Sabtu, 28 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mazmur 25:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!" 23 Katanya: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Ia harus disalibkan!" 24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!" (Matius 27:22-24)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ukuran dari kebenaran yang hakiki adalah kehendak Tuhan, dan bukan sekadar suara mayoritas yang lantang. Di dalam alam demokrasi berbagai keputusan diambil berdasarkan pilihan suara yang terbanyak. Ini adalah suatu cara pengambilan keputusan yang terbaik di antara pilihan-pilihan yang tidak sempurna. Tidak sempurna, sebab kebenaran yang hakiki bukanlah berdasarkan pilihan yang paling banyak yang diambil oleh manusia, apalagi berdasarkan suara yang paling vokal. Pilihan manusia yang berdosa, walaupun merupakan suara mayoritas, tetap dapat keliru. Sedangkan kehendak Allah adalah sempurna. Karena itu kehendak-Nya merupakan ukuran dari kebenaran yang hakiki.

 

Bahwasanya suara mayoritas yang lantang belum tentu merupakan kebenaran yang sejati dapat dilihat dalam peristiwa pengadilan Yesus sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 27. Saat itu Yesus berdiri seorang diri menghadapi suara orang banyak yang berseru dengan lantang: "Ia harus disalibkan!" Sesungguhnya Pilatus sebagai hakim mengetahui bahwa tuntutan orang banyak itu adalah karena rasa dengki, dan bukan atas dasar kebenaran. Oleh karena itu keputusan yang ia ambil untuk menyalibkan Yesus bukanlah atas dasar kebenaran. Singkat kata, apabila kehendak Tuhan merupakan ukuran dari kebenaran yang hakiki, tidak demikian halnya dengan suara mayoritas yang vokal dari manusia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda mengutamakan kehendak Tuhan di dalam hidup Anda? Apakah yang Anda lakukan untuk mengetahui kehendak-Nya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, firman-Mu adalah kebenaran yang sejati. Melaluinya aku mengenal kehendak dan rencana-Mu yang indah bagi hidupku. Aku berterima kasih karena melalui firman-Mu itu Engkau menuntun diriku agar tidak hidup di dalam kesia-siaan namun penuh dengan makna. Tuhan, ampunilah diriku karena tidak jarang aku lebih mengutamakan keinginan diriku sendiri dan pendapat orang banyak dibandingkan menaati tuntunan firman-Mu. Ubahlah hatiku melalui karya Roh-Mu, gantikanlah hati yang keras dengan hati yang sedia untuk menaati kehendak-Mu. Agar dengan berjalan di dalam kebenaran-Mu hidupku memuliakan nama-Mu.

 

Aku bersyukur untuk satu pekan yang hampir aku lalui ini. Dengan kasih setia-Mu yang tidak pernah berubah Engkau telah menolong diriku melewati hari demi hari di dalam penyertaan-Mu. Melaluinya aku mengalami damai sejahtera dan pemeliharaan-Mu di dalam segala perkara. Aku menyerahkan hidupku di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Tolonglah diriku agar dapat mengisinya dengan langkah-langkah kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Sehingga dengan demikian hidupku dapat menjadi saksi-Mu bagi lingkunganku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Firman Allah yang hidup, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 27

Mazmur 27

Yesaya 7-8

 


  

Sabtu, 28 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu. (Mazmur 103:17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. 5 Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu. 6 Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN. (Mazmur 27:4-6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena oleh anugerah-Mu aku diizinkan untuk berada dekat dengan-Mu, hidup di dalam hadirat-Mu dan senantiasa mengalami penyertaan-Mu. Hanya dekat Engkau aku tenang, karena dari pada-Mulah datang keselamatanku. Bukan karena kebaikanku dan bukan karena aku pantas, namun oleh karena pengorbanan Yesus Kristus di salib, maka terbukalah pintu bagiku untuk menghadap takhta-Mu dan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu. Sungguh besar kemurahan-Mu bagiku.

 

Aku berterima kasih karena Engkau telah menuntunku sampai saat ini. Aku menaruhkan hidupku ke dalam tangan anugerah-Mu. Lindungilah diriku dari semua yang jahat dan tuntunlah diriku untuk berjalan di dalam kehendak-Mu. Tolonglah diriku dalam semua hal yang masih harus kukerjakan pada hari ini, berkatilah semua itu dengan keberhasilan. Kepada-Mu ya Tuhan, aku berharap dan Engkau sendiri yang menjamin bahwa orang yang mengandalkan diri-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gunung Batu Perlindunganku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 28 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan mulialah Allah Penyelamatku. (Mazmur 18:47)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Ketahuilah, hai bangsa-bangsa, dan terkejutlah, perhatikanlah, ya segala pelosok bumi, berikatpingganglah, dan terkejutlah; berikatpingganglah dan terkejutlah! 10 Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami! (Yesaya 8:9, 10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah adalah Sang Pelindung yang dapat diandalkan, bila Ia menyertai kita maka niat jahat yang dirancang manusia terhadap diri kita pasti akan berakhir dengan kegagalan. Merupakan realitas bahwa dalam hidup sehari-hari ada saja orang yang bermaksud untuk merugikan kita, dengan berbagai macam tipu dayanya. Entah melalui berita sms dan telpon yang palsu, maupun cara-cara canggih lainnya. Untuk menghadapi semua itu kita sangat memerlukan perlindungan Tuhan. Apabila Ia menyertai kita maka kejahatan apapun yang dirancang manusia terhadap diri kita akan digagalkan-Nya.

 

Tuhan menyampaikan jaminan perlindungan-Nya yang dapat diandalkan ini di dalam Yesaya 8. Di saat bangsa Yehuda mulai terjepit oleh karena ancaman bangsa Asyur, melalui Yesaya Tuhan menyampaikan pentingnya bagi umat-Nya untuk hidup dalam penyertaan Allah. Bukannya mencari perlindungan dan membuat perjanjian dengan bangsa-bangsa lain! Singkat kata, lebih dari yang lain yang paling diperlukan oleh umat Allah adalah memohon perlindungan Tuhan dengan hidup mendekat kepada-Nya. Sebab bila Allah yang menyertai umat-Nya maka apapun rancangan dan keputusan jahat yang dibuat oleh bangsa-bangsa itu akan gagal dan tidak terlaksana.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengalami penyertaan dan perlindungan Tuhan dalam hidup Anda sehari-hari?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Allahku, kepada-Mu aku berlindung. Bila semua yang ada di dunia ini tidaklah dapat benar-benar diandalkan, Engkau dengan kasih setia-Mu tidak akan pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Mu. Aku merendahkan diri di hadapan-Mu dan memohon Engkau dengan Roh dan firman-Mu membawaku untuk semakin dekat dengan diri-Mu. Apabila semua rancangan jahat manusia terhadap umat-Mu akan Engkau gagalkan, orang yang menaati kehendak-Mu dan berjalan di dalam rencana-Mu tidak akan pernah mengalami kegagalan.

 

Di akhir pekan yang telah aku lalui ini aku kembali bersyukur kepada-Mu ya Tuhan, sebab Engkau telah menyertai diriku di sepanjang hari-hari yang telah aku jalani. Dengan sabar Engkau menuntun diriku di jalan-Mu. Dengan penuh setia Engkau selalu menyertai diri dan tidak pernah meninggalkan diriku. Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung dan menyerahkan hari depanku. Tanganku terbatas dan tak mungkin menjangkau hari esokku. Namun Engkau dengan kuasa dan kasih-Mu yang tidak terbatas sanggup menyusun masa depan yang indah bagi diriku. Kepada-Mu, ya Tuhan Yesus, aku berserah dan di dalam nama-Mu aku mengangkat doa dan ucapan syukurku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.