Selasa, 3 Juli 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil. (Mazmur 119:164)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. (Matius 2:9-11)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila ucapan syukur merupakan tanggapan kita terhadap kebaikan Tuhan yang kita alami, maka penyembahan adalah tanggapan kita terhadap kemuliaan Tuhan yang kita akui. Kedua-duanya merupakan tanggapan yang sepatutnya kita berikan kepada Tuhan, karena memang Dia baik dan mahamulia. Selain itu, kedua-duanya haruslah kita lakukan tanpa mengabaikan salah satu dari padanya. Tak cukup bagi kita hanya bersyukur kepada Tuhan, sebab di dalam segala keadaan kemuliaan Tuhan tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Dengan kata lain, baik di masa sukar maupun mudah, kita tetap harus menyembah Dia.

 

Dasar dari penyembahan inilah yang dapat kita lihat dari tindakan orang-orang Majus ketika mereka berjumpa dengan bayi Yesus seperti yang dicatat di dalam Matius 2. Ketika melihat Yesus bersama Maria, ibu-Nya, maka mereka sujud menyembah Dia. Tindakan tersebut mereka lakukan bukan karena telah mengalami kebaikan Tuhan namun karena mereka mengakui kemuliaan Yesus yang mereka sebut sebagai raja orang Yahudi yang baru dilahirkan. Berarti tanpa mengabaikan bahwasanya Allah adalah pribadi yang baik dan melakukan kebaikan, kita juga harus senantiasa menyadari dan mengakui kemuliaan Tuhan. Kesadaran dan pengakuan ini akan membawa kita untuk menyembah Dia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, apakah yang acapkali menjadi penghalang bagi orang untuk mengakui kemuliaan Tuhan? Apakah yang perlu dilakukan untuk mengatasi penghalang tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, tolonglah diriku untuk menyadari dan mengakui betapa mulianya diri-Mu. Engkau adalah Raja alam semesta yang layak untuk dipuji dan disembah. Sesungguhnya tidak ada yang lain yang seperti diri-Mu. Kasih, kuasa, dan kesetiaan-Mu tetap dan tidak akan pernah berubah untuk selama-lamanya. Ampunilah aku untuk ketinggian hatiku yang telah membutakan mataku sehingga sebaliknya dari mengakui kemuliaan-Mu justru aku mengagungkan diriku sendiri. Ubahlah hatiku, lembutkan jiwaku dan ajarlah diriku untuk senantiasa hidup di dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada firman-Mu. Supaya dengan demikian hidupku merupakan persembahan yang harum dan berkenan kepada-Mu.

 

Aku berterima kasih untuk hari yang baru yang telah Engkau berikan kepadaku. Kesempatan dan kemungkinan-kemungkinan yang baru Engkau bentangkan di hadapanku. Tolonglah aku agar sanggup mengisi hari ini dengan keputusan-keputusan yang sesuai dengan kehendak-Mu. Supaya dengan demikian aku mengalami hidup yang penuh dengan arti, berjalan di dalam keberhasilan serta menyenangkan hati-Mu. Ajarlah aku untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku dan menjadi saksi yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang layak untuk dipuji dan disembah oleh seluruh isi alam semesta, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Matius 2

Mazmur 2

1Raja-raja 19-20

 


  

Selasa, 3 Juli 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu. (Mazmur 119:101)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, 12 supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya! (Mazmur 2:11, 12)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah Raja yang kekal, yang memerintah atas seluruh alam semesta. Engkaulah yang berkuasa atas hidupku dan yang di dalam kedaulatan-Mu mengatur hari depanku. Engkau layak menerima segala hormat, pujian, kuasa dan kemuliaan untuk selama-lamanya. Di hadapan-Mu aku merendahkan diriku, menyadari bahwa sesungguhnya diriku tidak berarti dibandingkan dengan kemuliaan-Mu yang melampaui segala perkara itu. Di bawah naungan sayap-Mu aku berlindung dan di dalam tuntunan firman-Mu aku menyerahkan hidupku.

 

Roh Kudus, berkaryalah di dalam hidupku dengan menuntun diriku di jalan-jalan kebenaran-Mu. Sertailah hidupku dan penuhilah diriku dengan hadirat-Mu. Sebab hanya dengan berjalan menaati tuntunan-Mu dan hidup sesuai dengan firman-Mu barulah aku akan dapat hidup menyenangkan hati Engkau. Dengan berjalan bersama-Mu aku akan hidup di dalam damai sejahtera serta berkemenangan di dalam segala keadaan. Kepada-Mu ya Allah, dan melalui Yesus Kristus Tuhanku, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 3 Juli 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka! 3 Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! 4 Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. 5 Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka! (Mazmur 149:2-5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

34 Kata Benhadad kepadanya: "Kota-kota yang telah diambil bapaku dari pihak bapamu akan kukembalikan; engkau boleh juga membuat pasar bagimu di Damsyik, seperti yang dibuat bapaku di Samaria." "Dan aku sendiri," kata Ahab, "akan membiarkan engkau pergi dengan perjanjian." Lalu ia mengadakan perjanjian dengan dia dan membiarkannya pergi. 42 Kata nabi itu kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah membiarkan lolos orang yang dikhususkan bagi-Ku untuk ditumpas, maka nyawamu adalah ganti nyawanya dan rakyatmu ganti rakyatnya." (1Raja-raja 20: 34, 42)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Apabila menaati firman Tuhan akan mendatangkan keberuntungan, maka mempercayai perkataan manusia yang bertentangan dengan firman Tuhan akan mendatangkan malapetaka. Sebab apabila Tuhan adalah pribadi yang benar dan dapat diandalkan sehingga firman-Nya tidak perlu diragukan, maka tidak demikian halnya dengan manusia. Perkataan manusia tidaklah senantiasa benar dan dapat dipegang. Sehingga apabila kita mempercayai perkataan orang yang bertentangan dengan firman Tuhan sesungguhnya kita sedang menjerumuskan diri kita sendiri ke dalam malapetaka.

 

Prinsip tersebut dapat kita lihat di dalam hidup raja Ahab sebagaimana yang ditulis di dalam 1Raja-raja 20. Tuhan menyuruh Ahab untuk maju berperang melawan Benhadad, raja Aram. Karena menaati firman Tuhan itu ia memperoleh kemenangan. Namun sesudahnya Ahab justru mempercayai perkataan Benhadad yang menawarkan perjanjian damai, dan dengan demikian ia mengabaikan perintah Allah untuk menumpas raja Aram tersebut. Sebagai akibat, seperti firman Tuhan yang disampaikan kepadanya, di kemudian hari justru tentara Benhadad yang ganti membunuh raja Ahab. Dengan kata lain, karena menaati firman Tuhan ia memperoleh kemenangan, dan karena mempercayai perkataan Benhadad yang bertentangan dengan firman Tuhan maka ia mengalami malapetaka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Mengapa acapkali orang lebih mempercayai perkataan manusia dibandingkan firman Tuhan? Bagaimana dengan diri Anda, mana yang Anda pilih antara menaati perkataan manusia atau firman Tuhan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, berikan kepadaku kepekaan untuk dapat mengenali tuntunan-Mu bagi hidupku. Ubahlah hatiku dan lembutkanlah hatiku supaya aku senantiasa menaati firman-Mu. Ampunilah aku apabila diriku lebih mempercayai perkataan orang dibandingkan menyandarkan diri kepada firman-Mu. Bahkan tak jarang aku lebih mempercayai diriku sendiri dibandingkan diri-Mu. Tuhan, tolonglah aku agar senantiasa hidup di dalam iman dan ketaatan kepada-Mu. Karena sesungguhnya Engkau tidak pernah tersesat maupun menyesatkan umat-Mu.

 

Aku bersyukur ya Tuhan untuk penyertaan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Jaminan-Mu bahwa Engkau tidak akan pernah meninggalkan diriku tetapi selalu menyertai diriku, memberikan damai sejahtera di dalam jiwaku. Di dalam Engkau aku dapat melihat masa depan yang penuh dengan pengharapan dan yang tidak akan pernah mengecewakan. Ke dalam perlindungan-Mu aku menaruhkan hidupku dan ke dalam kasih setia-Mu aku mempercayakan seluruh harapanku. Aku percaya di dalam Engkau aku memiliki hari esok yang penuh dengan pengharapan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku memanjatkan permohonanku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.