Senin, 13 Agustus 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! (Mazmur 96:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. (2Timotius 1:6, 7)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Memberikan karunia merupakan bagian Tuhan, sedangkan mengembangkannya merupakan tanggung jawab kita. Acapkali orang tidak mampu membedakan antara mana yang merupakan bagian Tuhan dengan tanggung jawab dirinya. Yang bersangkutan beranggapan bahwa bila dirinya memiliki karunia seperti bakat atau kemampuan hal itu adalah karena kehebatan dirinya. Dengan bersikap seperti itu sesungguhnya ia telah menganggap bahwa dirinya adalah Tuhan. Bukan itu saja, di saat yang sama ia juga menyia-nyiakan karunia yang ia terima dari Tuhan tersebut. Tentu saja ini merupakan suatu sikap yang sangat tidak bertanggung jawab.

 

Pentingnya untuk hidup secara bertanggung jawab atas karunia yang Tuhan berikan ini diutarakan rasul Paulus di dalam 2Timotius 1. Kepada Timotius ia menyampaikan bahwa bila Timotius memiliki karunia, itu karena Tuhan yang memberikan karunia tersebut melalui penumpangan tangan Paulus atas dirinya. Di samping itu ia memperingatkan Timotius agar bertanggung jawab atas karunia yang telah Allah berikan, yaitu dengan mengobarkannya. Hal ini menunjukkan bahwa memberikan karunia merupakan bagian Tuhan, sedangkan mengembangkan karunia dengan mengobarkannya merupakan tanggung jawab kita. Dengan bertanggung jawab terhadap karunia yang kita terima dari Tuhan kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas kebaikan yang Tuhan telah lakukan di dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda bersyukur untuk karunia yang Anda terima dari Tuhan? Apakah yang Anda lakukan untuk mengungkapkan rasa syukur itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur untuk anugerah-Mu di dalam hidupku ya Tuhan. Kalau kepada diriku Engkau memberikan berbagai kemampuan sesungguhnya hal itu adalah karena anugerah-Mu di dalam hidupku. Aku berdoa, tolonglah diriku agar dapat hidup secara bertanggung jawab terhadap karunia-karunia yang telah Kau berikan kepadaku, yaitu dengan mengembangkannya sebagaimana seharusnya sebagai wujud dari rasa syukurku kepada-Mu. Aku menyadari dengan hidup seperti demikian hidupku akan menjadi semakin bermakna, memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi sesamaku.

 

Aku juga bersyukur untuk hari yang baru dan yang Engkau berikan kepadaku pada hari ini. Pertemukan diriku dengan orang-orang memerlukan kasih-Mu. Berikan kepekaan di dalam diriku untuk memahami keperluan mereka. Selain itu berikan kepadaku keberanian untuk menggunakan karunia-karunia yang telah Engkau berikan kepadaku untuk melayani mereka. Tolonglah diriku untuk mampu mengerjakan tugas dan tanggung jawabku pada hari ini dengan bersandar kepada karunia yang dari pada-Mu. Pimpinlah hidupku agar setiap keputusan yang aku buat selaras dengan kehendak-Mu. Ke dalam tangan-Mu yang penuh anugerah aku serahkan doaku. Di dalam nama Tuhan Yesus, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Timotius 1

Mazmur 43

Yesaya 39-40

 


  

Senin, 13 Agustus 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. 2 Aku berkata kepada Tuhan: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" (Mazmur 16:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh? 3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! 5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 43:2-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah sumber pengharapan dan pertolongan bagiku. Engkau tempat pengungsian kala aku mengalami tekanan dari mereka yang memusuhi diriku. Engkau pula yang memberikan kelepasan bagiku atas setiap masalah dan pergumulan yang kualami. Biarlah terang firman-Mu menuntun diriku untuk berjalan di jalan-Mu yang benar, mendatangkan sukacita dan damai sejahtera bagi diriku. Di dalam Engkau aku mendapatkan setiap pertolongan yang kuperlukan dengan tepat pada waktunya.

 

Siang hari ini aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam tangan-Mu yang limpah dengan anugerah. Aku percaya bahwa tangan-Mu penuh dengan kuasa dan kasih, tidak pernah menjadi letih dan tak akan melepaskan diriku dari genggaman-Mu. Tangan-Mu menyediakan berkat bagi hidupku, melindungi diriku dan menolong diriku untuk mengalami keberhasilan demi keberhasilan. Kembali aku berdoa agar Engkau menjadikan diriku saksi-Mu bagi orang-orang di sekitarku sehingga nama-Mu dipermuliakan melalui hidupku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 13 Agustus 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

20 Pujilah Tuhan, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya. 21 Pujilah Tuhan, hai segala tentara-Nya, hai pejabat-pejabat-Nya yang melakukan kehendak-Nya. 22 Pujilah Tuhan, hai segala buatan-Nya, di segala tempat kekuasaan-Nya! Pujilah Tuhan, hai jiwaku! (Mazmur 103:20-22)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari Tuhan, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" 28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (Yesaya 40:27-29)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Oleh karena kuasa dan kasih Allah bersifat tidak terbatas, maka Ia selalu dapat diandalkan. Acapkali orang lebih mengandalkan kemampuannya sendiri atau orang lain dan mengabaikan Tuhan di dalam kehidupannya. Oleh karena itu ia beranggapan bahwa Tuhan adalah pribadi yang tidak dapat diandalkan. Ia berpendapat bahwa kasih dan kuasa Tuhan sangatlah terbatas sehingga tidak mampu mengatasi persoalan besar yang sedang ia hadapi. Padahal sesungguhnya kasih dan kuasa Allah itu adalah tidak terbatas sehingga Ia selalu dapat diandalkan. Apabila orang memahami hal ini maka dirinya tidak akan menatap masa depan dengan keputusasaan tetapi dengan penuh pengharapan.

 

Realitas tentang diri-Nya yang sesungguhnya inilah yang diutarakan Allah melalui nabi Yesaya dan dicatat di dalam Yesaya 40. Kepada umat-Nya yang beranggapan bahwa Allah telah mengabaikan mereka, Ia menegaskan bahwa diri-Nya adalah Sang Pencipta Alam Semesta yang tidak pernah menjadi lelah atau lesu. Artinya kuasa-Nya bersifat tidak terbatas. Selain itu Ia juga bersedia memberi kekuatan kepada mereka yang lelah dan tidak berdaya. Artinya kasih-Nya bersifat tidak terbatas pula. Kedua hal ini, yaitu kasih dan kuasa-Nya yang tidak terbatas itu menyebabkan Allah selalu dapat diandalkan.  

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apabila kuasa dan kasih Tuhan bersifat tidak terbatas, bagaimana seharusnya sikap kita di kala menghadapi kesulitan? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, sungguh aku menyadari betapa terbatasnya kemampuan diriku jika dibandingkan dengan besarnya kuasa-Mu. Aku bersyukur sebab di dalam kebesaran-Mu itu Engkau bersedia untuk memerhatikan hidupku. Engkau mengerti setiap hal yang sedang dan akan kualami. Bahkan Engkau bukan hanya memahaminya namun Engkau juga bersedia untuk memberikan kekuatan dan pertolongan bagiku. Sungguh kuasa dan kasih-Mu itu tidaklah terbatas, dan hal itu memampukan diriku untuk memandang masa depan dengan penuh pengharapan.

 

Aku berterima kasih untuk hari yang aku lalui ini. Kebaikan-Mu sungguh melampaui kemampuan akalku untuk mencernanya. Di setiap saat Engkau menuntun dan menyertai diriku dengan Roh dan kebenaran-Mu. Di saat aku harus membuat pilihan-pilihan, Engkau membimbing diriku agar mampu membuat keputusan yang benar. Ketika aku menghadapi tantangan kehidupan, tidak pernah Engkau membiarkan diriku menghadapinya seorang diri. Engkau menolong diriku untuk sanggup melaluinya di dalam kemenangan. Ke dalam tangan-Mu yang penuh kasih dan kuasa aku mempercayakan hidup dan masa depanku. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.