Jumat, 20 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah. (Mazmur 97:9)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

22 "Sebab Anak Manusia memang akan pergi seperti yang telah ditetapkan, akan tetapi, celakalah orang yang olehnya Ia diserahkan!" 23 Lalu mulailah mereka mempersoalkan, siapa di antara mereka yang akan berbuat demikian. 24 Terjadilah juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka. (Lukas 22:22-24)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kepekaan terhadap kebutuhan lingkungan merupakan pertanda dari kedewasaan jiwa. Prinsip ini perlu dipahami sebab kedewasaan tidak selalu berjalan seiring dengan pertambahan usia. Artinya tidak semua orang yang berusia lanjut pasti dewasa jiwanya. Oleh sebab itu kedewasaan seseorang tidak dapat diukur dari berapa lama ia telah hidup di dunia, namun dari seberapa peka yang bersangkutan terhadap kebutuhan di sekitarnya. Karena bila orang yang kekanak-kanakan hanya mampu memikirkan keinginan dirinya sendiri maka orang yang dewasa akan sanggup memikirkan kebutuhan orang lain.

 

Teladan kedewasaan dari Yesus dan contoh kekanak-kanakan dari para murid-Nya itulah yang dapat kita lihat di dalam Lukas 22. Menjelang Yesus akan ditangkap dan disalibkan, para murid-Nya masih juga mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Hal ini menunjukkan bahwa mereka sibuk memikirkan diri sendiri, alias kekanak-kanakan, sehingga tidak peka terhadap penderitaan yang akan dialami Yesus. Sedangkan Yesus rela menderita karena Ia mengesampingkan kepentingan-Nya dan mengulurkan anugerah bagi manusia yang memerlukan keselamatan, suatu teladan dari kedewasaan. Di dalam anugerah itu pulalah Ia mengubah para murid-Nya yang kekanak-kanakan tersebut menjadi alat-Nya untuk membawa perubahan atas dunia.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Masih kekanak-kanakan atau sudah dewasakah jiwa Anda? Apakah bukti dari jawaban Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Engkaulah Tuhan yang limpah dengan anugerah. Engkau rela menderita dan berkorban bagi diriku tanpa memikirkan kepentingan diri-Mu. Ampuni aku ya Tuhan jika aku belum dapat meneladani kedewasaan-Mu. Aku seringkali mementingkan diriku sendiri serta tidak peka dengan kebutuhan lingkungan di sekitarku. Tolonglah aku untuk berubah menjadi dewasa sehingga aku mampu untuk memikirkan kebutuhan orang-orang di sekitarku. Dengan demikian aku dapat meneladani-Mu.

 

Bapa Surgawi, pimpinlah hidupku sepanjang hari ini. Jangan biarkan aku menyeleweng dari segala ketetapan-ketetapan-Mu. Namun biarlah hidupku senantiasa melakukan kehendak-Mu. Berikan kepadaku ya Tuhan kepekaan terhadap kebutuhan orang-orang di sekitarku. Mampukan aku untuk menjawab kebutuhan mereka yang memerlukan pertolongan. Sehingga mereka dapat melihat Engkau hidup di dalamku dan memuliakan nama-Mu. Di dalam nama-Mu, ya Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 22

Mazmur 110

Hakim-hakim 7-8

 


  

Jumat, 20 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! (Mazmur 96:8)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

5 TUHAN ada di sebelah kananmu; Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya, 6 Ia menghukum bangsa-bangsa, sehingga mayat-mayat bergelimpangan; Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas. (Mazmur 110:5, 6)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, hatiku melimpah dengan syukur karena aku menyadari betapa dahsyatnya Engkau. Engkaulah yang berkuasa atas raja-raja dan bangsa-bangsa di dunia ini. Tidak ada yang mampu menandingi Engkau ya Tuhan. Di dalam penyertaan-Mu, aku tidak akan takut karena tidak ada satu kuasa pun yang sanggup mencelakakan aku. Di dalam naungan tangan-Mu aku menemukan ketenangan dan kedamaian. Engkaulah sumber kemenanganku.

 

Pada siang hari ini, aku kembali datang di hadirat-Mu. Aku memohonkan penyertaan-Mu atas hidupku. Mampukan aku untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang Engkau percayakan kepadaku. Bersama-Mu, aku memiliki jaminan untuk menang atas semua persoalan yang aku hadapi. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku sehingga mereka mengenal Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus yang penuh kuasa, aku berdoa dan mengucap syukur, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Jumat, 20 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. (Mazmur 34:3)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. (Hakim-hakim 7:2)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Adakalanya Tuhan membatasi kemampuan kita agar kita menyadari bahwa hidup ini adalah karena anugerah-Nya. Sebab tidak jarang orang yang memiliki kemampuan yang hebat akan beranggapan bahwa dirinya tidak perlu bergantung kepada Tuhan, namun cukup bersandar pada kesanggupan dirinya sendiri. Terlebih lagi bila dirinya mengalami keberhasilan, maka ia akan berkata bahwa karena kemampuannya itulah maka keberhasilan tersebut ia peroleh. Padahal dengan bergantung kepada Tuhan maka kita akan disanggupkan-Nya untuk mencapai hasil yang jauh melampaui kemampuan yang ada pada diri kita untuk meraihnya.

 

Pembatasan kemampuan ini dapat kita lihat dari firman Tuhan kepada Gideon di dalam Hakim-hakim 7. Ia menghendaki agar Gideon berperang melawan orang Midian dengan sumber daya yang sekecil mungkin, yaitu tiga ratus orang rakyat yang dibekali dengan persenjataan seadanya. Tuhan menjelaskan maksud dari pembatasan ini, yaitu agar umat-Nya tidak berkata: "Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku." Dengan kemampuan yang terbatas itulah mereka bergantung kepada Tuhan dan sebagai akibat umat-Nya mampu mengalahkan musuh yang ratusan kali lebih banyak dari jumlah mereka.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang seharusnya Anda lakukan ketika Anda harus mengerjakan tugas yang besar sedangkan kemampuan Anda sangat tidak memadai? Mengapa demikian?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan, Engkau adalah pribadi yang penuh rahmat. Aku bersyukur atas hidup yang Engkau telah anugerahkan kepadaku. Ampuni aku ya Tuhan jika aku merasa segala keberhasilanku karena kehebatan diriku yang membuat aku tidak bersandar kepada-Mu. Ampunilah kesombonganku ya Tuhan. Berikan aku kerendahan hati supaya aku senantiasa mengandalkan Engkau. Hanya dengan bergantung kepada-Mu, aku mampu mencapai hasil yang jauh melampaui kemampuanku untuk meraihnya.

 

Bapa, aku bersyukur atas penyertaan-Mu sepanjang hari ini. Aku dapat merasakan pemeliharaan-Mu yang sempurna sehingga aku tidak kekurangan. Jika aku dapat melaksanakan semua tugas dan tanggung jawabku pada hari ini, itu semua karena anugerah-Mu. Kiranya semuanya itu dapat menjadi ibadah yang berkenan kepada-Mu dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarku. Hanya di dalam nama Yesus, aku memanjatkan doa dan ucapan syukur ini, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.