Jumat, 27 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. (Mazmur 71:5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? 41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:40, 41)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Doa merupakan sarana untuk memelihara stamina rohani. Kebahagiaan dan produktifitas kita bukan sekadar ditentukan oleh kesehatan jasmani, namun juga oleh kebugaran rohani. Oleh karena itu sebagaimana kesehatan jasmani perlu dipelihara, demikian pula kesehatan rohani tidak boleh diabaikan. Sebab walaupun tubuh jasmani kita dalam keadaan bugar, namun bila kerohanian kita dalam keadaan berantakan maka bukan saja kebahagiaan kita akan terganggu, produktivitas hidup kita juga akan merosot. Apabila salah satu cara untuk memelihara kesehatan jasmani adalah dengan berolahraga secara teratur, maka cara untuk menjaga stamina rohani adalah dengan berdoa secara disiplin.

 

Peranan disiplin berdoa untuk memelihara kebugaran rohani ini dikemukakan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya di dalam Matius 26. Di saat yang genting, yaitu menjelang akan ditangkap di taman Getsemani, Yesus berkata kepada Petrus, Yohanes dan Yakobus: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." Apabila kelemahan rohani mengakibatkan orang dengan mudah terjatuh ke dalam pencobaan, berarti doa yang mencegah orang dari terjatuh ke dalam pencobaan merupakan sarana untuk membangun kekuatan atau stamina rohani. Semakin orang melakukan doa secara disiplin maka akan semakin teguhlah kehidupan rohani yang bersangkutan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Dalam keadaan bugarkah rohani Anda saat ini? Apa yang menjadi dasar dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena kembali Engkau mengingatkan diriku tentang pentingnya untuk memelihara stamina rohani. Supaya dengan demikian aku tidak perlu terjatuh ke dalam pencobaan yang akan merusak hidupku. Bukan itu saja, Engkau juga mengajar diriku tentang bagaimana aku dapat memelihara kebugaran dari kehidupan rohaniku, yaitu dengan berdoa secara disiplin. Aku menyadari bahwa melalui memelihara keakraban dengan diri-Mu melalui berdoa secara teratur maka kewaspadaan rohaniku akan terasah dan aku memperoleh kekuatan untuk tidak membiarkan diriku jatuh terseret ke dalam dosa.

 

Aku juga bersyukur kepada-Mu untuk hari yang baru yaitu hari ini. Aku percaya sebagaimana di hari-hari yang lewat Engkau selalu memelihara diriku demikian pula hari ini Engkau tidak akan mengabaikan diriku. Dengan kasih setia-Mu Engkau pasti akan mencukupkan semua yang kuperlukan bagi hidupku. Oleh sebab itu, di dalam iman aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan-Mu. Tuhan, berkatilah semua yang aku kerjakan hari ini dengan keberhasilan dan jadikan diriku saksi-Mu yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang setia, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 26

Mazmur 26

2Raja-raja 15-16

 


  

Jumat, 27 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. (Mazmur 71:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu. 4 Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul; 5 aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk. (Mazmur 26:3-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku berharap. Engkau tidak akan pernah mengabaikan seruan dari orang yang menghormati diri-Mu, hidup dalam kebenaran dengan menaati perintah-perintah-Mu, dan hidup menjaga diri dari pergaulan yang buruk. Namun tangan-Mu selalu siap diulurkan bagi mereka yang berharap kepada-Mu. Tuhan, kepada rahmat-Mu aku berlindung.

 

Aku bersyukur kepada-Mu karena tidak pernah kasih setia-Mu beranjak meninggalkan diriku. Dengan penuh kesabaran Engkau selalu menuntun hidupku dan dengan setia Engkau selalu menyertai diriku. Tuhan, aku memohon agar Engkau memberkati semua hal yang aku kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Juga pakailah diriku di manapun aku berada menjadi saksi-Mu yang mewartakan kasih dan kebenaran-Mu baik dengan perkataan maupun perbuatanku. Sehingga melalui hidupku orang akan datang kepada-Mu. Hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku memanjatkan doaku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 27 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mazmur 117:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Dalam tahun kedua puluh tujuh zaman Yerobeam, raja Israel, Azarya, anak Amazia raja Yehuda menjadi raja. 3 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya. 4 Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu. 5 Maka TUHAN menimpakan tulah kepada raja, sehingga ia sakit kusta sampai hari kematiannya, dan tinggal dalam sebuah rumah pengasingan. Dan Yotam, anak raja, mengepalai istana dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu. (2Raja-raja 15:1, 3-5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Karena dosa merusak kehidupan manusia, maka Tuhan yang mengasihi umat-Nya tidak akan bersikap toleran terhadap dosa. Sama seperti seorang ayah yang mengasihi anak-anaknya tidak akan membiarkan serigala yang liar mencelakakan anak-anaknya, demikianlah Tuhan tidak akan membiarkan dosa merajalela dan menyeret umat-Nya ke dalam kebinasaan. Sebagaimana sang ayah akan menegur dengan keras orang yang melepaskan serigala yang liar itu ke dekat anak-anaknya, demikianlah Tuhan akan menghukum mereka yang hidup berkompromi dengan dosa dan menyeret orang lain terjatuh ke dalam dosa.

 

Hal itulah yang Tuhan lakukan terhadap Azarya, raja Yehuda seperti yang dicatat di dalam 2raja-raja 15. Di satu sisi yang bersangkutan melakukan apa yang benar di mata Tuhan, yaitu tidak menyembah berhala. Namun sayang sebagai seorang raja yang seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga kehidupan rakyatnya, Azarya membiarkan bangsa Yehuda menyembah berhala. Sikap toleran terhadap dosa ini tidak ditoleransi oleh Tuhan. Sebagai akibat Ia menimpakan tulah yang mengakibatkan sang raja menderita kusta sampai akhir hidupnya. Dengan kata lain, karena Allah mengasihi umat-Nya itu sebabnya Ia tidak membiarkan dosa menyebar di antara mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah Anda masih hidup berkompromi dengan dosa? Apakah bukti dari jawaban Anda tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah diriku untuk senantiasa hidup di dalam kebenaran-Mu di seluruh sisi hidupku. Ajarlah diriku untuk selalu mengutamakan diri-Mu dalam kehidupanku sehari-hari, dan tidak membiarkan diriku berkompromi dengan dosa yang akan mencelakakan diriku. Ampunilah diriku karena pikiran, perbuatan dan perkataan-perkataanku acapkali tidak berkenan kepada-Mu dan mendukakan hati-Mu. Padahal Engkau menghendaki diriku hidup sebagai saksi-Mu dan bukan menjadi batu sandungan yang membuat orang mencemoohkan diri-Mu. Ya Tuhan, luruskanlah hidupku dengan kebenaran-Mu.

 

Aku berterima kasih untuk kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan. Di dalam kemurahan-Mu Engkau tetap menuntun hidupku agar berjalan di dalam kebenaran firman-Mu dan tidak pernah menolak diriku. Tuhan, kepada rahmat-Mu aku berharap dan kepada anugerah-Mu aku menyerahkan hidupku. Sempurnakan semua yang aku kerjakan hari ini karena aku menyadari keterbatasan diriku. Tuhan, bawalah diriku untuk semakin dekat kepada-Mu dan bertumbuh dewasa di dalam kasih serta iman kepada-Mu. Aku mempercayakan masa depanku kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.