Rabu, 18 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! (Mazmur 115:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

24 "Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar; gambar dan tulisan siapakah ada padanya?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." 25 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" (Lukas 20:24, 25)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Kewajiban kepada Tuhan maupun kepada negara haruslah sama-sama dilaksanakan dengan patuh dan dengan tanpa mencampuradukkannya. Sebagai umat Tuhan kita memiliki kewajiban kepada Tuhan, seperti menaati firman-Nya. Begitu pula sebagai warga suatu negara kita memiliki kewajiban terhadap pemerintah, seperti mematuhi undang-undang negara. Kedua kewajiban tersebut haruslah kita patuhi tanpa mencampuradukkannya. Sebagai contoh, bukan karena kita telah membayar pajak kepada negara maka kita tidak perlu lagi mempersembahkan persembahan kepada Tuhan ataupun sebaliknya. Atas dasar itu pulalah maka kita tidak boleh menggunakan agama sebagai alat untuk kepentingan politik. Keduanya tidak boleh dicampuradukkan.

 

Prinsip penting tentang tidak boleh mencampuradukkan kewajiban agama dengan kewajiban kepada negara inilah yang diutarakan Tuhan Yesus kepada utusan para ahli Taurat yang bermaksud menjebak Dia. Kepada orang itu Tuhan Yesus berkata: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Artinya baik kewajiban kepada Tuhan maupun kepada negara haruslah sama-sama dipenuhi, dan kita tidak boleh mencampuradukkannya. Hanya dengan demikian kita dapat menjadi saksi Kristus yang benar di tengah masyarakat dan sekaligus tidak mengabaikan kewajiban-kewajiban kita sebagai warga Kerajaan Allah maupun warga dari negara di mana Tuhan menempatkan kita.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Bagaimanakah sikap Anda sebagai seorang pengikut Kristus terhadap kewajiban Anda terhadap negara? Jelaskan jawaban Anda itu.

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkaulah Raja Alam Semeta yang mahabesar dan berkuasa, tidak ada apapun yang dapat menandingi kebesaran-Mu. Ajarlah diriku untuk hidup dengan benar di hadapan-Mu dan memuliakan-Mu dengan memenuhi kewajiban-kewajibanku sebagai warga dari kerajaan-Mu. Juga tolonglah aku untuk hidup menjadi saksi-Mu yang benar di tengah masyarakat dengan hidup memenuhi kewajiban-kewajibanku sebagai warga dari negara tempat aku tinggal. Di saat yang sama berikan kepadaku hikmat untuk tidak mencampuradukkan kedua kewajiban tersebut.

 

Ya Tuhan maha penolong, perisai dan kekuatan bagiku. Aku bersyukur kepada-Mu dan menyerahkan diriku ke dalam tangan bimbingan-Mu. Tuntunlah aku sepanjang hari ini agar aku senantiasa berada di jalan-Mu dan hidup dengan setia kepada rencana-Mu untuk diriku. Berikan di dalam hatiku kerinduan untuk senantiasa dekat dengan-Mu. Pakailah diriku pada hari ini menjadi alat-Mu untuk membawa orang kepada kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 20

Mazmur 108

Hakim-hakim 3-4

 


  

Rabu, 18 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya TUHAN, aku berseru kepada-Mu, datanglah segera kepadaku, berilah telinga kepada suaraku, waktu aku berseru kepada-Mu! (Mazmur 141:1)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

13 Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sia penyelamatan dari manusia. 14 Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita. (Mazmur 108:13, 14)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Ya Tuhan pembebasku, kuasa-Mu tidak terbatas, Engkau telah menang atas maut dan menang untuk selama-lamanya. Aku tidak berharap dan menantikan pertolongan manusia yang terbatas. Kepada-Mu aku berseru dan kepada-Mu saja aku menaruhkan harapanku. Engkau sanggup menjawab doaku lebih dari yang kuminta. Engkau sanggup menyelamatkan diriku dari tangan orang yang memusuhi aku, dan Engkau memberikan kemenangan padaku atas semua tantangan dalam hidupku.

 

Ke dalam anugerah-Mu aku menyerahkan diriku. Tuhan, tolonglah diriku di dalam semua yang aku kerjakan dan berkatilah semua yang aku usahakan dengan keberhasilan. Sehingga dengan demikian hidupku dapat menjadi saksi dari kemurahan-Mu yang tidak terbatas bagi orang yang terbatas seperti diriku. Pakailah hidupku untuk memperkenalkan kebaikan-Mu kepada semua orang sehingga hidupku memuliakan nama-Mu. Hanya kepada-Mu saja aku berdoa dan berharap, di dalam nama Tuhan Yesus, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Rabu, 18 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

54 Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing. 55 Pada waktu malam aku ingat kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu. 56 Inilah yang kuperoleh, bahwa aku memegang titah-titah-Mu. (Mazmur 119:54-56)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel itu dengan perantaraan mereka, yakni semua orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan. 2 --Maksudnya hanyalah, supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN. 4 Mereka itu ada di sana, supaya Ia mencobai orang Israel dengan perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang mereka dengan perantaraan Musa. (Hakim-hakim 3:1-2, 4)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sikap tidak menyerah kalah terhadap kesukaran maupun godaan dosa merupakan bukti dari iman kita kepada Tuhan. Bukan hanya kesukaran yang menguji iman kita, godaan dosa juga mengukur iman kita kepada Tuhan. Seorang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan akan mempercayai firman-Nya serta menaati perintah-Nya. Oleh sebab itu orang yang beriman tidak akan menyerah kalah terhadap kesukaran dengan meninggalkan imannya kepada Tuhan. Demikian juga ia tidak akan menyerah kalah terhadap godaan dosa dengan membiarkan dirinya terjerumus ke dalam perbuatan dosa. Sebaliknya, di dalam iman ia akan berjuang mengatasi kesukaran dan godaan dosa itu dengan mengandalkan anugerah-Nya.

 

Dengan maksud untuk menguji iman umat-Nya itulah maka seperti yang dicatat di dalam Hakim-hakim 3 maka Tuhan sengaja membiarkan sebagian bangsa Kanaan tetap berada di tengah umat-Nya. Melalui bangsa ini Tuhan menguji apakah umat-Nya menyerah kalah dengan bersikap pasif terhadap keberadaan mereka dan malahan ikut menyembah berhala seperti yang dilakukan bangsa Kanaan atau sebaliknya mereka berjuang untuk menghalau bangsa tersebut. Sikap umat Tuhan terhadap bangsa Kanaan yang menimbulkan kesukaran dan menggoda mereka untuk terseret ke dalam dosa itulah merupakan wujud dari iman mereka kepada Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah kesukaran maupun godaan dosa yang sedang menguji iman Anda di saat ini? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk menghadapinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku menyadari bahwa hidup di dunia ini bagaikan hidup di medan perjuangan iman. Dunia dan Iblis senantiasa mengintai dan berupaya untuk menyeret diriku agar menyimpang dari jalan-jalan-Mu dan hidup menurut kehendakku sendiri. Melalui kesulitan dan godaan dosa mereka bermaksud menggoyahkan imanku kepada-Mu. Tuhan, tolonglah aku. Aku bersandar kepada perlindungan-Mu dan berharap kepada anugerah-Mu. Aku menyadari kesanggupanku terbatas namun kuasa Roh-Mu memampukan diriku untuk menang atas setiap pencobaan dan godaan yang aku hadapi dalam hidupku.

 

Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu karena Engkau dengan setia dan sabar telah menyertai diriku di sepanjang hari ini. Di setiap langkahku Engkau memberikan tuntunan-Mu agar aku tidak salah dalam melangkah dan membuat keputusan. Terima kasih karena firman-Mu selalu menerangi jalan hidupku sehingga aku tidak tersesat namun dapat hidup untuk menyenangkan hati-Mu. Tuhan, aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan anugerah-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.