Rabu, 27 Juni 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung. (Mazmur 31:24)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. (Filipi 4:6)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Doa dan ucapan syukur merupakan ungkapan iman yang bersifat positif dan merupakan penawar terhadap rasa kuatir yang adalah iman yang bersifat negatif. Tidak dapat dipungkiri bahwa rasa kuatir dapat menghinggapi siapa saja. Selain itu rasa kuatir dalam artian yang negatif bukan saja tidak bermanfaat, tetapi juga akan menimbulkan masalah terhadap kesehatan jasmani maupun jiwani dari orang yang mengalaminya. Sedangkan tidaklah mudah untuk mengatasi rasa kuatir tersebut. Di sinilah pentingnya doa dan permohonan syukur. Sebab apabila rasa kuatir merupakan bentuk dari iman yang bersifat negatif, maka doa dan ucapan syukur merupakan ungkapan dari iman yang bersifat positif.

 

Solusi terhadap rasa kuatir itulah yang dikemukakan rasul Paulus di dalam Filipi 4:6. Di situ bukan saja ia memberi nasihat agar orang tidak usah merasa kuatir, rasul Paulus juga menunjukkan jalan keluar untuk mengatasinya. Di dalam hal ini, yaitu "doa dan permohonan dengan ucapan syukur." Keduanya, doa dan ucapan syukur merupakan cara orang untuk mengungkapkan imannya kepada Tuhan. Iman yang bersifat positif inilah yang akan mampu mengatasi iman yang negatif, yaitu rasa kuatir yang merugikan kehidupan kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang sedang Anda kuatirkan di dalam hidup Anda saat ini? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah pemelihara hidupku yang dapat diandalkan. Rencana-Mu bagi diriku selalu indah dan sempurna. Kesetiaan dan kuasa-Mu menjamin bahwa tidak ada rencana-Mu yang akan gagal. Oleh sebab itu apabila aku hidup sesuai dengan rencana-Mu, dan hidupku berada di dalam tangan kasih setia-Mu, maka sesungguhnya aku hidup di dalam kehidupan yang penuh dengan pengharapan. Di dalam Engkau aku menyongsong hari depan yang tidak akan pernah mengecewakan. Kesadaran dan iman akan semuanya itu memungkinkan aku untuk hidup tanpa kekuatiran. Aku menyerahkan seluruh rasa kuatir dalam hatiku kepada-Mu.

 

Aku berterima kasih karena Engkau turut bekerja di dalam segala sesuatu bagi orang yang hidup sesuai dengan rencana-Mu. Engkau menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya dan Engkau tidak pernah terlambat di dalam mewujudkan rancangan-Mu bagi diriku. Oleh sebab itu, di dalam iman aku memasrahkan hari ini ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah aku dengan Roh Kudus-Mu dan bawalah hidupku untuk berjalan sesuai dengan firman-Mu. Sertailah diriku di dalam semua hal yang aku kerjakan dan jadikanlah itu berhasil. Di dalam nama Tuhan Yesus, Sang Pemelihara hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Filipi 4

Amsal 27

2Tawarikh 12-13

 


  

Rabu, 27 Juni 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mazmur 43:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

Siapa memelihara pohon ara akan memakan buahnya, dan siapa menjaga tuannya akan dihormati. (Amsal 27:18)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau yang mengajar diriku untuk hidup secara bertanggung jawab dan dapat dipercaya oleh orang yang memberikan kepercayaan kepadaku. Karena Engkau sendiri senantiasa bertanggung jawab terhadap semua yang Engkau ciptakan dan dengan setia memelihara umat-Mu tanpa alpa. Tolonglah diriku untuk dapat hidup meneladani diri-Mu, serta menjadi orang yang dapat dipercaya baik oleh-Mu maupun oleh orang-orang yang ada di sekitarku. Sehingga dengan demikian aku dapat hidup secara maksimal serta menjadi saksi-Mu di dalam lingkunganku sehari-hari.

 

Aku bersyukur karena firman-Mu menolong diriku untuk dapat hidup penuh dengan hikmat, terhindar dari kebebalan dan membawa diriku kepada kebenaran. Tolonglah diriku agar mampu mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku di dalam hikmat-Mu, dan menyelesaikannya sebagaimana harusnya secara maksimal. Jadikanlah diriku kepanjangan tangan-Mu yang mengulurkan kasih dan rahmat-Mu kepada orang-orang yang ada di sekitarku. Kepada-Mu ya Bapa dan melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku aku menyerahkan doa permohonanku, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 27 Juni 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. 2 Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" (Mazmur 16:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum TUHAN, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh. 2 Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem karena mereka berubah setia terhadap TUHAN(2Tawarikh 12:1, 2)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Titik terlemah di dalam kehidupan manusia adalah ketika ia merasa dirinya kuat sehingga melupakan Tuhan yang adalah penopang hidupnya yang sejati. Acapkali ketika orang merasa lemah dan tak berdaya barulah ia mencari Tuhan dan memohon pertolongan-Nya. Namun ketika Tuhan telah menolong dan memberkati dirinya, orang tersebut merasa dirinya tidak lagi memerlukan Tuhan sehingga melupakan-Nya. Di saat itulah justru ia berada di titik yang terlemah sebab telah mengabaikan Sang Penolong hidupnya. Sebagai akibat, berbagai persoalanpun akan datang menimpa dirinya.

 

Hal itulah yang dialami oleh Rehabeam sebagaimana yang dicatat di dalam 2Tawarikh 12. Ketika kekuasaannya sebagai raja Yehuda sudah menjadi kuat oleh sebab dukungan dari orang-orang Israel yang hidup takut kepada Tuhan, maka yang bersangkutan meninggalkan Allah dan berubah setia terhadap-Nya. Sebagai akibat, segera datanglah raja Mesir untuk menyerang Yerusalem. Karena merasa dirinya kuat sehingga mengabaikan Tuhan yang adalah penolongnya yang sebenarnya, di situlah Rehabeam berada di titik yang terlemah dari hidupnya. Alhasil persoalanpun datang menimpa dirinya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Berada di titik yang kuat atau lemahkah diri Anda saat ini? Mengapa hal itu yang menjadi jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah penopang dan pemelihara hidupku yang senantiasa kuperlukan di setiap waktu. Ampunilah aku apabila di dalam rasa takaburku acapkali aku melupakan Engkau dan mengabaikan diri-Mu. Justru dengan merasa diriku kuat dan mampu di situlah aku berada di titik yang terlemah di dalam hidupku. Tolonglah aku agar senantiasa menyadari akan hal ini sehingga aku tidak akan pernah membiarkan diriku untuk melupakan diri-Mu. Tetapi dengan kasih setia-Mu jagalah diriku untuk senantiasa hidup di dalam kerendahan hati dan bergantung kepada-Mu.

 

Aku menyerahkan semua yang telah aku lewati di sepanjang hari ini ke dalam tangan anugerah-Mu. Ampunilah diriku apabila pada hari ini terdapat perkataan dan perbuatanku yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Aku merendahkan diriku di hadapan-Mu dan memohon anugerah-Mu dalam hidupku karena sesungguhnya tanpa kemurahan-Mu aku tidak berdaya. Ke bawah naungan-Mu aku menaruhkan diri dan ke dalam kemurahan-Mu aku menyerahkan masa depanku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sandaran hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.