Selasa, 17 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. (Mazmur 95:2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." (Lukas 19:2-5)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Usaha yang sungguh-sungguh untuk mencari Tuhan tidak akan sia-sia dan akan membuka hari depan yang baru bagi orang yang melakukannya. Tuhan adalah pribadi yang bersedia menyambut semua orang yang mencari Dia tanpa melihat latar belakang ataupun status sosial orang tersebut. Oleh sebab itu sebenarnya semua orang dapat mengalami kasih Tuhan karena Tuhan bukanlah manusia yang bertindak berdasarkan pertimbangan untung-rugi. Di dalam kasih-Nya kepada semua orang Ia bersedia menyambut siapapun yang ingin bertemu dengan Dia. Bukan itu saja di dalam kasih-Nya yang tidak terbatas itu Ia juga bersedia memulihkan kehidupan orang berdosa yang datang merendahkan diri di hadapan-Nya.

 

Hal itulah yang dialami Zakheus, seorang pemungut cukai yang dibenci banyak orang karena pekerjaannya seperti yang dicatat di dalam Lukas 19. Keinginannya untuk bertemu dengan Tuhan Yesus yang sedang berjalan melewati kotanya nampak dari usahanya yang sungguh-sungguh. Ia berlari mendahului orang banyak, dan memanjat sebatang pohon dengan tidak mempedulikan kedudukannya sebagai seorang kepala pemungut cukai. Keinginan yang sungguh-sungguh untuk berjumpa dengan Yesus dan merendahkan hatinya di hadapan-Nya ini tidaklah sia-sia. Sebab di dalam anugerah yang besar Yesus membuka lembaran yang baru bagi masa depannya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang menjadi penghambat bagi Anda untuk datang merendahkan hati di hadapan Tuhan? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasinya?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa, aku bersyukur karena anugerah-Mu sangatlah besar. Engkau bersedia menyambut orang yang mencari diri-Mu dengan sungguh-sungguh dan tidak pernah Engkau menolak mereka yang merendahkan diri di hadapan-Mu untuk memohon kemurahan-Mu. Aku menyadari bahwa tidak jarang aku merasa diriku hebat dan tidak memerlukan Engkau. Dengan demikian aku membiarkan rasa congkak menguasai diriku sehingga menghambat diriku untuk datang kepada-Mu. Tuhan, ampunilah diriku.

 

Bapa Sorgawi, sertai dan tuntunlah diriku dengan Roh-Mu sehingga keputusan dan tindakan yang aku ambil sesuai dengan kebenaran firman-Mu. Penuhilah hatiku dengan kasih-Mu sehingga aku dapat mengikuti teladan-Mu dalam menerima semua orang tanpa memandang latar belakang dan status sosial mereka. Sebab hanya dengan demikian barulah aku dapat menjadi kepanjangan tangan-Mu yang membuka hari depan yang baru bagi mereka yang hidup di dalam kegelapan dan memberikan pengharapan bagi mereka yang dalam keadaan putus asa. Tolonglah diriku untuk menjadi berkat bagi sesamaku sehingga hidupku memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus aku menaikkan doa-doaku ini, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 19

Mazmur 107

Hakim-hakim 1-2

 


  

Selasa, 17 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

89 Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga. 90 Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada. (Mazmur 119:89, 90)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 8 Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. (Mazmur 107:1, 8)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang maha pengasih dan penyayang, siang hari ini aku datang menghampiri takhta-Mu yang suci untuk menaikkan ucapan syukur kepada-Mu atas pimpinan dan penyertaan-Mu di dalam hidupku. Di dalam kasih setia-Mu Engkau tidak pernah meninggalkan aku ketika kesesakan menghimpit diriku. Engkau selalu mendengar teriakanku, dan dengan kasih serta kuasa-Mu yang ajaib Engkau menolong diriku. Engkau melepaskan aku dari kesukaran yang aku hadapi sehingga aku dapat menikmati setiap hari di dalam kebaikan-Mu.

 

Bapa yang penuh kasih setia, siang hari ini aku mengucap syukur untuk penyertaan-Mu bagi diriku dan keluargaku. Engkau yang mahamulia bersedia memperhatikan diriku yang hina. Engkau yang mahaagung bersedia mengulurkan tangan untuk menolong diriku yang terbatas. Tuhan, pakailah hidupku untuk menjadi saluran kemurahan-Mu bagi orang-orang di sekitarku sehingga mereka juga dapat mengenal kasih dan kebaikan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, sumber segala anugerah aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 17 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati. (Mazmur 125:4)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

18 Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. 19 Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat dari nenek moyang mereka, dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; dalam hal apa pun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar itu. (Hakim-hakim 2:18, 19)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Allah adalah pribadi yang panjang sabar, namun bukan berarti kesabaran-Nya tidak ada batasnya. Dia adalah pribadi yang panjang sabar dan di dalam kasih-Nya Ia bersedia memberi kesempatan kepada umat-Nya untuk kembali kepada jalan yang benar. Namun bila orang terus-menerus meremehkan kesabaran Tuhan maka Ia tidak akan membiarkan sikap itu tanpa konsekuensi. Ketika batas kesabaran-Nya terlampaui maka Ia akan menghukum mereka. Bahkan kalaupun Ia menghukum umat-Nya hal itu Ia lakukan untuk menyadarkan umat yang Ia kasihi itu atas kesalahan-kesalahan mereka.

 

Hal tersebutlah yang terjadi atas bangsa Israel sebagaimana yang diringkas di dalam Hakim-hakim 2. Mereka bagaikan hidup di dalam siklus yaitu: pertama, mereka mengalami pertolongan Tuhan melalui seorang hakim atau pembebas; kedua, mereka melupakan Tuhan; ketiga, mengalami hukuman Tuhan; keempat, mereka berseru memohon pengampunan Tuhan, dan Tuhan di dalam kesabaran-Nya kembali menolong umat-Nya melalui seorang hakim atau pembebas, selanjutnya lagi-lagi mereka melupakan Tuhan. Begitu terjadi secara terus-menerus seperti lingkaran yang tanpa ujung. Namun ketika batas kesabaran Tuhan terlampaui maka Ia membuang umat-Nya ini ke Babel selama tujuh puluh tahun, yaitu dengan maksud untuk menyadarkan mereka. Singkat kata, walaupun Tuhan adalah pribadi yang panjang sabar namun tidak berarti kita boleh mempermainkan kesabaran-Nya.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Di dalam hal apakah Anda pernah meremehkan kesabaran Tuhan? Apakah konsekuensi yang pernah Anda alami oleh karena sikap tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, di dalam kesabaran-Mu Engkau bersedia meraih diriku dengan kasih-Mu dan membawa diriku kembali untuk hidup sesuai dengan rencana-Mu. Di dalam kesabaran-Mu Engkau membentuk diriku agar hidupku berkenan kepada-Mu. Di dalam kesabaran-Mu Engkau menuntun diriku untuk berjalan di dalam firman-Mu. Tuhan, sungguh besar kasih setia-Mu kepadaku. Ampunilah diriku bila aku meremehkan kesabaran-Mu melalui hidup bermain-main dengan dosa. Tuhan, tolonglah diriku untuk hidup menghargai anugerah-Mu dan menyenangkan hati-Mu.

 

Tuhan, aku bersyukur untuk semua kebaikan-Mu yang telah aku rasakan di sepanjang hari ini. Tidak terhitung berkat-berkat-Mu yang telah aku terima dan tidak terbilang pertolongan-Mu yang telah aku alami di dalam hidupku, termasuk pada hari ini. Semua itu memungkinkan diriku untuk menatap hari esok tanpa merasa putus asa, dan mengarungi kehidupan ini dengan penuh pengharapan. Tidak pernah Engkau mengingkari janji-Mu. Dengan setia Engkau selalu menggenapi firman-Mu di dalam hidupku. Di dalam damai sejahtera aku mengangkat doaku ini di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolongku, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.