Jumat, 27 Juli
2018
Pukul 18:00 -
22:00
Ibadah Malam
Pengantar Ibadah
1 Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai
segala suku bangsa! 2 Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN
untuk selama-lamanya. Haleluya! (Mazmur 117:1, 2)
Waktu Teduh
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan
(1 menit).
Pujian kepada Tuhan
Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda
pilih sendiri.
Bacaan Alkitab
1 Dalam tahun kedua puluh tujuh
zaman Yerobeam, raja Israel, Azarya, anak Amazia raja Yehuda menjadi raja. 3 Ia
melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Amazia,
ayahnya. 4 Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa
itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu. 5 Maka TUHAN
menimpakan tulah kepada raja, sehingga ia sakit kusta sampai hari kematiannya,
dan tinggal dalam sebuah rumah pengasingan. Dan Yotam, anak raja, mengepalai
istana dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu. (2Raja-raja 15:1, 3-5)
Pengantar untuk Renungan
Karena dosa merusak kehidupan manusia, maka Tuhan yang
mengasihi umat-Nya tidak akan bersikap toleran terhadap dosa. Sama seperti
seorang ayah yang mengasihi anak-anaknya tidak akan membiarkan serigala yang
liar mencelakakan anak-anaknya, demikianlah Tuhan tidak akan membiarkan dosa
merajalela dan menyeret umat-Nya ke dalam kebinasaan. Sebagaimana sang ayah akan
menegur dengan keras orang yang melepaskan serigala yang liar itu ke dekat
anak-anaknya, demikianlah Tuhan akan menghukum mereka yang hidup berkompromi
dengan dosa dan menyeret orang lain terjatuh ke dalam dosa.
Hal itulah yang Tuhan lakukan terhadap Azarya, raja Yehuda
seperti yang dicatat di dalam 2raja-raja 15. Di satu sisi yang bersangkutan
melakukan apa yang benar di mata Tuhan, yaitu tidak menyembah berhala. Namun
sayang sebagai seorang raja yang seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga
kehidupan rakyatnya, Azarya membiarkan bangsa Yehuda menyembah berhala. Sikap toleran
terhadap dosa ini tidak ditoleransi oleh Tuhan. Sebagai akibat Ia menimpakan
tulah yang mengakibatkan sang raja menderita kusta sampai akhir hidupnya. Dengan
kata lain, karena Allah mengasihi umat-Nya itu sebabnya Ia tidak membiarkan
dosa menyebar di antara mereka.
Pertanyaan untuk Direnungkan
Apakah Anda masih hidup berkompromi dengan dosa? Apakah
bukti dari jawaban Anda tersebut?
Doa Menanggapi Bacaan Alkitab
Tuhan, tolonglah diriku untuk senantiasa hidup di dalam
kebenaran-Mu di seluruh sisi hidupku. Ajarlah diriku untuk selalu mengutamakan
diri-Mu dalam kehidupanku sehari-hari, dan tidak membiarkan diriku berkompromi
dengan dosa yang akan mencelakakan diriku. Ampunilah diriku karena pikiran,
perbuatan dan perkataan-perkataanku acapkali tidak berkenan kepada-Mu dan
mendukakan hati-Mu. Padahal Engkau menghendaki diriku hidup sebagai saksi-Mu
dan bukan menjadi batu sandungan yang membuat orang mencemoohkan diri-Mu. Ya
Tuhan, luruskanlah hidupku dengan kebenaran-Mu.
Aku berterima kasih untuk kasih setia-Mu yang tidak
berkesudahan. Di dalam kemurahan-Mu Engkau tetap menuntun hidupku agar berjalan
di dalam kebenaran firman-Mu dan tidak pernah menolak diriku. Tuhan, kepada
rahmat-Mu aku berharap dan kepada anugerah-Mu aku menyerahkan hidupku.
Sempurnakan semua yang aku kerjakan hari ini karena aku menyadari keterbatasan
diriku. Tuhan, bawalah diriku untuk semakin dekat kepada-Mu dan bertumbuh dewasa
di dalam kasih serta iman kepada-Mu. Aku mempercayakan masa depanku kepada-Mu.
Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa, amin.
Doa Syafaat
Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan
dukungan doa Anda.
Waktu Teduh
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).