bahwa Tuhan Yesus berkata: "Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Bukan berarti dengan demikian Ia menyangkal bahwa Maria adalah ibu-Nya dan menolak saudara-saudara-Nya. Namun dengan berkata seperti demikian Ia menegaskan bahwa ukuran dari relasi yang akrab dengan Tuhan adalah ketaatan kepada kehendak-Nya. Dengan kata lain, semakin kita menaati firman-Nya maka kita pun akan menjadi semakin akrab dengan Dia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudah akrabkah relasi Anda dengan Tuhan? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, tuntunan-Mu tidak pernah salah dan kehendak-Mu selalu yang terbaik bagi diriku. Oleh karena itu ampunilah diriku apabila adakalanya aku meragukan janji dan firman-Mu. Teguhkanlah imanku dan berikan kepadaku hati yang lembut serta sikap yang taat terhadap kehendak-Mu. Sebab hanya dengan demikian barulah aku akan menjadi semakin dekat dengan diri-Mu dan patut untuk disebut sebagai murid-murid-Mu. Jauhkanlah dari diriku hati yang keras dan bentuklah hatiku agar semakin menjadi serupa dengan hati-Mu. Sehingga dengan demikian hidupku berkenan kepada-Mu.

 

Aku mengawali hari ini dengan bersyukur kepada-Mu di dalam sukacita dan pengharapan karena aku tahu bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkan diriku. Engkau tidak akan membiarkan aku berjalan seorang diri, dan dengan tangan-Mu yang kuat Engkau akan menuntun hidupku di sepanjang waktu. Engkau tidak pernah tersesat dan tidak akan membiarkan diriku tersesat. Jadikanlah setiap langkah yang aku ambil pada hari ini merupakan langkah iman yang mengundang berkat. Jadikanlah diriku saluran berkat-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitarku, sehingga mereka akan mengenal Engkau melalui hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang setia, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Markus 3

Mazmur 53

Yesaya 59-60

 


  

Kamis, 23 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. (Mazmur 17:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah!" Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik. 3 Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah. (Mazmur 53:2, 3)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, jangan biarkan diriku hidup di dalam kebebalan. Namun tolonglah aku agar hidup sebagai orang yang berhikmat, yaitu hidup senantiasa takut kepada-Mu. Sebab apabila orang yang bebal tidak akan mencari Engkau, dan menaati kebenaran firman-Mu, maka orang yang takut kepada-Mu akan hidup dengan menghormati titah-titah-Mu. Sehingga dengan demikian hidupku akan menjadi persembahan yang harum dan berkenan kepada-Mu.

 

Oleh anugerah-Mu aku akan mengisi waktuku yang masih tersisa pada hari ini di dalam penyerahan diri dengan iman kepada-Mu. Karena Engkaulah pribadi yang dapat diandalkan dan yang memimpin hidupku. Tidak akan pernah Engkau bermaksud untuk mencelakakan diriku, namun dengan kasih setia-Mu Engkau selalu menuntun diriku di jalan-jalan-Mu yang benar. Dengan demikian hidupku akan menjadi saksi-Mu yang menyalurkan berkat dan kasih-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Ya Allahku, kepada-Mu aku berserah. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang sejati, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 23 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. (Mazmur 130:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. (Yesaya 59:1-2)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tuhan selalu mampu menolong umat-Nya, namun keadaan hati kitalah yang menentukan apakah kita akan mengalami pertolongan-Nya tersebut. Tidak jarang orang beranggapan bahwa Tuhan tidak mampu menolong dirinya. Ia telah berdoa tetapi Tuhan tidak juga kunjung menyelesaikan persoalan yang ia alami. Ia lupa bahwa sesungguhnya kuasa dan kasih Tuhan tidaklah terbatas. Sehingga apabila Tuhan tidak juga kunjung mengulurkan tangan untuk menolong, salah satu kemungkinannya adalah karena keadaan hati orang tersebut telah menjadi penghalang. Sebab bila Tuhan menolong orang itu tanpa menunggu ia membereskan hidupnya di hadapan Tuhan, maka berarti Tuhan telah membiarkan yang bersangkutan untuk tetap hidup di dalam dosanya.

 

Besarnya peranan keadaan hati di dalam menentukan apakah seseorang akan mengalami pertolongan Tuhan itulah yang dikemukakan di dalam Yesaya 59. Di situ diutarakan tentang kesanggupan Tuhan yang tidak terbatas untuk menolong umat-Nya. Di samping itu juga dijelaskan bahwa yang menjadi pemisah antara umat dengan Allah adalah kejahatan mereka. Sebagai akibat, Ia tidak mendengar atau mengabulkan doa-doa mereka. Dengan kata lain, apabila kita tidak juga kunjung mengalami pertolongan Tuhan maka sebaliknya dari mempersalahkan Tuhan kita perlu memeriksa keadaan hati kita di hadapan Allah.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah doa-doa Anda yang belum juga kunjung dijawab oleh Tuhan? Apakah yang perlu Anda lakukan apabila Anda mengalami hal itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku merendahkan diriku di hadapan-Mu. Dengan anugerah dan melalui Roh Kudus-Mu selidikilah isi hatiku. Apabila masih terdapat niatan, pikiran dan perasaan di dalam hatiku yang tidak berkenan kepada-Mu, tunjukkanlah semuanya itu kepadaku. Supaya dengan demikian hidupku akan senantiasa berkenan kepada-Mu. Ampunilah diriku atas semua dosa dan pelanggaranku. Pulihkanlah diriku agar hidupku merupakan persembahan yang menyenangkan hati-Mu. Bawalah diriku untuk senantiasa dekat dengan diriku.

 

Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku berterima kasih karena oleh pertolongan-Mu aku sanggup menanggung segala perkara yang telah aku lewati pada hari ini. Dengan rahmat-Mu yang besar Engkau telah menjaga diriku dari segala hal yang buruk, termasuk dari segala niatan jahat yang dirancangkan orang terhadap hidupku. Sungguh Engkaulah sumber pertolonganku. Aku mempercayakan hidupku dan menyerahkan seluruh harapanku ke dalam belas kasihan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong Hidupku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.