Kamis, 10 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

33 Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan; 34 bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara-Nya, suara-Nya yang dahsyat! 35 Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. (Mazmur 68:33-35)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Dan justru itulah maksud suratku ini, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu. 4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua. (2Korintus 2:3, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kasih yang sejati akan berdukacita bersama dengan orang yang berdukacita dan bersukacita bersama dengan orang yang bersukacita. Kemampuan berempati atau ikut merasakan perasaan orang lain itu merupakan wujud dari kasih yang sesungguhnya. Hanya orang yang hatinya sungguh-sungguh dipenuhi dengan kasih akan hidup dengan sikap yang seperti demikian. Sebaliknya orang yang tidak hidup di dalam kasih akan menertawakan penderitaan orang lain, bersukacita ketika orang lain mengalami kegagalan, dan malahan berdukacita ketika orang lain mengalami keberhasilan. Oleh karena itu orang yang hidup di dalam kasih akan berupaya agar orang lain yang ia kasihi akan mengalami kebahagiaan dan kemajuan.

 

Kasih yang mampu berempati itulah yang ada pada diri rasul Paulus terhadap jemaat di Korintus sebagaimana yang ia utarakan di dalam 2Korintus 2. Ia berharap bahwa bila ia datang mengunjungi jemaat di Korintus hatinya tidak ikut berdukacita karena mereka di sana sedang berdukacita oleh perpecahan yang terjadi di tengah jemaat. Sebaliknya dia berharap agar dirinya bersukacita bersama dengan jemaat yang sedang bersukacita oleh karena kemajuan yang mereka alami. Kasih yang penuh dengan empati ini juga yang memenuhi hati Yesus ketika Ia naik ke sorga. Ia tidak ingin para murid-Nya bersedih karena Ia tidak lagi bersama dengan mereka. Oleh sebab itu Ia berjanji bahwa melalui kenaikan-Nya ke sorga Roh Kudus akan turun memenuhi dan menyertai mereka untuk selama-lamanya. Kegembiraan kita merupakan kegembiraan-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang Anda rasakan di dalam hati Anda ketika melihat orang yang memusuhi Anda sedang berdukacita? Apakah yang seharusnya Anda lakukan di saat itu terhadap yang bersangkutan?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, aku bersyukur karena Engkau dapat ikut merasakan perasaan-perasaanku. Ketika aku bersedih Engkau tidak menertawakan keadaanku. Sebaliknya Engkau rela mengulurkan tangan untuk menghibur dan menguatkan diriku. Demikian juga ketika aku bersukacita Engkau ikut bersukacita dengan diriku. Dan Engkau menambahkan sukacitaku dengan berkat-Mu yang semakin berlimpah-limpah. Oleh sebab itu apapun yang aku alami di dalam hidup ini aku tahu bahwa aku tidak pernah melewatinya seorang diri, tetapi Engkau selalu beserta dengan diriku.

 

Tuhan Yesus, aku bersyukur karena melalui kenaikan-Mu ke sorga Engkau menyertai diriku dengan Roh Kudus-Mu untuk selama-lamanya. Tidak Engkau biarkan aku seperti seorang anak yatim piatu, namun melalui Roh Kudus-Mu Engkau memimpin, meneguhkan dan menetapkan langkah-langkah hidupku. Oh Tuhan, tuntun dan sertailah diriku di sepanjang hari ini. Jadikan semua yang aku kerjakan menyenangkan dan memuliakan nama-Mu. Berkatilah setiap perhimpunan jemaat-Mu yang pada hari ini merayakan kenaikan-Mu ke sorga. Teguhkan iman mereka melalui kehadiran diri-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang selalu menyertai diriku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 2

Mazmur 129

1Samuel 24-25

 


  

Kamis, 10 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! (Mazmur 105:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Mereka telah cukup menyesakkan aku sejak masa mudaku, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan aku. 3 Di atas punggungku pembajak membajak, membuat panjang alur bajak mereka. 4 TUHAN itu adil, Ia memotong tali-tali orang fasik. 5 Semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur. (Mazmur 129:2-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Di dalam kesesakan aku berseru kepada-Mu, ya Allah. Engkaulah yang selalu memberikan kelegaan dan kelepasan bagi jiwaku. Banyak kali manusia mengecewakan diriku, namun Engkau tidak pernah mengingkari janji-Mu. Di dalam setiap pergumulan hidupku Engkau yang mahaadil selalu membela diriku. Engkau membuat orang-orang yang membenci diriku mendapat malu karena Engkau menegakkan kebenaranku seperti suluh dan mengokohkan pengharapanku bagaikan bukit batu. Kepada-Mu aku bersyukur, ya Allahku.

 

Kembali aku berterima kasih kepada-Mu karena Engkau tidak pernah meninggalkan aku sebatang kara. Sebaliknya Engkau menjamin masa depanku karena melalui kenaikan-Mu ke sorga Engkau menyediakan tempat bagiku di rumah Allah Bapa. Aku tidak merasa ragu akan hari esok yang telah Engkau janjikan bagiku. Bersama diri-Mu aku menyongsong hari depan yang penuh pengharapan seperti yang telah Engkau sediakan bagi umat-Mu. Tuhan, pakailah aku untuk menyaksikan kasih-Mu ini kepada semua orang yang belum mengenal-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang setia dan adil, aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Kamis, 10 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. (Mazmur 66:5, 7)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

32 Lalu berkatalah Daud kepada Abigail: "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang mengutus engkau menemui aku pada hari ini; 33 terpujilah kebijakanmu dan terpujilah engkau sendiri, bahwa engkau pada hari ini menahan aku dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan. 34 Tetapi demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang mencegah aku dari pada berbuat jahat kepadamu--jika engkau tadinya tidak segera datang menemui aku, pasti tidak akan ada seorang laki-laki pun tinggal hidup pada Nabal sampai fajar menyingsing." (1Samuel 25:32-34)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah mau dan mampu memakai seorang yang lemah untuk melakukan perkara-perkara yang jauh lebih besar dari keterbatasannya. Acapkali orang menganggap remeh orang yang lemah dan terbatas dengan beranggapan bahwa hidup yang bersangkutan adalah percuma. Padahal di tangan Tuhan tidak ada orang yang tidak berguna. Bahkan Ia suka memakai mereka yang lemah dan berkemampuan terbatas untuk menggenapi rencana-Nya. Supaya dengan demikian ketika mereka mengalami keberhasilan mereka tidak menepuk dada untuk membanggakan dirinya, namun bersyukur karena besarnya anugerah Allah yang telah mereka alami.

 

Hal inilah yang terjadi dan dialami oleh Abigail seperti yang telah dicatat di dalam 1Samuel 25. Sebagai seorang perempuan yang dianggap sebagai kelompok yang lemah di dalam budaya di masa itu Tuhan memakai dirinya untuk menyelamatkan seisi keluarganya. Dengan berani ia menemui Daud yang bermaksud untuk membunuh seisi rumah tangganya. Atas dasar itulah Daud mengurungkan niatan hatinya dan memuji Tuhan untuk kebesaran anugerah-Nya atas diri Abigail. Hal yang samalah yang Tuhan tetap kerjakan sampai hari ini. Melalui kenaikan-Nya ke sorga Ia mengutus Roh Kudus-Nya memenuhi diri umat-Nya. Sehingga dengan demikian mereka yang adalah orang-orang yang terbatas dipakai-Nya untuk melakukan perkara-perkara yang besar yang melampaui keterbatasan mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Perlukah Anda merasa minder atau rendah diri karena keterbatasan-keterbatasan diri Anda? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan Yesus, hidupku berharga di mata-Mu. Engkau mengubah keterbatasan diriku dan bersedia memakai hidupku untuk menggenapi rencana-Mu. Sejak dari dalam kandungan ibuku pun Engkau sudah mengenal diriku dan menyusun hari esok yang indah bagi hidupku. Dengan Roh Kudus-Mu Engkau memampukan aku untuk melakukan perkara-perkara yang besar yang melampaui kelemahanku. Tuhan, di dalam Engkau aku bermegah dan bersyukur karena anugerah-Mu lebih besar daripada semua kekuranganku.

 

Aku berterima kasih untuk rahmat-Mu yang besar yang telah aku alami pada hari ini. Aku bersyukur untuk semua janji-Mu bagi masa depanku. Aku menyerahkan seluruh hidupku ke dalam kasih setia-Mu. Bukakanlah pintu-pintu yang masih tertutup dan bentangkanlah jalan untuk menuju ke hari depan yang penuh dengan pengharapan itu. Tuhan, pakailah hidupku untuk menjadi alat kemuliaan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus yang setia dan yang penuh dengan anugerah aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.