Selasa, 8 Mei 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sungguh, Engkau, ya Allah, telah mendengarkan nazarku, telah memenuhi permintaan orang-orang yang takut akan nama-Mu. (Mazmur 61:6)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! (1Korintus 16:13)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Diperlukan sikap sebagai laki-laki untuk mengatasi masalah kehidupan. Di dalam hal ini yang dimaksudkan dengan sikap sebagai laki-laki adalah sikap bertanggung jawab alias dapat diandalkan. Sebab di masa lampau apabila bahaya datang mengancam suatu dusun atau kelompok masyarakat maka adalah tanggung jawab dari para laki-laki untuk bangkit melindungi dusun dan kelompoknya. Tentu bukan berarti bahwa sikap sebagai seorang perempuan merupakan sikap yang buruk atau tidak diperlukan. Namun di dalam hal menghadapi kesukaran diperlukan sikap berani bertanggung jawab seperti yang seharusnya merupakan sikap dari seorang laki-laki.

 

Pentingnya sikap sebagai laki-laki ini dikemukakan Paulus di dalam 1Korintus 16. Di situ ia mengutarakan bahwa semua orang, entah dia laki-laki atau perempuan, haruslah bersikap sebagai laki-laki. Ia juga menjelaskan bahwa sikap sebagai laki-laki adalah sikap bertanggung jawab, yang ia istilahkan sebagai berjaga-jaga, dan sikap yang teguh. Keteguhan di sini bukanlah sekedar keteguhan secara jasmani atau perasaan, namun terlebih lagi, yaitu keteguhan dalam iman. Berarti semua orang, tanpa memandang usia maupun jenis gender-nya, haruslah memiliki sikap bertanggung jawab dan teguh dalam iman. Dengan sikap sebagai laki-laki inilah kita akan berani menghadapi semua masalah kehidupan, dan oleh pertolongan Tuhan yang kepada-Nya kita beriman maka kita akan mengalami hidup yang berkemenangan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Ketika menghadapi masalah apakah Anda cenderung untuk melarikan diri dari tanggung jawab atau justru bersedia menghadapinya dengan sikap sebagai laki-laki? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku berterima kasih karena Engkau telah mengajar diriku untuk hidup dengan sikap bertanggung jawab atas semua kepercayaan yang telah Engkau berikan kepadaku. Bukan saja Engkau mengajar diriku untuk hidup sedemikian, Engkau sendiri telah menjadi teladan di dalam hal tersebut. Dengan penuh tanggung jawab Engkau telah memelihara hidupku, melindungi diriku dari semua bahaya dan tanpa lalai menuntun hidupku. Tolonglah diriku untuk hidup sesuai dengan teladan-Mu, dan semakin bertambah teguh di dalam iman kepada-Mu. Oleh pertolongan-Mu itu aku akan sanggup menghadapi semua tantangan dalam kehidupan ini dan berjalan di dalam hidup yang berkemenangan.

 

Kepada-Mu aku menaruhkan harapanku. Sertailah diriku di setiap langkah yang harus aku ambil pada hari ini, jagalah diriku dari jalan yang sesat, dan lindungilah diriku dari pada yang jahat. Tolonglah diriku untuk sanggup mengerjakan semua tugas dan tanggung jawabku secara maksimal, dan berkatilah semua yang aku kerjakan dengan keberhasilan. Aku berdoa agar hari ini hidupku semakin menyenangkan hati-Mu dan menjadi berkat bagi lingkungan di sekitarku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala yang bertanggung jawab atas kawanan domba-Nya aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

1Korintus 16

Mazmur 127

1Samuel 20-21

 


  

Selasa, 8 Mei 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Dengarlah suaraku sesuai dengan kasih setia-Mu; ya TUHAN, hidupkanlah aku sesuai dengan hukum-Mu. (Mazmur 119:149)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. 2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. (Mazmur 127:1, 2)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Allah yang maha pengasih dan penuh rahmat, Engkaulah sumber kehidupan dan tempat aku menyandarkan hidupku. Di dalam rahmat-Mu Engkau telah menuntun diriku untuk hidup di dalam kebenaran-Mu, dan memprioritaskan Engkau lebih dari semua hal yang ada padaku. Aku menyadari tanpa campur tangan-Mu maka sia-sialah semua usahaku. Tanpa perlindungan-Mu maka semua upayaku untuk menjaga diriku juga tidak akan ada gunanya. Namun oleh berkat-Mu semua yang aku kerjakan akan menjadi berhasil.

 

Oleh karena itu ya Tuhan sertai, tuntun dan tetapkanlah langkah-langkah hidupku. Ajar aku untuk selalu menaati kehendak-Mu dan menjadi saksi-Mu di manapun aku berada. Aku ingin hidupku menjadi kehidupan yang penuh dengan makna dan merupakan persembahan yang harum dan berkenan kepada-Mu. Penuhilah diriku senantiasa dengan Roh-Mu sehingga tidak ada gunung yang terlalu tinggi untuk kudaki dan tidak ada jurang yang terlalu lebar yang tidak dapat aku seberangi. Bersama Engkau aku akan melakukan perkara-perkara yang besar dan yang memuliakan nama-Mu. Kepada-Mu ya Tuhan aku mempercayakan hidupku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 8 Mei 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia. (Mazmur 86:15)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Sampailah Daud ke Nob kepada Ahimelekh, imam itu. Dengan gemetar Ahimelekh pergi menemui Daud dan berkata kepadanya: "Mengapa engkau seorang diri dan tidak ada orang bersama-sama dengan engkau?" 2 Jawab Daud kepada imam Ahimelekh: "Raja menugaskan sesuatu kepadaku, katanya kepadaku: Siapapun juga tidak boleh mengetahui sesuatu dari hal yang kusuruh kepadamu dan yang kutugaskan kepadamu ini. Sebab itu orang-orangku telah kusuruh pergi ke suatu tempat. 3 Maka sekarang, apa yang ada padamu? Berikanlah kepadaku lima roti atau apapun yang ada." (1Samuel 21:1-3)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Ketika menghadapi buah simalakama maka orang harus memilih kesalahan yang teringan. Memang membuat pilihan seperti itu tidaklah mudah dan hasilnya juga tidak sempurna. Sebagai contoh, ketika menghadapi biaya perawatan yang sangat mahal karena penggunaan alat canggih di rumah sakit adakalanya orang harus memilih apakah perawatan itu diteruskan atau tidak? Bila diteruskan si pasien belum tentu sembuh, keuangan keluarga akan terkuras habis, dan tidak ada lagi dana untuk menyekolahkan anak-anak. Sedangkan bila tidak diteruskan maka sang pasien akan meninggal dunia. Menghadapi buah simalakama seperti itu orang harus menimbang pilihan mana yang merupakan kesalahan yang teringan? Pilihan itulah yang harus ia ambil. Memang pilihan itu bukan pilihan yang sempurna, namun suka tidak suka ia tetap harus membuat pilihan itu.

 

Pilihan seperti itulah yang harus diambil oleh Daud di Nob seperti yang dicatat di 1Samuel 21. Menghadapi pertanyaan Ahimelekh tentang alasan dari kedatangannya Daud dihadapkan pada buah simalakama. Bila ia menjawab dengan sejujurnya maka Daud akan membahayakan nyawa Ahimelekh. Sebab tentu raja Saul akan murka terhadap Ahimelekh karena telah memberi makanan kepada Daud walaupun mengetahui bahwa Daud sedang melarikan diri dari Saul. Sedangkan bila ia tidak menjawab dengan sejujurnya, yaitu demi melindungi Ahimelekh dari kemarahan Saul, maka berarti ia telah berbohong. Menghadapi dua pilihan ini Daud mengambil pilihan yang kedua, yaitu bersedia menanggung resiko dari berbohong agar Ahimelekh tidak perlu menanggung resiko kemarahan Saul. Pilihan yang tidak mudah, dan tidak sempurna. Karena ternyata di kemudian hari tetap saja Saul murka dan membunuh Ahimelekh. Walaupun tidak sempurna, namun ketika menghadapi buah simalakama kita harus memilih kesalahan yang teringan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Pernahkah Anda menghadapi buah simalakama yang tidak dapat Anda hindari? Pilihan mana yang Anda buat, dan mengapa pilihan itu yang Anda ambil?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, acapkali di dalam hidupku aku harus menghadapi persimpangan jalan. Jalan mana yang harus aku tempuh dan pilihan mana yang harus aku ambil akan sangat menentukan hari esokku. Pengetahuan dan kesanggupanku yang terbatas mengakibatkan aku tidak tahu jalan mana yang paling benar yang harus aku lalui. Namun aku bersyukur karena Engkau adalah pribadi yang mahatahu. Hikmat-Mu tidak terbatas, Engkau tidak pernah tersesat dan Engkau tidak pernah menyesatkan orang yang berharap kepada tuntunan-Mu. Oleh sebab itu aku memohon pimpinlah diriku agar sanggup membuat keputusan-keputusan yang tepat di kala aku harus membuat keputusan dan mengambil pilihan yang sulit. Supaya dengan demikian setiap keputusan yang aku buat merupakan keputusan yang menjadikan hidupku semakin bermakna, dan memuliakan nama-Mu.

 

Aku berterima kasih untuk penyertaan-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Dengan setia Engkau selalu membimbing diriku dan tidak pernah meninggalkan aku berjalan seorang diri di dalam menempuh perjalanan hidupku. Tuhan, aku menyerahkan hari depanku ke dalam tangan-Mu. Hari-hari yang sedang menantikan diriku bukanlah hari-hari yang menakutkan bagi diriku karena Engkau selalu menyertai diriku. Bersama diri-Mu aku akan melihat perkara-perkara besar terjadi di dalam dan melalui hidupku. Dengan berpegang kepada janji-Mu aku songsong hari esokku. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Saksi yang setia aku menyerahkan seluruh doaku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.