Senin, 28 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bangkitlah, ya TUHAN, di dalam kuasa-Mu! Kami mau menyanyikan dan memazmurkan keperkasaan-Mu. (Mazmur 21:14)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

10 Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. 11 Orang-orang Yahudi mencari Dia di pesta itu dan berkata: "Di manakah Ia?" 12 Dan banyak terdengar bisikan di antara orang banyak tentang Dia. Ada yang berkata: "Ia orang baik." Ada pula yang berkata: "Tidak, Ia menyesatkan rakyat." 13 Tetapi tidak seorang pun yang berani berkata terang-terangan tentang Dia karena takut terhadap orang-orang Yahudi. (Yohanes 7:10-13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kita harus tetap berbuat baik tanpa terpengaruh oleh apapun yang menjadi penilaian orang terhadap diri kita. Sebab perbuatan baik yang kita lakukan bukanlah untuk memamerkan kebaikan kita namun seharusnya merupakan cerminan dari sifat kita yang sesungguhnya. Sedangkan tidak semua perbuatan baik yang kita lakukan akan selalu disambut dengan gembira oleh orang lain. Bisa jadi oleh karena rasa iri, cemburu atau alasan yang lain justru mereka menanggapinya secara negatif. Oleh karena itu, apabila perbuatan baik yang kita lakukan bukan suatu upaya pencitraan diri maka kita tidak akan terpengaruh oleh penilaian orang entah yang bersifat positif ataupun negatif terhadap diri kita.

 

Bahwasanya tidak semua perbuatan baik yang kita lakukan akan mendapatkan sambutan yang positif dari orang lain dapat dilihat dari kehidupan Yesus sebagaimana yang dicatat dalam Yohanes 7. Walaupun di dalam pelayanan-Nya Yesus selalu berbuat kebaikan namun ada saja orang yang menanggapinya secara negatif, yaitu dengan memandang diri-Nya sebagai orang yang menyesatkan rakyat. Namun apapun tanggapan orang terhadap diri-Nya Yesus tetap saja melayani dan melakukan kebaikan kepada semua orang. Sikap dan perilaku Tuhan Yesus yang tidak terpengaruh oleh apapun penilaian orang terhadap diri-Nya itulah yang harus kita teladani di dalam kehidupan kita sehari-hari.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sebagai pengikut Kristus, bagaimana seharusnya Anda menanggapi penilaian negatif orang lain terhadap perbuatan baik yang Anda lakukan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, anugerah-Mu sungguhlah besar dan kasih-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Terhadap manusia yang sesungguhnya tidak pantas untuk dikasihani Engkau tetap mengulurkan rahmat-Mu yang tidak terbatas. Terhadap manusia yang tidak selalu menanggapi kasih-Mu dengan rasa syukur Engkau tetap juga mengulurkan pertolongan-Mu. Tuhan, tolonglah diriku untuk mengikuti teladan-Mu dengan tetap berbuat baik kepada sesamaku dan hidup di dalam kebenaran-Mu apapun penilaian orang terhadap diriku. Sebab hanya dengan demikian barulah diriku pantas untuk disebut sebagai pengikut-Mu.

 

Ya Tuhan, aku menyerahkan awal dari hari-hari kerja di pekan ini ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah diriku dengan Roh dan firman-Mu agar aku senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu sehingga semua hal yang aku lakukan di dalam kehidupanku sehari-hari menyenangkan hati-Mu. Dengan kuasa kebangkitan-Mu mampukanlah diriku untuk melakukan hal-hal yang melampaui keterbatasan diriku. Ke dalam rahmat-Mu aku memasrahkan hidupku dan berlindung. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembalaku aku memanjatkan doa ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Yohanes 7

Mazmur 147

2Samuel 21-22

 


  

Senin, 28 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

2 TUHAN, dengarkanlah doaku, dan biarlah teriakku minta tolong sampai kepada-Mu. 3 Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak.(Mazmur 102:2, 3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

12 Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! 13 Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu. 14 Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. (Mazmur 147:12-14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku bersyukur karena Engkaulah gunung batu yang teguh dan yang melindungi diriku dari semua marabahaya. Engkau juga adalah pribadi yang memelihara umat-Mu dengan berkat, kesejahteraan, dan kebaikan-Mu. Engkau mengenyangkan dan memuaskan hatiku dengan kemurahan-Mu. Aku memuji-muji nama-Mu dan mengagungkan kasih setia-Mu karena tidak terukur serta tidak terbilang kebaikan-Mu yang telah aku alami di dalam hidupku. Engkau menjamin hidupku baik di masa kini maupun untuk masa yang akan datang. Ya Tuhan, di dalam naungan-Mu aku merasakan damai sejahtera yang penuh.

 

Bapa yang baik, aku mohon ampun jika acapkali aku meragukan kesetiaan-Mu di dalam memelihara hidupku. Ajarlah aku untuk mempercayai firman-Mu di setiap keadaan dan tidak membiarkan kekuatiran ataupun ketakutan menguasai hatiku. Aku mempercayakan semua kegiatanku hari ini ke dalam tangan-Mu. Berkatilah semua yang aku kerjakan dan jadikanlah itu berhasil. Jadikan diriku alat-Mu untuk menjadi saksi-Mu bagi orang-orang di sekitarku melalui apa yang telah Engkau perbuat dalam hidupku. Di dalam nama Yesus, Tuhan dan Sumber segala berkat, aku telah berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Senin, 28 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! (Mazmur 126:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon." 2 Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon dan berkata kepada mereka, orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, 3 Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka TUHAN?" (2Samuel 21:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kalaupun manusia melupakannya namun sebuah ikat janji yang dibuat di hadapan Tuhan tidak akan pernah diabaikan-Nya. Memang adalah kecenderungan manusia untuk melupakan janji yang ia buat kepada orang lain dan mengingat janji yang dibuat orang terhadap dirinya. Tetapi tidak demikian halnya dengan Allah. Dia adalah Allah dari perjanjian. Oleh karena itu bukan saja Ia selalu mengingat janji-janji-Nya, Tuhan juga menuntut agar orang yang membuat janji dengan mengundang diri-Nya sebagai saksi supaya sungguh-sungguh menghormati janji tersebut.

 

Hal itulah yang dialami oleh bangsa Israel sebagaimana yang dicatat di dalam 2Samuel 21. Tuhan menghukum mereka dengan bencana kelaparan karena raja Saul telah membunuh orang-orang Gibeon. Padahal sebagaimana yang ditulis di dalam Yosua 9, lebih dari tiga ratus tahun sebelumnya Yosua pernah membuat perjanjian dengan orang-orang Gibeon di hadapan Tuhan bahwa bangsa Israel akan tetap membiarkan sisa-sisa orang Amori itu tetap hidup di antara mereka. Tuhan tidak pernah melupakan perjanjian tersebut dan Ia menuntut agar umat-Nya juga menghargainya. Apabila pelanggaran terhadap perjanjian tersebut akan mengundang hukuman-Nya maka tentulah penghargaan terhadap ikrar yang pernah dibuat di hadapan Tuhan akan mengundang berkat-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Adakah perjanjian yang pernah Anda buat di hadapan Allah yang saat ini Anda abaikan? Apakah yang seharusnya Anda lakukan sebagai ungkapan penghargaan terhadap perjanjian tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku memuji nama-Mu karena Engkau adalah pribadi yang setia dan kesetiaan-Mu turun-temurun tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Semua yang ada di dunia ini berubah dan tidak dapat diandalkan, namun orang yang berharap kepada kesetiaan-Mu tidak akan pernah dikecewakan. Tuhan, ajarlah diriku untuk mengikuti teladan-Mu dengan bersikap setia terhadap semua janji yang aku ucapkan baik kepada-Mu maupun kepada sesamaku. Ampunilah diriku apabila dengan sengaja aku telah melanggar janji-janjiku. Tolonglah diriku agar dapat hidup menjadi orang yang Engkau percaya dan mampu diandalkan oleh orang-orang di sekitarku.

 

Ke dalam kasih setia-Mu aku mempercayakan masa depanku. Aku menyadari akan keterbatasanku dan betapa aku memerlukan campur tangan-Mu di dalam hidupku. Rencana-Mu selalu yang terbaik bagi hidupku dan kuasa-Mu tidak terbatas. Oleh sebab itu apabila aku hidup sesuai dengan kehendak-Mu maka walaupun ada saja kesulitan yang akan aku hadapi namun sesungguhnya aku akan berjalan di dalam keberhasilan. Aku berterima kasih untuk penyertaan-Mu dalam hidupku dan tuntunan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang setia, aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.