Sabtu, 21 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. (Mazmur 42:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Lalu bangkitlah seluruh sidang itu dan Yesus dibawa menghadap Pilatus. 3 Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." 8 Ketika Herodes melihat Yesus, ia sangat girang. Sebab sudah lama ia ingin melihat-Nya, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. 9 Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apa pun. 10 Sementara itu imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat maju ke depan dan melontarkan tuduhan-tuduhan yang berat terhadap Dia. (Lukas 23:1, 3, 8-10)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Bicara seperlunya dan dengan isi yang bermutu merupakan tanda kematangan diri. Orang yang belum matang jiwanya akan cenderung banyak berbicara dan bobot dari kata-kata yang ia ucapkan adalah rendah alias tidak bermutu. Tetapi pribadi yang dewasa tidak akan mengobral kata-kata untuk hal yang tidak perlu. Bukan itu saja, kata-kata yang diucapkannya juga berbobot tinggi sehingga membawa manfaat bagi orang yang mendengarnya dan sukar untuk dibantah kebenarannya. Singkat kata, dari kata-kata yang diucapkan oleh seseorang kita dapat mengukur kematangan jiwa dari yang bersangkutan.

 

Hubungan antara berbicara dengan kematangan jiwa ini dicontohkan oleh Yesus ketika Ia menghadapi Pilatus dan Herodes yang sedang mengadili diri-Nya dan dicatat di dalam Lukas 23. Ketika Pilatus bermaksud untuk mengetahui kebenaran dari tuduhan yang dilontarkan kepada-Nya, Tuhan Yesus menjawab secukupnya dengan kata-kata yang bermutu dan tidak terbantahkan. Namun ketika Herodes banyak bertanya karena ingin melihat sensasi, maka Yesus tidak menjawab sepatah kata pun juga. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak mengobral kata-kata untuk menyenangkan telinga. Di dalam kematangan-Nya yang sempurna Ia berbicara sebatas hal itu diperlukan dan dengan isi yang bermutu. Oleh sebab itu firman-Nya dapat diandalkan dan kebenaran-Nya tidak perlu diragukan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimana dengan diri Anda, sudahkah matangkah jiwa Anda? Bagaimana hal itu nampak dari kata-kata Anda?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Engkau adalah pribadi yang mahamulia ya Tuhan. Setiap kata-kata yang Engkau sampaikan senantiasa mulia dan tidak pernah sia-sia. Ampuni aku ya Tuhan atas kegagalanku untuk meneladani Engkau di dalam berkata-kata. Aku memohon Engkau melimpahkan hikmat-Mu bagiku agar aku dapat mengetahui kapan aku harus berbicara dan kapan aku harus berdiam diri. Jika aku harus berbicara, berikan aku kemampuan untuk mengucapkan kata-kata yang bermutu sehingga hal itu membawa manfaat bagi banyak orang.

 

Aku menyerahkan diriku sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Lindungilah aku dari segala niat jahat orang lain dan luputkanlah aku dari segala malapetaka. Berkatilah aku dalam pekerjaanku dengan keberhasilan dan jadikan diriku berkat bagi orang lain. Mampukan aku untuk mengasihi dan memberkati mereka yang berniat jahat kepadaku sehingga mereka dapat merasakan kasih-Mu. Pimpinlah hidupku agar selaras dengan kehendak-Mu sehingga hidupku tidak menjadi sia-sia namun sangat bermakna. Dalam nama Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 23

Mazmur 111

Hakim-hakim 9-10

 


  

Sabtu, 21 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba! Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. (Mazmur 80:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 5 Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya. (Mazmur 111:4-5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Aku bersyukur kepada-Mu ya Tuhan karena Engkau Tuhan yang penuh kasih dan setia. Di dalam kasih-Mu, Engkau memelihara hidupku. Engkau memberikan rezeki kepadaku sehingga aku tidak pernah berkekurangan. Di dalam kesetiaan-Mu, Engkau senantiasa mengingat janji-janji-Mu bagiku. Oleh anugerah-Mu aku dapat mengalami semua janji-janji-Mu. Kiranya kasih dan kesetiaan-Mu memampukan aku untuk memberikan kesaksian tentang diri-Mu bagi orang-orang di sekitarku.

 

Ya Tuhan, aku memohon pimpinan-Mu atas hidupku di sepanjang hari ini. Sertailah aku di dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaanku pada hari ini. Oleh pertolongan-Mu aku mampu mengerjakan hal-hal yang melampaui keterbatasanku. Mampukan aku untuk melakukan yang terbaik sehingga hidupku memuliakan nama-Mu dan mendatangkan dampak yang positif bagi orang-orang di sekitarku. Demi nama Putra-Mu yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus, aku berdoa. Amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Sabtu, 21 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mazmur 107:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

56 Demikianlah Allah membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya; 57 juga segala kejahatan orang-orang Sikhem ditimpakan kembali oleh Allah kepada kepala mereka sendiri. Demikianlah kutuk Yotam bin Yerubaal mengenai mereka. (Hakim-hakim 9:56, 57)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Tidak ada seorang pun yang dapat meloloskan diri dari keadilan Tuhan karena Dia adalah pribadi yang mahaadil. Di dalam keadilan-Nya Allah akan mengganjar setiap orang sesuai dengan perbuatan mereka. Apa yang kita tabur itulah yang akan kita tuai pada waktunya. Apabila kita menabur kebaikan maka kita akan menuai kebaikan pula. Namun jika kita menabur kejahatan maka Allah yang akan membalasnya dengan menimpakan kejahatan atas diri kita.

 

Keadilan Tuhan inilah yang terjadi atas diri Abimelekh, anak Gideon atau Yerubaal dengan gundiknya, dan atas warga Sikhem seperti yang dicatat dalam Hakim-hakim 9. Bukannya berterima kasih kepada Gideon yang telah membebaskan bangsa Israel dari penindasan bangsa Midian, malahan warga Sikhem bersedia memenuhi ajakan Abimelekh untuk membunuh ketujuh puluh anak Gideon. Sebagai akibat, Allah di dalam keadilan-Nya membalas kejahatan Abimelekh dan orang-orang Sikhem itu dengan membuat mereka bertikai sendiri. Alhasil bukan saja banyak orang Sikhem yang dibunuh oleh Abimelekh, demikian pula Abimelekh mati dengan cara yang tragis. Singkat kata, karena Tuhan itu adil maka Ia tidak akan membiarkan orang yang berlaku tidak adil luput dari keadilan-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang sepatutnya Anda lakukan untuk hidup dengan adil kepada orang lain?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Engkau adalah pribadi yang mahaadil ya Tuhan. Engkau tidak akan membiarkan orang-orang yang jahat dan tidak adil luput dari penghakiman-Mu. Engkau akan membalas setiap orang, termasuk diriku berdasarkan perbuatannya. Oleh karena itu tolonglah aku untuk menjauh dari kejahatan dan ketidakadilan. Ajarlah aku untuk menabur kebaikan di lingkungan sekitarku. Dengan demikian aku dapat menuai kebaikan dari pada-Mu.

 

Aku menyerahkan perjalanan hidupku selama sepekan terakhir ke dalam tangan-Mu. Terima kasih atas penyertaan-Mu yang membuatku kuat menjalani hidup ini dan keadilan-Mu yang telah menghibur diriku. Kiranya Engkau berkenan menyempurnakan semua yang telah aku kerjakan agar mendatangkan hasil yang maksimal dan memberkati orang lain. Dengan demikian orang-orang di sekitarku dapat mengenal Engkau. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Raja dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.