Rabu, 9 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! (Mazmur 43:3, 4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. (2Korintus 1:3, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Pertolongan Tuhan yang telah kita alami tidak boleh kita nikmati sendiri, namun harus kita salurkan untuk menolong orang lain yang ada di sekitar kita. Tidak jarang orang yang mengalami pertolongan Tuhan sedemikian bergembiranya sehingga ia lupa bahwa sebenarnya ada orang lain yang juga memerlukan pertolongan seperti yang telah ia alami. Sebagai akibat, ia sibuk menikmati berkat Tuhan dalam bentuk pertolongan-Nya tersebut dan mengabaikan orang lain yang sedang mengharapkan pertolongan yang sama. Oleh sebab itu ketika kita mengalami pertolongan Tuhan maka kita tidak boleh memandangnya sebagai berkat yang Ia sediakan hanya untuk kita nikmati sendiri, sebaliknya kita juga harus menyalurkannya kepada orang lain yang memerlukannya.

 

Itulah yang dikemukakan oleh rasul Paulus di dalam 2Korintus 1. Ia berkata bahwa Tuhan yang adalah sumber segala penghiburan telah menolong dirinya di dalam penderitaan yang ia alami. Namun pertolongan Tuhan itu tidak membuat Paulus mengabaikan lingkungannya. Sebaliknya nampak di dalam suratnya itu Paulus tetap mengingat bahwa masih ada orang lain yang sedang berada dalam bermacam-macam penderitaan. Di dalam kesadaran bahwa penghiburan dari Tuhan yang telah ia alami bukan hanya untuk ia nikmati sendiri, maka Paulus berkata dengan penghiburan dari Tuhan itu telah menyanggupkan dirinya untuk menghibur orang lain yang menderita. Singkat kata, dengan mencontoh sikap Paulus tersebut maka berkat Tuhan yang telah kita alami tidak boleh kita nikmati sendiri, namun harus kita salurkan untuk memberkati orang-orang lain yang ada di sekitar kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang menghalangi Anda untuk menyalurkan pertolongan Tuhan yang telah Anda alami kepada orang lain yang juga memerlukannya? Menurut Anda, bagaimana seharusnya Anda mengatasi penghalang tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkaulah sumber penghiburanku. Di saat aku mengalami berbagai penderitaan dan kesukaran Engkaulah yang menghibur dan menguatkan diriku melalui kebenaran firman-Mu. Ampuni aku ya Tuhan jikalau acapkali aku beranggapan bahwa semua berkat yang aku terima dari pada-Mu Engkau berikan hanya untuk aku nikmati sendiri. Padahal sebagaimana Engkau bersedia mempedulikan manusia yang terbatas seperti diriku demikian juga seharusnya aku hidup untuk menjadi saluran berkat-Mu bagi sesamaku. Tolonglah aku ya Tuhan agar mampu memberkati, menghibur dan menolong orang lain sebagaimana Engkau telah memberkati, menghibur dan menolong diriku.

 

Aku memohon penyertaan dan perlindungan Tuhan sepanjang hari ini. Sertailah aku di dalam melakukan segala tugas dan kewajibanku. Berikan kepadaku kemampuan untuk melakukan yang terbaik dalam semua hal yang aku kerjakan sehingga diriku dapat hidup secara maksimal dan menjadi saksi-Mu bagi orang-orang di sekitarku. Lindungilah aku dari semua orang yang berniatan buruk dan berusaha untuk mencelakakan diriku. Aku percaya tangan-Mu yang perkasa sanggup meluputkan aku dari segala malapetaka sehingga orang dapat melihat kebesaran kasih setia-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, sumber kekuatan hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

2Korintus 1

Mazmur 128

1Samuel 22-23

 


  

Rabu, 9 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Pada-Mu, ya TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. (Mazmur 71:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! (Mazmur 128:1-2)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Engkaulah sumber kebahagiaanku ya Tuhan. Tidak ada kebahagiaan yang sejati yang dapat aku peroleh di luar Engkau. Hanya di dalam takut kepada-Mu dan hidup menaati tuntunan-Mu barulah aku akan mengalami kebahagiaan. Ampunilah aku ya Tuhan karena seringkali aku hidup menurut jalanku sendiri dan menyimpang dari rencana-Mu. Pimpinlah aku agar senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. Supaya dengan demikian hidupku berkenan kepada-Mu.

 

Aku juga bersyukur untuk semua berkat yang telah Engkau limpahkan kepadaku. Engkau telah memelihara hidupku sehingga aku tidak kekurangan dengan segala hal yang baik. Tolonglah aku untuk menghargai kebaikan-Mu itu sehingga aku dapat senantiasa hidup di dalam rasa syukur kepada-Mu. Jagalah bibir dan lidahku sehingga semua perkataan yang aku ucapkan menguatkan orang-orang di sekitarku, membawa mereka untuk datang kepada-Mu dan memuliakan nama-Mu. Aku menaikkan ucapan syukur dan permohonanku ini di dalam nama Yesus Kristus, Sumber kehidupan yang penuh dengan makna, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 9 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. (Mazmur 25:4, 5)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. 2 Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang. 3 Dari sana Daud pergi ke Mizpa di Moab dan berkata kepada raja negeri Moab: "Izinkanlah ayahku dan ibuku tinggal padamu, sampai aku tahu, apa yang dilakukan Allah kepadaku." (1Samuel 22:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kualitas seorang pemimpin yang baik nampak dari kesanggupannya dalam mengubah orang-orang yang ia pimpin untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Karena pada dasarnya kepemimpinan adalah pengaruh. Semakin besar kapasitas kepemimpinan seseorang maka semakin besar pula pengaruh yang bersangkutan atas orang-orang di sekitarnya. Di samping itu, semakin baik kualitas kepemimpinan seseorang maka semakin positif pula dampak dari pengaruh dirinya terhadap orang-orang yang ia pimpin.

 

Kapasitas dan kualitas kepemimpinan seperti itulah yang ada di dalam diri Daud. Sebagaimana yang dicatat dalam 1Samuel 22, walaupun saat itu Daud sedang berada di dalam pelarian namun kapasitas pengaruhnya tetap sangat besar. Sebagai akibat ratusan orang bergabung kepada Daud. Bukan itu saja, kualitas kepemimpinannya sangatlah tinggi. Sehingga walaupun orang-orang yang bergabung kepada dirinya itu adalah orang yang berlatar belakang carut marut, yaitu orang-orang yang di dalam kesukaran, dikejar penagih hutang dan orang yang sakit hati, namun di kemudian hari mereka ini menjadi para pahlawan dari Daud. Kesanggupannya dalam mengubah orang-orang yang ia pimpin untuk memiliki kehidupan yang lebih baik membuktikan bahwa Daud adalah seorang pemimpin yang baik.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Sudahkah Anda membawa pengaruh yang positif terhadap lingkungan Anda? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk membawa pengaruh yang positif tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah teladan dari pemimpin yang dapat diandalkan. Dengan kasih-Mu yang tidak terbatas Engkau meraih diriku dari dalam jurang yang gelap, mengangkat hidupku dari kekelaman dan menjejakkan kakiku di bukit batu yang teguh, yaitu janji-janji-Mu yang indah dan bersifat pasti. Dengan kasih setia-Mu Engkau membentangkan hari depan yang baru dan yang penuh dengan pengharapan bagi hidupku. Aku berterima kasih untuk semua itu dan tolonglah diriku untuk mengikuti jejak-jejak-Mu.

 

Aku bersyukur untuk kasih-Mu dan pertolongan-Mu di sepanjang hari ini. Kasih-Mu memberikan kepadaku kekuatan dan ketekunan untuk sanggup menghadapi semua tantangan yang harus aku lewati. Janji-Mu memberikan kepadaku pengharapan dan menolong diriku untuk tidak menyerah terhadap semua kesulitan yang menghadang. Aku menyerahkan semua yang telah aku kerjakan pada hari ini sebagai persembahan yang berkenan kepada-Mu. Kiranya Engkau memberkati dan menjadikannya berhasil, membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarku dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Pemimpin hidupku aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.