Selasa, 10 April 2018

Pukul 05:00 - 08:00

Ibadah Pagi

 

 

Pengantar Ibadah

 

1 Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga. 2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita. (Mazmur 123:1, 2)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah." (Lukas 12:18-21)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Orang yang kaya namun hanya mampu memikirkan kepentingan dirinya sendiri adalah orang yang miskin di hadapan Allah. Sebab berbeda dengan cara pandang manusia, Allah mengukur kekayaan seseorang bukan dari jumlah harta yang ia miliki namun dari keluasan hati yang bersangkutan. Semakin egois sikap seseorang, seberapapun jumlah harta yang ia miliki, sesungguhnya semakin miskinlah yang bersangkutan di mata Tuhan. Sebab sikap egois tersebut menunjukkan sempitnya hati orang tersebut. Sebaliknya walaupun seseorang dipandang miskin oleh orang lain, namun bila ia tidak hidup hanya memikirkan kepentingan dirinya sendiri maka di mata Allah yang bersangkutan adalah orang yang kaya raya.

 

Prinsip ini Tuhan Yesus ajarkan kepada para murid-Nya di dalam Lukas 12. Untuk itu Ia bercerita tentang seorang yang kaya raya, tamak dan yang mengumpulkan harta hanya untuk ia nikmati sendiri. Tentang orang tersebut Tuhan Yesus berkata bahwa yang bersangkutan "mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri," artinya ia tidak mempedulikan orang lain. Padahal harta tersebut tidaklah dapat ia bawa ke dalam kehidupan di balik kematiannya. Selanjutnya Tuhan menyimpulkan bahwa walaupun orang tersebut memiliki banyak harta namun "ia tidak kaya di hadapan Allah." Berarti orang yang tidak egois atau orang yang hatinya luas adalah orang yang kaya di mata Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Menurut Anda, hal-hal apakah yang perlu Anda lakukan di dalam tiga bulan mendatang agar di mata Tuhan diri Anda semakin bertambah kaya dibandingkan dengan hari ini?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Bapa yang di sorga, Engkau mahakaya bukan hanya karena Engkaulah yang empunya seluruh alam semesta, namun juga karena Engkau adalah pribadi yang maha pengasih dan penyayang. Di dalam kasih sayang-Mu itu Engkau telah melakukan pengorbanan yang terbesar di sepanjang sejarah, yaitu mengaruniakan Yesus Kristus Putra-Mu yang Tunggal bagi keselamatan kami, manusia yang hina dan penuh dosa. Aku sungguh bersyukur untuk anugerah-Mu yang sangat besar itu.

 

Tuhan, ajarlah diriku untuk meneladani jejak-Mu, yaitu dengan hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri, namun hidup bagi kemuliaan-Mu dan menjadi berkat bagi sesama. Sebab hanya dengan demikian barulah hidupku akan menjadi kehidupan yang penuh dengan makna. Tuntunlah diriku di sepanjang hari ini dengan Roh-Mu agar apapun yang aku lakukan menjadi berhasil serta menyenangkan hati-Mu. Tuhan, aku ingin hidupku semakin hari semakin bertambah serupa dengan diri-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Teladan Kasih yang sejati aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 

 

Leksionari untuk Hari Ini

 

Lukas 12

Mazmur 100

Yosua 11-12

 


  

Selasa, 10 April 2018

Pukul 12:00 - 14:00

Ibadah Siang

 

 

Pengantar Ibadah

 

Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! (Mazmur 51:17)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Bacaan Alkitab

 

4 Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! 5 Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. (Mazmur 100:4, 5)

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, aku memuji dan menaikkan syukur oleh karena kasih setia-Mu turun-temurun dan tetap untuk selama-lamanya. Di dalam kasih setia-Mu itu Engkau telah menyertai hidupku dan tidak pernah meninggalkan aku. Di dalam segala keadaan, baik di masa yang mudah ataupun sukar Engkau tetap bersama denganku, menuntun diriku dan menjaga hidupku. Oleh sebab itu aku tidak takut untuk menjalani hidup ini, sebab kasih dan kuasa-Mu itu yang menghibur diriku.

 

Siang hari ini aku datang kepada-Mu ya Tuhan yang mahabaik. Aku menyerahkan semua tugas yang aku harus kerjakan ke dalam tangan pertolongan-Mu. Sanggupkan diriku untuk mengatasi semua tantangan dan berikan kepadaku hikmat agar mampu membuat keputusan-keputusan yang benar serta menyenangkan hati-Mu. Pakailah hidupku untuk menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarku dan menjadi alat yang memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus, Sang Al-Masih dan Tuhanku aku berdoa, amin.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Selasa, 10 April 2018

Pukul 18:00 - 22:00

Ibadah Malam

 

 

Pengantar Ibadah

 

Engkaulah persembunyianku dan perisaiku; aku berharap kepada firman-Mu. (Mazmur 119:114)

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

 

Pujian kepada Tuhan

 

Memuji Tuhan dengan satu lagu pujian yang Anda pilih sendiri.

 

 

Bacaan Alkitab

 

Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, hamba-Nya itu, demikianlah diperintahkan Musa kepada Yosua dan seperti itulah dilakukan Yosua: tidak ada sesuatu yang diabaikannya dari segala yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. (Yosua 11:15)

 

 

Pengantar untuk Renungan

 

Sikap separuh taat adalah sama dengan sikap tidak taat. Sebab ketaatan menuntut kepatuhan yang sepenuhnya dari orang yang mengamalkannya. Apabila orang hanya menaati ketetapan-ketetapan yang ia sukai saja dan mengesampingkan hal yang lainnya, maka sesungguhnya ia telah bersikap tidak taat. Sama seperti kalau seorang bawahan menerima tiga tugas dari atasannya dan dengan sengaja ia memilih untuk hanya melaksanakan dua tugas saja, maka sebenarnya yang bersangkutan telah bersikap tidak taat. Tentu sikapnya ini tidak akan memperoleh pujian dari sang atasan sebab kualitas dari seorang bawahan antara lain diukur dari sikap ketaatan dirinya terhadap pemimpinnya.

 

Kualitas yang mulia inilah yang nampak di dalam diri Musa maupun Yosua sebagaimana yang ditulis di dalam Yosua 11. Musa menyampaikan seluruh perintah Allah yang ia terima kepada Yosua tanpa ada satu pun yang ia lewatkan. Demikian juga dengan Yosua, ia tidak mengabaikan satu pun perintah Allah yang ia terima dari Musa, di dalam hal ini yaitu tentang menaklukkan kerajaan-kerajaan di wilayah Kanaan. Walaupun upaya tersebut memerlukan perjuangan yang tidak mudah namun Yosua mematuhi seluruh firman Tuhan tanpa terkecuali. Tidaklah mengherankan apabila sebagaimana dengan Musa, demikian pula nama Yosua secara tidak langsung dicatat sebagai salah seorang teladan iman di dalam Ibrani 11. Ketaatan mereka yang bersifat sepenuhnya itulah yang mengundang penghargaan Tuhan.

 

 

Pertanyaan untuk Direnungkan

 

Apakah yang menghalangi Anda untuk menaati firman Tuhan secara seutuhnya? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi penghalang-penghalang tersebut?

 

 

Doa Menanggapi Bacaan Alkitab

 

Tuhan, Engkau tidak meminta apapun dari padaku selain menghormati, mengasihi dan menaati diri-Mu dengan segenap hati dan jiwaku. Aku sadar pola kehidupanku yang lama dan kelemahan imanku telah menghalangi diriku untuk hidup mematuhi firman-Mu dengan sepenuhnya. Oleh sebab itu Tuhan baharuilah hatiku senantiasa dengan firman dan Roh-Mu serta tambahkanlah imanku. Supaya dengan demikian aku dapat hidup menyenangkan hati-Mu dan aku tidak hidup di dalam kesia-siaan namun di dalam kehidupan yang penuh dengan makna.

 

Aku bersyukur untuk kasih setia-Mu yang telah aku alami di sepanjang hari ini. Dengan penuh kasih Engkau telah menuntun diriku untuk hidup di jalan-jalan-Mu. Dengan setia Engkau telah menyertai hidupku di setiap keadaan sehingga damai sejahtera-Mu berlimpah-limpah di dalam hatiku. Tuhan, aku berterima kasih untuk anugerah-Mu yang sangat besar itu. Sekarang kembali aku menyerahkan hidupku dan masa depanku ke dalam tangan kemurahan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Teladan ketaatan kepada kehendak Allah Bapa aku berdoa, amin.

 

 

Doa Syafaat

 

Berdoalah untuk orang-orang yang sedang memerlukan dukungan doa Anda.

 

 

Waktu Teduh

 

Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


  

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Unsur-unsur di Dalam Ibadah Harian

Paling tidak ada lima unsur utama yang harus ada dalam setiap ibadah harian :


Mempersiapkan Hati

Pujian Penyembahan

Membaca ayat Alkitab

Merenungkan Firman Tuhan

Berdoa

Ibadah harian ini dilakukan tiga kali sehari, yaitu dalam rentang waktu sebagai berikut:
Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Di dalam rentang waktu tersebut setiap kali kita mengambil waktu antara 5 sampai 15 menit untuk beribadah kepada Tuhan. Panjang pendeknya waktu ini disesuaikan dengan keadaan dan kegiatan masing-masing orang.

PERSIAPAN UNTUK MELAKUKAN IBADAH HARIAN

Langkah 1: Pastikan Anda memperoleh materi Ibadah Harian . Materi tersebut dapat Anda peroleh melalui website: www.ibadahharian.net atau Apps: Ibadah Harian baik di dalam versi IOS maupun Android.

Langkah 2: Tentukan waktu dan lokasi bagi Anda untuk melakukan Ibadah Harian tanpa terganggu.

Langkah 3: Ikuti petunjuk seperti yang tertulis di dalam Materi Ibadah Harian

PANDUAN MENGGUNAKAN MATERI IBADAH HARIAN

Pengantar Ibadah: Di dalam bagian ini Anda diharapkan untuk membaca ayat sebagai pengantar untuk masuk di dalam Ibadah Harian.

Waktu Teduh Awal: Waktu teduh ini merupakan saat dimana Anda memfokuskan hati dan pikiran Anda kepada Tuhan dengan tuntunan dari ayat di dalam Pengantar Ibadah

Pujian: Pilihlah lagu pujian yang Anda ketahui yang dapat mendekatkan diri Anda kepada Tuhan

Pembacaan Ayat: Bacalah ayat yang tersedia dengan tidak terburu-buru sambil direnungkan. Jika diperlukan Anda dapat membacanya lebih dari satu kali sampai Anda menangkap pesan Firman Tuhan tersebut.

Pengantar Renungan: Bagian ini merupakan pengantar bagi Anda di dalam merenungkan Firman Tuhan yang telah Anda baca sebelumya

Pertanyaan untuk Direnungkan: Bagian ini bertujuan untuk menolong Anda di dalam merenungkan esensi dari Firman Tuhan yang telah Anda baca beserta penerapannya.

Doa menanggapi Bacaan Alkitab: Bacalah doa ini sebagai respon Anda terhadap renungan Firman Tuhan yang telah lakukan. Anda juga dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri selama doa yangAnda panjatkan sesuai dengan renungan yang telah Anda lakukan.

Doa Bapa Kami: Di dalam bagian ini Anda didorong mengucapkan doa Bapa Kami sebagai doa yang langsung diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Isi Doa Bapa Kami itu sendiri sangatlah kaya sehingga menolong kita untuk mengerti bagaimana berdoa yang benar.

Pengakuan Iman Rasuli: Bagian ini bertujuan untuk mengingatkan Anda tentang ringkasan pokok-pokok iman Kristen yang Anda percayai. Pengakuan Iman Rasuli juga akan menjadi pedoman bagi Anda agar Anda tidak diombang-ambingkan ajaran-ajaran yang menyesatkan.

Doa Syafaat: Di dalam bagian ini Anda didorong untuk berdoa bagi bangsa dan negara, orang-orang di dalam keluarga Anda dan juga orang-orang yang perlu Anda doakan.

Waktu Teduh Akhir: Anda menutup Ibadah Harian dengan berdiam diri di hadapan Tuhan

Leksionari: Bagian ini merupakan panduan bagi Anda untuk membaca seluruh Alkitab dalam satu tahun secara kronologis berdasarkan Victory Bible Reading Plan.

Ibadah Harian adalah rangkaian ibadah pribadi sepanjang hari yang dilakukan dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu. Di dalam ibadah Harian, setiap orang didorong untuk berhenti sejenak, melambatkan tempo dan berfokus kepada Tuhan Yesus. Inti dari Ibadah harian adalah memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan dan berada bersama Tuhan.

Tujuan Ibadah Harian adalah untuk menciptakan ritme atau irama yang memampukan Anda untuk menghentikan kegiatan pada waktu-waktu yang ditentukan sepanjang hari supaya dapat bersama-sama dengan Tuhan. Melalui Ibadah harian, Anda akan menyadari kehadiran Allah dan bersekutu dengan Dia sepanjang hari sehingga menciptakan suatu keakraban yang nyaman dan berkelanjutan dalam hadirat Allah. Intisari dari kekristenan adalah relasi yang akrab dengan Tuhan

Dengan melakukan Ibadah Harian secara teratur maka Anda sedang membangun relasi yang akrab dengan Tuhan dan semakin mengenal Tuhan. Hal inilah yang membuat Anda tetap kuat dan bertindak meskipun sedang mengalami masa-masa sulit (Daniel 11:32B). Dengan memiliki relasi yang akrab dengan Tuhan maka Anda memiliki Hidup yang produktif, Doa yang efektif dan Hidup yang mempermuliakan Tuhan

Untuk melakukan Ibadah Harian, Anda dapat menggunakan materi Ibadah Harian sebagai panduan Anda. Materi tersebut dapat Anda peroleh di website kami: www.ibadahharian.net atau Anda dapat menginstall aplikasi Ibadah Harian baik dalam IOS maupun Android.

Ibadah Harian ini terbuka bagi siapa saja yang rindu untuk membangun relasi yang akrab dengan Tuhan.

Anda dapat melakukan Ibadah harian sebanyak tiga kali di dalam satu hari dengan rentang waktu sebagai berikut:

Ibadah Pagi : Pukul 05.00 - 08.00
Ibadah Siang : Pukul 12.00 - 14.00
Ibadah Malam : Pukul 18.00 - 22.00

Rentang waktu tersebut merupakan batas waktu yang dapat kita gunakan untuk melakukan ibadah harian. Namun tidak berarti kita harus melakukan ibadah harian selama rentang waktu tersebut. Misalkan Ibadah pagi rentang waktunya adalah 3 jam yaitu dari pukul 5 sampai 8 pagi. Tidak berarti kita harus melakukan ibadah selama 3 jam. Kita dapat melakukan ibadah pagi di antara pukul 5 sampai 8 pagi.

Anda dapat melakukan setiap ibadah harian dari 5 menit sampai 30 menit. Tidak ada batasan berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk melakukan Ibadah Harian baik itu Ibadah Pagi, Ibadah Siang maupun Ibadah Malam.

Ibadah Harian perlu dijadwalkan dalam jadwal yang tetap supaya bila Anda tidak melakukannya Anda teringat bahwa Anda belum melakukannya. Kalau tidak ada jadwal yang tetap, maka Anda melakukannya atau tidak melakukannya tidak ada bedanya. Sebab boleh dilakukan kapan-kapan saja.Sama seperti kalau Anda ke dokter karena batuk. Anda diberi resep dan Anda beli obatnya di apotik. Di botol obat ditulis: "Diminum kalau batuk." Artinya kalau batuk baru Anda ingat untuk meminumnya. Kalau tidak batuk, ya tidak minum, tidak merasa perlu untuk minum dan tidak ingat untuk minum! Lain halnya kalau di botol obat ditulis minum tiga kali sehari sesudah makan. Setiap kali makan, pagi, siang dan malam, Anda tahu bahwa Anda punya kewajiban untuk minum obat itu. Kalau Anda belum meminumnya Anda akan tahu bahwa Anda belum melakukan kewajiban Anda.

Jika Anda berhalangan maka Anda tetap boleh melakukan Ibadah Harian. Waktunya dapat saja bergeser sedikit, namun Anda tahu pagi, siang dan malam Anda harus wajib memberikan waktu Anda untuk mengingat Tuhan.

Materi Ibadah Harian untuk dicetak atau di-print dapat Anda download atau unduh di website: www.ibadahharian.net atau Apps Ibadah Harian.

Jika melihat dari definisi dan tujuan Ibadah Harian maka kita dapat menyimpulkan bahwa melakukan Ibadah harian tidaklah sama dengan melakukan devosi atau saat teduh. Ketika Anda melakukan saat teduh atau devosi, pada umumnya, penekanannya cenderung untuk “diisi hari itu” atau “memohon sesuatu bagi kebutuhan Anda”. Namun Ibadah harian lebih kepada mengingat kehadiran Tuhan di dalam hidup Anda. Selain itu Bedanya, kalau saat teduh, di pagi hari Anda membaca Alkitab, merenungkan ayat-ayat yang Anda baca, kemudian berdoa. Selesai. Sepanjang hari seringkali Anda lupa untuk bergantung kepada Tuhan. Lupa karena memang tidak merasa ada kewajiban dan jadwal yang tetap. Tidak demikian halnya dengan Ibadah Harian. Anda punya kewajiban dan punya jadwal yang tetap.

Materi Ibadah Harian dirancang untuk dilakukan sebagai Ibadah Pribadi bukan kelompok. Namun jika diperlukan dan dirasa bermanfaat, Anda diperbolehkan menggunakannya dalam ibadah keluarga dengan melakukan beberapa penyesuaian.

Anda dapat membagikan materi Ibadah Harian kepada teman-teman Anda. Anda dapat mengarahkan teman-teman Anda untuk memperoleh materi melalui website: www.ibadahharian.net dan Apps Ibadah Harian.