Kamis, 26 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! (Mazmur 29:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. 11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! 12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. 13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya." (Matius 25:10-13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang sungguh-sungguh merindukan kedatangan Tuhan Yesus kembali ke dunia akan senantiasa menjaga diri untuk siap bertemu dengan Dia. Kedatangan Kristus yang kedua kali nanti sangatlah berbeda dengan kedatangan-Nya yang pertama kali dua ribu tahun yang lampau. Bila di dalam kedatangan-Nya yang pertama Ia bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan hukuman dosa, maka di dalam kedatangan-Nya yang kedua kali nanti Ia bertujuan untuk bertemu dan tinggal bersama dengan umat-Nya untuk selama-lamanya. Oleh karena saat kedatangan-Nya kembali tersebut akan terjadi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, maka para pengikut-Nya harus senantiasa siap untuk berjumpa dengan Dia.

 

Pentingnya sikap senantiasa siap untuk bertemu dengan Tuhan ini antara lain dikemukakan oleh Yesus di dalam Matius 25. Di situ Ia mengumpamakan umat-Nya seperti sepuluh orang gadis yang menyongsong kedatangan seorang mempelai laki-laki. Lima di antara mereka dengan bijaksana menyiapkan minyak di dalam buli-buli sedangkan yang lima lagi tidak menyiapkan minyak cadangan. Sebagai akibat, ketika sang mempelai laki-laki datang mereka tidak dalam keadaan yang siap sedia. Untuk siap bertemu dengan Tuhan berarti kita perlu mengisi kehidupan kita dengan kerohanian yang sehat. Sehingga dengan demikian di setiap saat Tuhan Yesus datang kembali ke dunia, kita didapati-Nya dalam keadaan yang berjaga-jaga, hidup dalam kekudusan dan siap untuk berjumpa dengan Dia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah Anda bersiap sedia untuk berjumpa dengan Tuhan di setiap saat? Apakah yang Anda lakukan untuk menyiapkan diri untuk hal itu?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa aku dapat berjumpa dengan diri-Mu di setiap saat yang tidak aku dugakan. Bukan hanya di saat nanti ketika Engkau kembali ke dunia untuk kedua kalinya, tetapi juga di setiap saat bila Engkau memanggil diriku untuk meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu tolonglah diriku agar selalu bersikap siaga, dan siap sedia untuk bertemu dengan diri-Mu kapan saja. Roh Kudus, penuhi hatiku dengan diri-Mu dan tolonglah aku untuk hidup di dalam kehidupan rohani yang sehat dan menyenangkan hati-Mu.

 

Tuhan, aku merendahkan diriku di hadapan-Mu, peliharalah aku di dalam kekudusan-Mu dan jagalah langkah-langkah hidupku agar senantiasa sesuai dengan firman-Mu. Tolonglah diriku agar mampu mengisi hari ini dengan kehidupan yang penuh makna, berjalan di dalam kebenaran dan tidak melewatinya dalam kesia-siaan. Berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan dan jadikanlah aku saluran berkat-Mu bagi semua orang yang ada di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Kekasih Jiwaku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 25

Mazmur 25

2Tawarikh 27-28

 


  

Kamis, 26 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku, TUHAN, jadilah penolongku!" (Mazmur 30:11)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya. 4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mazmur 25:3-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang setia. Tolonglah diriku untuk hidup di dalam kesetiaan seperti diri-Mu. Supaya dengan demikian aku dapat hidup sebagai umat yang memuliakan nama-Mu. Ampunilah aku apabila aku bersikap tidak setia terhadap firman-Mu dan tuntunan-Mu bagi hidupku. Ajarlah aku untuk senantiasa hidup menyenangkan hati-Mu. Kepada-Mu aku berserah dan di dalam lindungan-Mu aku berharap.

 

Bapa yang baik, tak pernah Engkau mengecewakan diriku, sebaliknya justru aku yang sering mengecewakan diri-Mu. Bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu supaya hidupku senantiasa berjalan selaras dengan firman-Mu. Jauhkanlah aku dari semua yang jahat dan jangan biarkan aku terjatuh ke dalam pencobaan. Pakailah hidupku untuk menjadi alat-Mu yang menyalurkan kasih dan menyaksikan kebenaran-Mu kepada orang-orang yang ada di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Saksi yang Setia, aku berdoa dan memohon, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 26 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; (Mazmur 31:18)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 Ia berperang melawan raja bani Amon dan mengalahkannya, sehingga pada tahun itu juga bani Amon membayar kepadanya seratus talenta perak, sepuluh ribu kor gandum dan sepuluh ribu kor jelai. Juga pada tahun kedua dan ketiga bani Amon membawa upeti itu kepadanya. 6 Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN, Allahnya. (2Tawarikh 27:5, 6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kekuatan yang sebenarnya bukan tergantung kepada kemampuan kita dalam mengerahkan tenaga, namun kepada siapa kita mengarahkan hidup kita. Pada umumnya orang berupaya untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, meraih kedudukan yang setinggi-tingginya dan ketenaran yang seluas-luasnya karena beranggapan bahwa semua itu menentukan kekuatan atau kemampuan dirinya. Padahal semua itu tidaklah abadi dan dayanya bersifat terbatas. Namun bila kita mengarahkan hidup kepada Tuhan, menghormati dan menaati firman-Nya, maka kita akan mengalami kekuatan yang sebenarnya.

 

Hal itulah yang dialami oleh Yotam, raja Yehuda seperti yang dicatat di dalam 2Tawarikh 27. Di situ ditulis bahwa karena Yotam mengarahkan hidupnya kepada Tuhan maka ia menjadi kuat. Yang dimaksudkan adalah bahwa ia hidup melakukan perintah Tuhan, yaitu dengan tidak ikut menyembah berhala seperti yang dilakukan rakyatnya dan bangsa-bangsa di sekitar mereka. Sebagai akibat, ia berhasil mengalahkan bangsa Amon sehingga mereka harus membayar upeti kepada dirinya. Berarti sesungguhnya kekuatan kita tidaklah tergantung kepada kemampuan kita dalam mengerahkan tenaga, namun kepada siapa kita mengarahkan hidup kita. Apabila kita mengarahkannya kepada Tuhan maka keberhasilanlah yang akan kita alami dalam hidup kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Kepada siapa Anda mengarahkan hidup Anda? Apakah buktinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, terima kasih karena Engkau kembali mengingatkan diriku untuk senantiasa berharap dan menghormati diri-Mu di dalam seluruh aspek hidupku. Karena orang yang berharap kepada-Mu tidak akan pernah Engkau kecewakan, dan Engkau menghargai orang yang menghormati diri-Mu. Oleh sebab itu tolonglah diriku untuk senantiasa menaati firman-Mu di dalam kehidupanku sehari-hari sebagai wujud dari hormatku kepada-Mu. Di dalam ketaatan kepada firman-Mu itulah aku akan berjalan di dalam hidup yang berkemenangan dan mengalami mujizat-mujizat-Mu. Sehingga dengan demikian hidupku tidak akan dibatasi oleh keterbatasan diriku.

 

Aku bersyukur untuk pertolongan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Di dalam kasih setia-Mu Engkau telah menuntun dan menyertai diriku. Tidak pernah Engkau membiarkan diriku menghadapi persoalan seorang diri, namun Engkau senantiasa mengulurkan tangan untuk melindungi, meneguhkan dan membela diriku. Tuhan, aku memasrahkan semua yang telah aku kerjakan pada hari ini ke dalam kemurahan-Mu, sempurnakan dan jadikanlah itu berhasil. Aku juga mempercayakan hari esokku ke dalam rahmat-Mu. Aku yakin Engkau memiliki rencana yang indah untuk masa depanku dan tidak ada rancangan-Mu yang gagal. Oleh sebab itu di dalam iman dan dengan mendasarkan-Nya pada nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku mengangkat doaku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.